KHUTBAH MAULID 2023: Keistimewaan Rasulullah SAW dan Umatnya

Ilustrasi: Khutbah Maulid 2023
Ilustrasi: Khutbah Maulid 2023./Foto: Pixabay.com
0 Komentar

الحَمْدُ للهِ الْمَوْجُودِ أولا وأبَدًا بِلا مَكانٍ، وَالصَّلاةُ وَالسَّلَامُ الأتَمَّانِ الأَكْمَلانِ، عَلَى سَيْدِنَا مُحَمَّدٍ سَيْدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ، أَشْهَدُ أَنْ لا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيْدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ أَمَّا بَعْدُ فَيَايُّهَا الإِخْوَانِ أَوْصَيْكُمْ وَ نَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ، قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي القُرْآنِ الكَريمُ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ : كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ المُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلَ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمْ الْفَاسِقُونَ

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Marilah dalam kesempatan yang berbahagia ini, pada hari yang mulia ini, di tempat yang mulia ini, serta bulan maulid yang penuh keberkahan ini kita senantiasa berusaha meningkatkan ketakwaan dan keimanan kita kepada Allah Ta’ala. Dengan menjalankan semua kewajiban dan menjauhkan diri dari segala yang dilarang dan diharamkan semampu kita. Karena hanya dengan taqwa lah kita semua berhak mendapatkan kebahagiaan dan kesuksesan haqiqi dan abadi di dunia ini sampai kelak di akhirat nanti.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Sebagaimana kita tahu bahwa umat Muhammad adalah umat yang paling baik dan paling mulia. Allah Ta’ala berfirman:

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ المُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ (آل عمران: ۱۱۰)

“Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk umat manusia, karena kalian menyuruh berbuat kebaikan dan mencegah dari kemungkaran serta beriman kepada Allah” (QS All ‘Imran: 110) Secara umum, ayat itu jelas ditujukan kepada umat Rasulullah SAW. Ayat tersebut dikuatkan dengan sabda Rasulullah SAW:

وَجُعِلَتْ أُمَّتِي خَيْرَ الْأُمَمِ

“Umatku dijadikan sebagai umat terbaik, (HR Ahmad).

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Pertanyaannya kemudian, menyadarikah kita sebagai umat terbaik? Lantas di manakah sisi “terbaik” dan keistimewaannya? Imam at Thabari dalam tafsirnya juz 5 hal 673 menyatakan: Jika menilik lanjutan ayat tersebut, maka kriteria umat terbaik. Karena selain beriman kepada Allah, adalah memiliki kewajiban amar ma’ruf-nahi mungkar, memerintah kebaikan dan melarang kemungkaran, yang dilekatkan kepada mereka.

Andai umat terdahulu beriman, dan amar ma’ruf-nahi mungkar, niscaya mereka pun lebih baik dari umat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Artinya, jika kita lepas dari ciri-ciri tersebut, label umat terbaik bisa saja lepas dari diri kita. Bahkan, bukan mustahil bila kita menjadi umat yang sebaliknya. Demikian jika kita berkaca pada ayat tersebut dan sebagian tafsirnya.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Di antara kekhususan dan keistimewaan yang dianugerahkan kepada umat Muhammad adalah bahwa:

Pertama, Allah menjadikan syariat Nabi Muhammad sebagai syariat yang paling ringan dan mudah.

Sebagai contoh, sholat dari umat-umat terdahulu haruslah dilakukan di tempat tertentu yang khusus diperuntukkan shalat walaupun tempat itu jauh dari rumah penduduk.

0 Komentar