Pertanyaan :
Buletin Al Huda minggu lalu yang menyampaikan bahwa ahli waris yang membunuh pemilik harta waris adalah tidak mendapatkan waris. Kedengarannya hal itu ringan dan jelas sekali. Tapi, bagi kami sekeluarga hal itu tidaklah ringan, bahkan ruwet, memusingkan, dan akhirnya membuat kami tidak tahu apa yang harus dikerjakan.
Kami lima bersaudara. Kakak yang tertua laki-laki, yang nomor dua dan tiga perempuan. Saya yang nomor empat laki-laki. Adik saya yang nomor lima perempuan.
Menurut cerita ayah dan ibu, sampai enam tahun perkawinan mereka tindak mempunyai anak. Sehinga ayah dan ibu berusaha kesana kemari, baik melalui dokter, maupun yang bukan dokter. Akhirnya pada tahun kedelapan perkawinan mereka lahirlah kakak kami yang tertua. Sesudah itu, kehamilan ibu lancar, setiap dua tahun ibu melahirkan seorang anak, sehingga semuanya berjumlah lima orang.
(more…)
Kata nikmat berasal dari bahasa Arab yaitu ni’matun, dalam bentuk kata jama’ (plural) ni’amun atau ni’maatun yang artinya segala suatu kebaikan yang diberikan Allah kepada manusia baik berupa harta atau bentuk lainnya.
Nikmat selalu diidentikkan dengan karunia. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan karunia adalah pemberian atau anugerah dari yang lebih tinggi kepada yang lebih rendah. Nikmat atau karunia diberikan Allah SWT kepada manusia adalah dalam rangka membangun ketaatan kepada-Nya. Oleh karena nikmat datangnya dari Allah SWT, maka manusia sebagai penerima nikmat diperintah untuk mensyukurinya.
Allah berfirman, “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih“. (QS. Ibrahim [14]: 7)
(more…)
Meraih Ampunan Allah
Kita telah melewati bulan Rajab dan Sya’ban dan sekarang kita telah menikmati hidangan bulan yang kita nanti-nantikan yaitu bulan suci Ramadhan 1429 H. Nabi Muhammad SAW memang serins kali berdoa setiap bulan Rajab dan Sya’ban keduanya di aminkan oleh para sahabat-sahabatnya “Ya Allah ya Tuhan kami, berkati kami di bulan Rajab dan juga di bulan Sya’ban dan sampaikan umur kami ya Allah untuk memasuki bulan suci Ramadhan“, mudah-mudahan doa ini diijaabah untuk kita sekalian sehingsa dapat menikmati hidangan yang indah dan suci yaitu bulan Ramadhan.
Pada bulan Rajab yang lalu kita diminta untuk banyak-banyak beristighfar dan mohon ampun kepada Allah dan juga banyak-banyak memberikan maaf kepada saudara-saudara kita. Imam Ghozali telah mengatakan “Allah tidak akan mudah mengampuni hamba-Nya, ketika seorang hamba-Nya tidak juga mudah mengampuni saudaranya“. Ini adalah kaidah siklus yang memang sepatutnya menjadi bagian jiwa kita, kalau kita ingin berharap Allah menurunkan rakhmat, maka berikan rakhmat kepada orang lain, kalau kita berharap untuk mendapatkan barokah, maka banyaklah memberikan manfaat kepada orang lain, kalau kita ingin berharap ditolong Allah banyaklah untuk menolong orang lain, begitu juga kalau kita ingin diampuni Allah, maka banyak-banyaklah memberikan maaf kepada orang lain.
(more…)
Menurut lndrawan WS dalam Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Cinta itu adalah perasaan ingin dimiliki dan memiliki atau rasa rindu yang teramat dalam. Dalam Bahasa arab disebut Hubb atau Mahabbak.
Jadi pantas, jika seseorang jatuh cinta terhadap sesuatu maka ia pun rela berkorban dan berjuang untuk menggapainya. Namun cinta yang paling diprioritaskan adalah mencintai Allah SWT dan Rasul-Nya Kecintaan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya diwujudkan dalam bentuk kepatuhan dan ketaatan yang tidak “neko-neko”.
Dalam hadits Qudsi Allah SWT berfirman: “Mereka yang berteman satu sama lainnya karena Aku, berhak memperoleh cinta-Ku, dan mereka yang saling membantu antara sesamanya karena Aku berhak memperoleh cinta-Ku. Dan tiadalah seorang meslimin laki-laki atau wanita berserah diri karena Allah atas kematian tiga orang dari anak kandungnya yang belum dewasa, pasti Allah memasukannya ke dalam surga yang dilimpahi karunia rahmat-Nya” (HR.Thabrani).
(more…)
Bashirah sama artinya dengan akal, kecerdikan, saksi, argumentasi, penjelasan, atau petunjuk. Menurut istilah tashawuf, arti bashirah adalah hati yang diterangi oleh sinar kepastian yang tersembunyi dan tidak tampak, yakni daya kalbu yang mempunyai kemampuan melihat hakikat sesuatu karena mendapat sinar dari nuur (cahaya ketuhanan). Daya yang demikian disebut pula dengan istilah al-quwwah al-qudsiyyah (daya kesucian).
Seorang teolog Arab al-Jurjani (1340-1431) mengatakan ada pandangan mata kepala (bashar), dan ada pandangan mata hati (bashirah). Bila bashar adalah pandangan mata lahir yang hanya dapat melihat sesuatu yang bersifat material dan konkrit, maka bashirah adalah pandangan mata hati yang dapat melihat sesuatu secara spiritual dan abstrak. Seorang peneliti ilmu tashawuf, Nicholson, mengatakan bahwa, kaum sufi memandang Tuhan bagaikan sinar yang menerangi surga dan dunia, yang tidak terlihat oleh mata kepala manusia. la hanya terlihat oleh bashirah (mata hati), dan itulah hati yang diterangi oleh cahaya kepastian yang tersembunyi dan tidak pernah akan tampak oleh mata lahiriyah.
(more…)
Keyakinan akan kebenaran Allah
Seorang muslim pertama kali menghadapi cahaya kehidupan dengan kalimat tauhid, dan terakhir kali ia meninggakan dunia dengan kalimat tauhid pula, dan antara masa hayi sampai kematiannya tidak memiliki tugas selain menegakkan dan menyeru kepada tauhid.
Pengertian akidah secara bahasa adalah keyakinan yang mantap. Manakala keyakinan sekarang itu kuat dan kokoh, barangkali dijebloskan ke dalam penjarapun, dia tidak merasakan apa-apa bahkan mungkin merasa nikmat karena dapat mempertahankan prinsip hidupnya. Boleh jadi dalam pandangan orang lain ia menderita tapi dalam perasaannya, dia merasa enak dan nikmat.
(more…)
“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami pertihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (Q.S.Al-Israa’:1)
Isra’ Mi’raj adalah peristiwa luar biasa yang dialami Rasulullah pada malam 27 Rajab
tahun ke 12 kenabian, begitu luar biasanya sehingga Allah mengfirmankan ayat yang menjadi petunjuk mengenai hal tersebut dengan kata SUBHANA, sebuah ungkapan ketika melihat kejadian yang menakjubkan. Menurut imam Al Harits : Tasbih itu berfungsi sebagai bantahan yang menolak kepada orang-or-ang kafir, karena setelah nabi Muhammad SAW menceritakan kepada mereka tentang Isra’ mereka mendustakannya. Jadi artinya adalah bahwa Maha Suci Allah dari menjadikan seorang Rasul yang bohong.
(more…)
Pertanyaan :
Bila kita teliti dengan seksama ketika membaca surat “yaasiin” pada ayat ke 82 bertemulah kita dengan kalimat “kun fayakun“, yaitu perintah Allah SWT terhadap sesuatu cukuplah dengan kalimat : “Jadilah, maka terjadilah“.
Kalau begitu duduknya perkara, maka segala sesuatu itu terjadilah dengan seketika. Tidak bermasa. Tidak bertempo. Padahal pada ayat yang lain, kalau saya tidak salah, ada pula penjelasan bahwa penciptaan alam raya itu terjadi dalam enam masa. Yang tentu mengandung pengertian bahwa penciptaan itu berproses. Bermasa. Bertempo. Hal ini pula yang dipertanyakan oleh teman-teman saya tentang duduk perkara yang sebenarnya.
(more…)
Manusia terdiri dari dua unsur, yaitu unsur materi (jasmani) dan unsur immateri (rohani). Unsur materi berasal dari tanah dan akan kembali menjadi tanah. Sedangkan unsur immateri berasal dari ruh Tuhan dan akan kembali kepadaTuhan.
Unsur materi manusia (jasmani) sama dengan kejadian makhluk lainnya seperti serangga, kumbang, kera, kuda, pohon dan lain sebagainya. Akan tetapi manusia dipisahkan dari makhluk yang lainnya dengan ruh yang tinggi. Ruh ini mengandung akal pikiran dan perasaan hingga dengan keduanya akan nampak sifat kemanusiaannya. Debu tanah menghantarkan manusia cenderung untuk menikmati kelezatan materi seperti makan, minum, olahraga, dan lain sebagainya. Sedangkan unsur rohani menghantarkan kecenderungan manusia untuk dapat menikmati kelezatan rohani seperti keimanan, berbuat baik, menolong orang lain, dan sebagainya.
(more…)
Mukjizat adalah hal ghaib yang dianugerahkan Allah SWT kepada para Nabi dan Rasul untuk membuktikan bahwa mereka benar-benar Nabi dan Rasul utusan Allah SWT. Setiap Nabi dan Rasul dianugerahi mukjizat sesuai kondisi zamannya, seperti Nabi Musa AS dengan mukjizat berupa tongkat yang bisa berubah menjadi ular raksasa dan dengan tongkatnya pula bisa membelah lautan, sementaraNabi Isa AS dianugerahi mukjizat bisa menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan menghidupkan orang mati, demikian juga para Nabi dan Rasul lainnya.
Mukjizat para Nabi dan Rasul sebelum Nabi Muhamniad SAW hanya bersifat sementara dan hanya berlaku pada zamannya. Lain denganNabi Muhammad SAW, dikarunia Allah SWT berupa Al Our’an, kitab yang berisi petunjuk dan pedoman hidup manusia yang berlaku hingga akhir zaman dan dijamin keutuhannya. Isra’ Mi’raj juga merupakan mukjizat lainnya yang dianugerahi oleh Allah SWT kepada Nabi SAW.
(more…)