sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Nazar

unduk | Al-Huda, Syariat | Thursday, June 25th, 2009

Pertanyaan :

Benarkah ustadz bahwa nazar itu hendaklah hal yang berkaitan dengan adanya sebab. Misalnya, karena anakku selamat dari kecelakaan kereta api, maka besok aku akan berpuasa. Benarkah, bahwa ucapan berpuasa yang demikian sudah merupakan nazar? Sehingga besoknya benar-benar wajib puasa, padahal dia tidak berniat untuk bernazar.

Sementara ucapan yang sama, misalnya saya mau berpuasa besok, tapi tidak ada sebabnya tidak dinamakan nazar. Sehingga tidak menyebabkan wajib puasa besok? Artinya tidak berpuasa juga tidak berdosa?

Sementara dalam contoh pertama hanya mengatakan begitu saja. Tapi tidak berniat nazar. Ataukah nazar itu perlu kepada niat? Jadi seseorang harus lengkap menyatakan : “Karena anak saya selamat dari kecelakaan kereta api, maka saya bernazar akan berpuasa besok”.

Jawaban :

Dari sudut kebahasaan, arti nazar adalah “janji untuk berbuat suatu perbuatan”. Baik janji untuk melakukan perbuatan buruk, ataupun janji untuk melakukan perbuatan baik.

Sementara disisi syara’ (syari’at), dimaksudkan dengan nazar adalah janji untuk melakukan suatu perbuatan baik. Serta tidak ada nazar untuk melakukan perbuatan buruk. Karena itu sepakat para ulama bahwa haram hukumnya melakukan nazar untuk melakukan suatu perbuatan buruk Karena nazar untuk melakukan perbuatan buruk itu adalah sesuatu yang haram maka wajibnya untuk tidak menunaikannya.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Keuntungan

unduk | Mimbar Jum'at, Sosial, ekonomi | Saturday, June 20th, 2009
uang banyak

uang banyak

Ciri kapitalis itu dua:

Pertama, dalam mencari keuntungan mereka tidak menggunakan tata nilai yang baik, mengeksploitir semuanya demi kepentingan diri dan konglomerasinya.

Kedua, setelah mendapatkannya mereka kikir dan sibuk membesarkan dirinya.

Islam menghadirkan solusi, ada dua ciri profesional muslim:

Pertama, ketika mencarinya, sangat menjaga nilai-nilai, sehingga kalau dia mendapatkan sesuatu, dirinya lebih bernilai daripada yang dia dapatkan. Kalau dia mendapat uang, maka dia dihormati bukan karena uangnya, tapi karena kejujurannya. Kalau dia mempunyai jabatan, dia disegani bukan karena jabatannya, tapi karena kepemimpinannya yang bijak, adil dan mulia.

Kedua, setelah mendapatkannya dia distribusikan untuk sebesar-besar manfaat bagi kemaslahatan umat. Makin kaya, makin banyak orang miskin yang menikmati kekayaannya.

Kita seringkali menganggap bahwa keuntungan itu adalah finansial (uang), sehingga sibuk menumpuk harta kekayaan untuk bermewah-mewahan. Inilah di antaranya yang membuat bangsa kita hancur.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Hakikat Neraka

unduk | Khairu Ummah | Sunday, June 14th, 2009
drag me to hell - the movie

drag me to hell - the movie

Secara harfiyah, neraka artinya api, yakni tempat siksaan dan balasan bagi orang yang tidak beriman kepada Allah swt dan berbuat dosa dalam kehidupannya di dunia. Agar tumbuh ke dalam jiwa perasaan takut kepada neraka, menjadi penting bagi kita semua memahami hakikat neraka yang sesungguhnya, karena memang tidak ada yang bisa membahasakan dahsyatnya penderitaan di neraka, sebagaimana tidak ada yang bisa membahasakan kenikmatan surga.

Paling tidak, ada delapan hal yang harus kita perhatikan untuk memahami hakikat neraka.

1. Panas Yang Tidak Terkira.

Azab dan siksa Allah dalam kehidupan akhirat merupakan sesuatu yang sangat dahsyat dan tidak bisa dibayangkan sedikitpun, begitu juga sebenarnya kenikmatan yang diberikan Allah kepada penghuni surga. Salah satu gambaran yang dikemukakan Rasulullah saw dalam hadits tentang betapa dasyatnya siksa neraka adalah perbandingan panasnya api dunia dengan api di akhirat, beliau bersabda:

Apimu (yang kamu semua menyalakannya di dunia) ini adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian dari panasnya neraka jahanam, setiap bagian sama suhu panasnya dengan api di dunia ini (HR. Bukhari, Muslim dan Tirmidzi).

Karena begitu panasnya api neraka ini, ia berkobar dan mengelupaskan kulit kepala, sesuatu yang amat mengerikan sebagaimana firman-Nya: Sekali-kali tidak dapat, sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergolak, yang mengelupas kulit kepala (QS. Al-Ma’arij [70]: 15-16).

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Berawal dari Rumah

unduk | Akhlaq, Mimbar Jum'at, Sosial | Thursday, June 11th, 2009
rumah

rumah

Kita semua adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban tentang apa yang kita pimpin. Mengingat itu, ada pelajaran sangat penting yang diajarkan Rasulullah SAW tentang kepemimpinan, “Sayyidul gaumi khadimuhum” (pimpinan suatu kaum adalah pelayan yang berkhidmat untuk kaumnya).

Seorang pemimpin yang dimuliakan orang lain, belum tentu menjadi tanda bahwa pemimpin tersebut mulia karena pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa berkhidmat dan menjadi pelayan bagi kaumnya.

Seorang pemimpin sejati, mampu meningkatkan kemampuan dirinya untuk memuliakan orang-orang yang dipimpinnya. Dia menafkahkan lebih banyak harta dan segenap kemampuannya. Dia bekerja lebih keras dan berpikir lebih kuat, lebih lama, dan lebih mendalam dibanding orang yang dipimpinnya. Demikianla hpemimpin sejati yang dicontohkanNabi. Bukan sebaliknya, pemimpin yang selalu ingin dilayani, selalu ingin mendapatkan dan mengambil sesuatu dari orang-orang yang dipimpinnya.

Hal yang sangat menakjubkan adalah bertahannya pengaruh kepemimpinan Rasulullah hingga saat ini. Kita bisa melihat bahwa tidak ada satu pun kegiatan ritual di dunia ini seperti shalat dalam Islam. Ia wajib dilakukan sebanyak lima kali sehari.

Semuanya diawali dengan bersuci (berwudhu). Kemudian membuat barisan dengan tertib, dan seluruh dunia menggunakan bahasa yang sama serta arah yang terpusat, sehingga tidak pernah ada satu sisi dunia pun yang tidak bersujud. Semuanya bergiliran dan berlangsung terus-menerus, tanpa henti.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Kehidupan Rumah Tangga dimasa Menopause

unduk | Al-Huda | Sunday, June 7th, 2009

menopause

menopause


Pertanyaan :

Saya tujuh saudara, semuanya perempuan Saya adalah anak keempat, dan sekarang berumur 44 tahun dengan empat orang anak, yang tertua berumur 21 tahun, dan yang terkecil 12 tahun.

Kakak tertua saya berumur 50 tahun, keadaan rumah tangganya tiga tahun ter-akhir ini agak terganggu. Padahal dimasa sebelumnya rumah tangga mereka oke-oke saja Bahkan termasuk rumah tangga yang bahagia. Namun semenjak kakak mengalami menopausa ketika berumur 45 tahun, mulai terjadi kisruh kecil di dalam rumah tangga mereka.

Kakak merasakan bahwa suaminya berubah, yaitu berkurang kasih sayang dan perhatian kepada keluarga, khususnya kepada istri. Suami kakak dua tahun lebih tua dafi kakak, dan keadaannya sepertinya sangat sehat, bahkan menunjukkan aura dan dan tenaga yang masih sangat prima.

Hal inilah yang tampaknya menjadi sumber masalah, karena menurut kakak, dianya semenjak menjalani masa menopausa sudah kurang begitu bergairah dalam urusan seksuil, sementara suaminya masih sangat prima, Hal itu menyebabkan kakak agak kepayahan dan stres, akhir-akhir ini sen’ng sakit Ditambah lagi adanya kecurigaan kakak bahwa suaminya ada main dengan perempuan yang lebih muda, dan dikhawatirkan jangan-jangan suaminya diam-diam telah kawin rahasia.

(lanjut …)