sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Di Dalam Ridha-Nya

unduk | An-Natijah, Ibadah | Thursday, March 26th, 2009
mencari ridho-Nya

mencari ridho-Nya

Manusia sebagai makhluk yang paling baik dan termulia di muka bumi ini menjadi  wakil Allah SWT untuk mengelola dan memelihara serta memanfaatkan isi alam ini untuk kemaslahatan umat manusia. Hal ini harus terjaga sesuai koridor yang berdasarkan petunjuk Al Qur’an dan As Sunnah, karena kedua hal itulah yang menjadi sumber hukum Islam, yang dapat membahagiakan umat manusia dalam hidup dan kehidupannya.

Dengan kata lain, jika kita tidak berpedoman kepada wahyu Allah SWT dan hadits Nabi SAW maka kita akan sesat selamanya. Jika manusia berada dalam kesesatan maka akan merugi dan celaka. Oleh karena itu ia harus memiliki modal hidup supaya bahagia di dunia begitupun diakhirat kelak.

Modal hidup yang akan dapat mencapai kebahagiaan itu antara lain :

Bersyukur Jangan Kufur

Manusia wajib bersyukur atas nikmat yang diperoleh dari Yang Maha Pemberi, namun jika manusia diberi nikmat, bersyukur atau kufur ? Inilah yang difirmankan Allah SWT:

….Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhan Maha Kaya lagi Maha Mulia” (QS.An Naml: 40).

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Sunnah Rasul

unduk | Akhlaq, Mimbar Jum'at, Taqwa | Wednesday, March 25th, 2009
muhammad

muhammad

Melaksanakan sunnah Rasulullah SAW sangat penting bagi kehidupan seorang muslim, baik dalam hal ibadah maupun muamalah (hablum minallahi wa hablum minannasi). Allah SWT menyatakan dalam firman-Nya,”…Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya “. (QS. Al-Hasyr[59]:7).

Disamping Al-Quran, sunnah Rasullah SAW merupakan pedoman hidup manusia. Dengan menjalankan kedua pedoman hidup tersebut, manusia bisa mencapai hidup yang sempurna, bahagia dunia dan akhirat. Sebaliknya, ditinggalkannya salah satu pedoman tersebut akan membuat manusia kehilangan arah dan tersesat dalam hidup. Ada banyak hikmah yang bisa diambil apabila kita melaksanakan sunnah Rasul SAW, diantaranya:

1. Hidup Menjadi Seimbang

Kehidupan Rasulullah Saw selalu berlangsung dalam keseimbangan antara jasmani, akal dan qalbu (rohani). Hal itu tercermin dari sikap dan perbuatannya sehari-hari. Sunnah Rasulullah Saw telah menjelaskan aspek-aspek tertentu agar tercapainya hidup yang seimbang

  • Aspek jasmaniah
    Rasulullah Saw selalu mengajarkan agar bidup bersih, memakan makanan yang halal dan baik serta tidak berlebihan. Rasulullah Saw menyatakan, “Perutmu itu sepertiganya untuk makanan, sepertiga untuk air dan sepertiganya untuk bernafas“. (QS. Al-Hadits).
    Juga tentang keutamaan mukmin yang kuat jasmaniahnya, Rasulullah Saw, “Mukmin yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah, (hal ini berlaku) dalam semua segi kebaikan“. (HR Muslim).
    (lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Memelihara Persaudaraan dan Kekerabatan

unduk | Akhlaq, Al-Huda, Sosial | Saturday, March 21st, 2009
foto keluarga jadul

foto keluarga jadul

Pertanyaan :

Dahulu, seingat saya ayah dan ibu mempunyai hubungan yang sangat baik dengan saudara-saudara sepupunya. Juga dengan sanak famili. Begitu juga dengan orang-orang sekampung.

Almarhum Ayah dan ibu berpindah ke Jakarta semenjak tahun 1955. Kemudian adik-adik ayah dan beberapa saudara sepupunya pindah pula ke Jakarta. Hubungan antara ayah dengan adik-adiknya, juga dengan saudara sepupunya begitu baiknya. Mereka dengan tidak dibuat-buat satu sama lain saling mencintai dan saling menyayangi. Begitu juga dengan orang-orang sekampungnya.

Seingat saya ada saudara sepupu ayah yang nakal, suka mencuri dan mencari keributan dan tinggal dirumah kami. Saya sampai sebal dibuatnya. Tetapi ayah dan ibu menghadapinya dengan sabar. Padahal kalau menurut saya orang seperti itu diusir saja dari rumah. Karena selalu membikin keributan dan keonaran.

Tapi ayah dan ibu menghadapinya dengan lemah lembut dan memberi penyadaran kepadanya dengan sabar, sehingga akhirnya saudara sepupu ayati itu tumbuh menjadi seorang ustadz yang cukup terpandang di jakarta ini. Kalau mengingat kelakuan masa mudanya waktu tinggal dirumah kami, rasanya mustahil dia akan jadi orang baik. Apalagi sampai menjadi ustadz.

Dimasa saya tua sekarang (sudah 7 tahun pensiun) saya amati kehidupan anak-anak dan para keponakan jauh sekali berbeda. Mereka saling tidak peduli. Kadang-kadang seperti tidak saling kenal. Dengan enteng saja meremehkan dan meleceh saudaranya. Jangankan dengan orang-orang sekampung dan para tetangga, dengan sa’udara sepupu saja mereka jauh. Dan ada pula dengan saudara kandung bertengkar. saling tidak bertegur sapa dan tidak bermaaf-maafan dikala iedul fitri.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Stop Iklan Ramalan di TV

unduk | Mau'izah Hasanah, Tauhid | Thursday, March 19th, 2009

 

ramalan bintang

ramalan bintang

Barang siapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun lalu ia mempercayai dengan apa yang dikatakannya, maka sungguh ia telah mengkufuri apa yang diturunkan atas Nabi Muhammad ” ( H.R. Achmad dan Hakim dari Abu Hurairah)

 

 ”Barang siapa yang mendatangi tukang ramal lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu,
maka tidak diterima untuk shalat (selama) empat puluh malam
” ( H.R. Achmad dan Muslim)

A’RRAF ialah orang yang mengaku mengetahui kejadian yang telah lewat, yang menunjuk-kan barangyang hilang yang dicuri orang atau tempat kehilangan barang. Sedangkan KAHIN ialah orang yang memberitahukan hal-hal yang ghaib yang akan terjadi atau sesuatu yang terkandung dihati. Sedangkan menurut Syaikhul Islam Ibnu Taymiyah ‘Arraf, Kahin dan
Muhajjirin(ahli nujum)adalah nama yang sama untuk kedua makna Hadits diatas ( AUami’ul Farid: 124).

Rasulullah saw telah melarang umatnya men datangi para kahin, dukun dan tukang tenung, melarang bertanya dan membenarkan apayang mereka katakan, karena mengandung kemungkaran dan bahaya yang sangat besar dan berakibatnegatif yang sangat besar pula, karena mereka adalah orang-orang yang melakukan dusta dan dosa.

Seorang muslim tidak dibenarkan mendatangi para kahin, dukun atau tukang tenung dan tukang sihiruntuk menanyakan kepada mereka hal-hal yang berhubungan dengan nasib, jodoh dan lain sebagainya, karena ini bertiubungan dengan hal-hal yang ghaib yang tidak diketahui hakekatnya oleh siapapun terkecuali Allah SWT. Maka bagi orang-orang yang melakukannya selain termasuk orang yang kufurterhadap ajaran dan hukum yang telah Allah turunkan kepada Junjungan Nabi Muhammad saw juga tidak diterima shalatnya selama 40 malam. Na’udzunillaahi min dzalik.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Tiga Perkara Agar Hati Tidak Dengki

admin | Akhlaq, Khairu Ummah | Saturday, March 14th, 2009
hujan hati

hujan hati

Menjadi manusia tentu saja harus berusaha mencapai derajat yang tinggi, apalagi sudah begitu banyak kenyataan yang menunjukkan banyaknya manusia dengan derajatnya yang rendah, bahkan sampai lebih rendah dari binatang. Derajat manusia yang tinggi tercermin dari akhlak pribadinya yang mulia, karena itu salah satu yang amat penting dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat dan bangsa adalah jangan sampai hati kita terserang penyakit iri hati atau dengki. Hal ini karena iri hati merupakan salah satu sifat yang sangat buruk, ia menjadi orang yang senang melihat orang susah dan sedih melihat orang senang.

Rasulullah saw memberikan resep kepada kita agar tidak dengki, beliau bersabda: “Semoga Allah mengangkat derajat seseorang yang mendengar ucapanku, lalu dia memahaminya. Berapa banyak pembawa fikih yang tidak fakih. Tiga perkara yang (karenanya) hati seorang mukmin tidak akan ditimpa dengki: mengikhlaskan amal karena Allah, memberi nasihat kepada para pemimpin kaum muslimin dan berpegang kepada jama’ah mereka, karena doa mereka mengelilingi mereka dari belakang mereka” (HR. Bazzar),

Dari hadits di atas, ada tiga resep dari Rasulullah saw agar kita tidak memiliki perasaan dengki :

1. Ikhlas

Secara harfiyah, ikhlas artinya bersih, murni dan tidak ada campuran. Maksudnya adalah bersihnya hati dan pikiran seseorang dari motif-motif selain Allah dalam melakukan suatu amal.

Orang yang ikhlas adalah orang yang melakukan sesuatu karena Allah dan mengharapkan ridha Allah SWT dari amal yang dilakukannya, inilah amal yang bisa diterima oleh Allah SWT. Dalam suatu hadits, Rasulullah SAW bersabda: “Allah tidak menerima amal, kecuali amal yang dikerjakan dengan ikhlas karena Dia semata-mata dan dimaksudkan untuk mencari keridhaan-Nya ” (HR. Ibnu Majah).

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Syirik

unduk | Mimbar Jum'at, Tauhid | Thursday, March 12th, 2009
bakar kemenyan

bakar kemenyan

Masalah perbuatan syirik memang tidak merugikan Allah. Kemurkaan Allah terhadap seseorang yang menyekutukan-Nya dengan yang lain adalah demi kelestarian posisi manusia itu sendiri. Manusia diciptakan Tuhan dalam posisi yang tertinggi dan terbaik diantara seluruh makhluk ciptaan Tuhan.

Dalam piramida ciptaan Tuhan di alam ini, manusia menempati posisi paling puncak. Tidak ada lagi yang lebih tinggi dari manusia kecuali Allah SWT. Adapun benda-benda seperti patung, dan kekuatan alam lainnya berada di bawah kendali manusia. Alam diciptakan Allah untuk manusia agar manusia mempergunakan potensi alam untuk kepentingan hidupnya di bumi.

Karena manusia yang paling tinggi posisinya di alam ini, maka Allah memilih manusia sebagai khalifah-Nya untuk mengurus alam. Allah SWT berfirman, “sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS. At-Tiin: 4),

Dalam surat dan ayat yang lain, “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan” (QS. Al-Isra’ [17]: 70).

Dalam surat al-BaqarahAllah SWT juga menegaskan, “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadi kan seorang khalifah di muka bumi’. Mereka berkata: ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau? ‘ Tuhan berfirman: ‘SesungguhnyaAku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui’ ” (QS.Al-Baqarah[2]:30).

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Instrumen Jihad

unduk | Akhlaq, An-Natijah, Sosial | Wednesday, March 11th, 2009
jihad for dummies

jihad for dummies

Peringatan Maulid Nabi SAW menurut sejarahnya dimulai sejak masa pemerintahan Shalahuddin al-Ayyubi Raja dari Dinasti Mamalik (kerajaan) ini sedang memobalisasi (menyiapkan dan mengatur) kekuatan Tentara Islam untuk menghadapi invasi orang-orang Nasrani dalam peperangan yang terkenal dengan nama Perang Salib.

Peperangan yang berlangsung selama sembilan puluh tahun lebih itu memang telah menguras habis potensi-potensi kedua belah pihak (tentaia muslim melawan tentara nasrani). Dalam kondisi itulah Shalahuddin al-Ayyubi (Panglima Perang Muslim) menggunakan momentum peringatan Maulid Nabi SAW, sebagai strategi untuk menggelorakan semangat juang kaum muslimin untuk menghadapi musuh-musuh Islam pada waktu itu.

Dengan bercermin pada perjuangan Nabi SAW berserta para sahabat/pengikutnya dalam menyampaikan Risalah Tauhid (agama Islam) kepada umat manusia yang sesat aqidahnya, dan lebih dari pada itu adalah perjuangan membela dan mempertahankan Risalah Islam (tauhid).

Dengan segala liku-liku dan kesulitannya, ruhul jihad dan tauhid serta semangat juang dan rela berkorban umat Islam pada waktu itu dapat ditumbuhkan dan digelorakan kembali, yang pada akhimya mereka (tentara muslim) dapat menaklukkan tentara salib.
(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


long weekend & 2 ways ticket

ksatria pelangi | Uncategorized | Monday, March 9th, 2009

nyeret-koper

Antara angka 1 sampai 31,
Ambillah secukupnya 7 angka berurutan.
Dan sambil mendekapnya dalam khayalan, warnai angka tersebut dengan warna merah
Lalu munculkan bayangan nama-nama
senin, selasa, rabu, kamis, jumat, sabtu, minggu
pelan-pelan, gantungkan deretan angka-angka merah itu
pada kata senin sampai minggu…

Selamat!
Anda telah mendapatkan satu long weekend sangat sempurna!

***
(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Kufu dan Mahar

unduk | Al-Huda, Sosial, Syariat | Saturday, March 7th, 2009
pernikahan

pernikahan

Pertanyaan :

Dalam perkawinan, kenapakah di dalam Islam ada ketentuan (konsep) tentang kufu dan mahar?

Bukankah Islam menganut paham kesejajaran antar manuaia dengan tidak membedakan kebangsawanan, kekayaan, atau warna kulit? Bukankah menurut Islam manusia itu dibedakan hanya dari tingkatan takwanya ?

Sedangkan dalam konsep kufu terkandung pengertian ketidak sejajaran (ketidak sederajatan) antara dua manusia yang sebenarnya setara Islam jelas tidak diskriminatif, apa lagi rasialis, konsep kufu itu justru mengesankan Islam mentolerir sikap diskriminatif dan ada kalanya menjadi rasialis, seperti pada berbagai kejadian dimana wanita Arab tidak boleh dikawini oleh laki-laki non Arab

Juga tentang mahar (mas kawin), kenapakah harus ada mahar? Rasanya, dalam perkawinan perempuan menjual dirinya, padahal bukankah yang diperlukan dalam perkawinan itu adalah cinta dan kasih sayang ? Apalah artinya mahar yang banyak, sesuai dengan kemauan orang tua perempuan, kalau dengan demikian laki-laki merasa telah membeli isterinya ?

Dua hal tersebut, yaitu tentang konsep kufu dan mahar itu mangganggu nalar dan pikiran rasional kami, karena menurut hemat kami kedua hal itu tidak relevan dalam suatu perkawinan dan suatu rumah tangga yang saling mencintai dan saling sayang menyayangi.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Menyikapi Perubahan

unduk | Akhlaq, An-Natijah, Sosial | Thursday, March 5th, 2009
evolusi homer

evolusi homer

Berubah, sebuah kata yang sangat mudah diucapkan namun sangat sulit dilaksanakan. Banyak orang mengatakan ingin berubah, namun tidak banyak orang yang benar-benar berubah. Perubahan adalah pertanda kehidupan yang harus dilalui setiap insan demi kelangsungan hidup dan kehidupannya. Menyikapi perubahan adalah sesuatu tidak bisa dihindari.

Manusia hidup akan selalu berubah. Hari ini ia seorang bayi yang hidupnya tergantung pada orang lain. Esok ia makhluk kecil, yang sesekali jatuh, lalu berlari dengan kedua tangan dan kakinya. Setelah itu ia menjadi mahkluk dewasa yang menghadapi berbagai persoalan. Begitu juga dengan dunia ini, selalu berubah dan berubah, baik kita sadari ataupun tidak.

Tidak banyak orang yang berani untuk berubah. Bahkan tidak suka dengan perubahan itu sendiri. Kenapa? Karena pada dasarnya ia telah merasa nyaman pada kemapanan. hal itulah yang membuat sebagian besar diantara kita sulit untuk merubah diri.

firman Allah SWT: “…….Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri……… ” (QS.Ar Rad: 11).
(lanjut …)






Next Page »