sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Kekurangan Ilmu

unduk | Al-Huda, Sosial, ekonomi | Thursday, February 26th, 2009
Albert Einstein

Albert Einstein

Pertanyaan :

Mengikuti kritik yang gencar sekali di buletin Al Huda tentang kehidupan ekonomi, membuat saya termenung dan juga bingung Kesan saya sepertinya pemerintah begitu tidak tahunya, atau kalau boleh saya katakan, bila saya ikuti buletin Al Huda apa adanya, maka bisa dikatakan bahwa pemerintah kekurangan ilmu, pemerintah kita begitu bodohnya!

Padahal disisi lain sama kita ketahui bahwa ekonomi Indonesia disusun dan dirancang oleh para ekonom jempolan. Ekonom terbaik Indonesia. Ekonom paling jempolan yang Indonesia miliki. Prof. DR. Wijoyonitisastro dan Prof. DR. Emil Salim yang merancang politik ekonomi Indonesia dan yang merancang pembangunan jangka panjang lima puluh tahun, yang kemudian merincinya lagi dalam pembangunan 2 X 25 tahun.

Setelah itu merincinya lagi dalam pembangunan lima tahun yang dikenal sebagai “Repelita” (rencana pembangunan lima tahun). Terakhir disusun aplikasinya secara tahunan, yang terurai satu per satu di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara(APBN).

Kemudian Prof. Wijoyo dan Prof. Emil Salim dibantu oleh puluhan profesor lainnya dan ratusan doktor. Semuanya adalah ekonom terbaik dan paling jempolan Indonesia pada masanya. Begitu pula di Bappenas sekarang diisi oleh puluhan doktor dan profesor yang sebagian diantaranya lulus dengan cumlaude dan memiliki prestasi ilmiah yang tinggi.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Manusia Pelaku Peradaban

unduk | Akhlaq | Tuesday, February 24th, 2009
Kuil Petra

Kuil Petra

Para filsuf telah berusaha untuk memberikan definisi kepada manusia sebagai “hewan yang berbicara”. Pandai berbicara bukan hanya sekedar mengucapkan kata-kata menurut penelitian para ahli, sebagian hewan juga berbicara dengan bahasa mereka dan memiliki akal dalam kadar yang sangat rendah. Berbicaranya manusia adalah dengan pembicaraan yang telah diolah oleh pikiran yang jemih. Sehingga hanya manusia yang menjadi pelaku peradaban.

Tatkala perilaku dan berbicara manusia itu tidak lagi mempergunakan akal pikiran, sehingga berjalan tidak lagi berdasarkan petunjuk wahyu Allah SWT, maka kemanusiaan manusia waktu itu gugur dan ia kembali sebagai makhluk yang kedudukannya adalah dapat disamakan dengan hewan; memiliki anggota tubuh yang membutuhkan makan dan minum, dan memiliki hasrat untuk melampiaskan nafsunya, bahkan mereka lebih sesat lagi.

Firman Allah : “Dan Sesungguhnya kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang temak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yanglalai “. (QS. Al-A’raf: 179).

Manusia ditinjau dari asli katanya berasal dari bahasa Arab yang disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai al-basyar, an-naas dan al-ins atau al-insan. Namun, jika ditinjau dari segi bahasa serta penjelasan Al-Qur’an sendiri, pengertian ketiga kata tersebut saling berbeda.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


hak anak, hormatkah kita kepadanya?

ksatria pelangi | Parenting | Monday, February 23rd, 2009
 Segelas Air

Segelas Air

Rasa haus mencengkeram seperti kemarau, dan segelas minuman ada dihadapan…

Mata bocah yang bening bulat itu, menatap lekat-lekat ke gelas minuman yang tersaji di hadapannya. Rasa haus sudah sedemikian membangkitkan keinginannya untuk meraih gelas itu.

Tiba-tiba datang seorang lelaki yang kemudian menyambar gelas itu. Sedetik kemudian perlahan gelas itu terbang menjauhi mata bening bocah yang sudah dibakar oleh hasrat kehausan. Gelas itu mendarat di tangan lelaki lainnya, yang duduk berhadapan dengan bocah itu.

Dan si bocah, rasanya mungkin perlu bantuan Tuhan untuk memendam rasa kecewanya….

***

“Nak, karena engkau kebetulan duduk di sebelah kananku, engkau berhak didahulukan dari yang lainnya. Karena itulah, aku meminta persetujuan darimu, relakah engkau, sekiranya minuman yang ada di tanganku ini kuberikan kepada orang yang duduk di sebelah kiriku?”

Rasa haus yang telah mencengkeram kerongkongan membulatkan tekad si bocah untuk berkata “tidak”, kepada lelaki yang sedemikian santun itu.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Rakyat Sebagai Pemilik Negara

unduk | Al-Huda, Sosial | Sunday, February 22nd, 2009
Gedung DPR MPR

Gedung DPR MPR

Pertanyaan :

Zakat dan sedekah itu adalah kewajiban perseorangan, yang ditujukan pada seseorang yang tergolong penerima zakat dan sedekah. Hikmahnya ialah agar setiap orang muslim mempunyai kepedulian terhadap penderitaan sesama. Dan secara aktif memberikan bantuan kepada fakir miskin dan orang lemah lainnya. Begitulah selama ini kami pahami tentang kewajiban zakat, dan sedekah sunat. Kalau urusan membantu fakir miskin itu merupakan urusan dan tanggung jawab pemerihtah, untuk apa lagi dipungut zakat? Karena semuanya sudah diselesaikan oleh pemerintah.

Hal itu perlu mendapatkan penjelasan yang benar. Jangan merubah-rubah atau menambah-nambah, sehingga aturan Allah SWT yang sudah paten, menjadi berobah oleh pemikiran manusia yang daif dan sangat terbatas.

Tentu saja, kami bicarakan ini dalam sistim negara Islam. Entahlah kalau negara yang berdasarkan kreasi dan daya pikir manusia.

Kiranya agama Islam, adalah agama yang paling perduli dengan bantuan dan pembelaan terhadap fakir miskin. Hal itu jelas sekali dari bertebarannya ayat-ayat tentang kewajiban menolong fakir miskin melaui kewajiban zakat dan suruhan sedekah sunat di dalam Al-Qur’an.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Tawakkal

unduk | Akhlaq, Mimbar Jum'at, Taqwa, Tauhid | Saturday, February 21st, 2009

Sikap tawakkal sebagai ciri-ciri kokohnya keimanan seseorang kepada Allah SWT, adalah sikap pasrahnya yang kuat kepada keputusan Allah SWT dalam segala urusan hidupnya, baik dikala senang alaupun diwaktu susah. la yakin bahwa Allah SWT Maha Pengatur, Maha Kuasa dan Maha Bijaksana dalam melakukan dan menentukan apa saja termasuk dalam hal memberikan rezeki kepada seseorang atau mencabutnya, memberikan kemenangan kepada suatu golongan atau menimpakan kekalahan kepadanya, mengangkat seseorang atau menduduki suatu jabatan atau mencopotnya dan menjatuhkannya.

Tawakkal merupakan bekal hidup seseorang yang beriman yang bisa menjadikan dirinya tabah dalam menghadapi apapun bentuk cobaan atau musibah yang menimpanya. Dengan sikap tawakkal, seorang mukmin akan merasa tenang dalam hidupnya. Bila ia mendapatkan kebaikan ia sadar bahwa Allah-lah yang memberikannya, untuk itu ia bersyukur. Bila ia ditimpa kesulitan atau mengalami musibah, ia sadar bahwa itu datang dari Allah sebagai batu uj ian baginya, dan ia yakin bahwa dibalik kesulitan dan musibah itu, pasti ada hikmah dan kemasalahatan yang dikehendaki oleh-Nya. Untuk itu ia akan bersabar dan bertawakkal.

Firman Allah SWT, “Katakanlah, sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakkal “. (QS. At-Taubah [9]: 51).

Seorang mukmin dalam situasi apapun dan bagaimanapun kritisnya, ia akan tetap percaya akan ke-Mahakuasaan Allah SWT. la akan memohon pertolongan-Nya, maka dirinya akan tentram, jiwanya tenang, sikapnya tabah. Segala sepak terjangnya hanyabersandar kepadaAllah SWT. Sebab, tanpa pertolongan Allah SWT dan tanpa bantuan-Nya, tindakan apapun yang ia lakukan, sistem apapun yang ia jalankan, strategi apapun yang ia terapkan, tak akan banyak artinya, meskipun dikemas dengan rapih dan teratur. Untuk itulah Allah SWT senantiasa memperingatkan orang beriman untuk jangan terpukau dengan kekayaan, kepintaran, kecerdasan, kekuasaan karena semua itu tak akan banyak berpengaruh, bila tidak ada pertolongan atau bantuan dari Allah SWT.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Hikmah dibalik Serangan Israel atas Bangsa Palestina

unduk | Indah Mulya, Sosial | Saturday, February 14th, 2009
gaza januari 2009

Gaza, Januari 2009

Setiap peristiwa pasti ada hikmahnya betapapun peristiwa itu tersebut bagi kita memang sangat pahit dirasakan, apalagi peristiwa tersebut adalah peristiwa yang mengharukan kita, biasanya kita sangat mudah menemukan hikmah yang ada di dalamnya. Dari sini akan kita coba lihat hikmah dibalik serangan israel atas bangsa Palestina.

Kita sudah mengetahui sekarang pada peristiwa yang dibicarakan baik di forum-forum, masjid ke masjid dan sebagainya, mereka semua membicarakan penyerangan bangsa Israel kepada saudara-saudara kita yang ada di Palestina Jalur Gaza itu juga pasti memberikan hikmah kepada kita, sehingga yang harus kita cari sekarang adalah tentu bukan hanya sekedar penyelesaian sesaat akan tetapi apa hikmah dibalik peristiwa ini.

Kalau kita menyakini bahwa sesuatu yang terjadi pada alam semesta ini tidak akan mungkin bisa terjadi kalau bukan karena ijin Allah SWT, tidak akan mungkin terjadi kecuali sepengetahuan Allah SWT, artinya apa? kalau kita berpikir secara sekuler kenapa Allah membiarkan begitu banyak korban yang berjatuhan dari anak-anak hingga orang tua bahkan korban itu berada pada pihak yang sebahagian besar adalah kaum muslimin. Kenapa dengan mudah begitu saja tangan-tangan Israel untuk mencabik-cabik wilayah yang mereka sudah sepakati.

Hikmah itu memang kita dapatkan di hari-hari belakangan ini, kalau memang kita cermat untuk melihat peristiwa ini sebagai bagian dari peristiwa yang diijinkan Allah, sebagaimana Allah menjelaskan dalam surat Ali Imran ayat 190 “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantiannya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal“.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Membangun Diri

unduk | An-Natijah, Sosial | Thursday, February 12th, 2009
santri cilik

santri cilik

Orang mukmin yang kuat lebih baik dan disukai oleh Allah SWT daripada orang mukmin yang lemah. Demikian pernyataan Rasulullah SAW dalam salah satu haditsnya yang diriwayatkan oleh Muslim. Kekuatan yang mendukung seseorang agar tampil sempurna terdiri dari kekuatan berpikir yang ditopang oleh ilmu pengetahuan, kekuatan jasmani yang sehat, dan kekuatan batin yang dilandasi iman dan taqwa. Disinilah perlunya tekad untuk membangun diri.

Kekuatan fisik yang dimiliki seseorang tidaklah dapat dipergunakan secara maksimal, apabila tidak didukung oleh pengetahuan yang cukup serta kemanpuan berpikir yang cerdas. Sebaliknya, apabila dia tidak berilmu pengetahuan yang cukup ia hanya dapat menggunakan tenaga dan kekuatannya untuk metaksanakan pekerjaan yang diperintahkan kepadanya.

Demikian juga, kekuatan fisik yang sehat serta didukung oleh ilmu yang mumpuni, sehingga ia mampu manjadi peminpin yang cerdas, pada saatnya akan terjadi penyimpangan apabila tidak didukung oleh ketahanan bathin serta pendirian yang kokoh.

Karena keberhasilan yang diraihnya akan dipergunakan hanya untuk bersenang-senang, dan berfoya-foya atau mengikuti hawa nafsunya. Kehidupan seperti ini adalah kehidupan yang merugi.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Mewaspadai Usia Tua

unduk | Akhlaq, Khairu Ummah, Sosial | Thursday, February 12th, 2009
usia lanjut

usia lanjut

Manusia tidak bisa menghindari usia tua selama ia masih mendapatkan kesempatan hidup di dunia ini. Kita berharap usia tua dengan perjalanan hidup yang semakin panjang membuat manusia semakin memiliki kematangan jiwa sehingga semakin mampu menyikapi kehidupan dunia yang sementara ini yang membuatnya tidak mudah terjebak oleh arus kehidupan dunia yang tidak baik.

Namun kenyataan menunjukkan bahwa usia tua ternyata tidak menjamin seseorang menjadi orang yang memiliki kematangan jiwa, bahkan tidak sedikit orang tua yang lupa kalau ia sudah tua sehingga masih saja melakukan penyimpangan, bahkan penyimpangan yang biasa dilakukan oleh anak muda.

Karena itu, Rasulullah saw mengingatkan kita semua tentang usia tua yang harus diwaspadai, beliau bersabda: “Hati orang tua itu mudah mencintai dua hal, yaitu: cinta dunia dan harta” (HR.Muslim dan Ibnu Majah).

Di dalam hadits lain, beliau bersabda: “Hati orang tua itu mudah mencintai dua hal, yaitu: panjang umur dan banyak harta” (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Hakim).

Dari dua hadits di atas, menjadi jelas bagi kita bahwa pada usia tua setiap kita harus mewaspadai tiga perkara, karena bisa jadi kecintaan dan keinginan pada tiga perkara ini akan membuat manusia melakukan penyimpangan dalam hidupnya.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Jangan Berandai-andai

unduk | Akhlaq, An-Natijah | Sunday, February 8th, 2009
berandai-andai

berandai-andai

Orang muslim itu kuat, tidak malas, bersemangat, rajin beramal dan bernyali kuat. Karenanya tidak berdaya dan malas adalah akhlak tercela. Dan Nabi SAW berlindung diri kepada Allah SWT dari keduanya.

Seringkali Nabi SAW bendoa: “Ya Allah, aku berlindung diri kepada-Mu, dari tidak berdaya, malas, pengecut, pikun dan pelit” (Muttafaq Alaih).

Sabda Nabi SAW: “Bekerjalah terhadap apa saja yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah dan janganlah lemah, Jika sesuatu terjadi padamu, maka jangan katakan: ‘Seandainya aku melakukan hal ini, pasti akan terjadi ini dan itu’. Namun katakan: ‘Allah telah menetapkan, dan apa yang Dia kehendaki, maka Dia kerjakan’.  Karena kata seandainya itu membuka pekerjaan syetan“.

Bentuk-bentuk ketidak berdayaan dan kemalasan itu seperti:

  1. Mendengar suara adzan, tidak menjawabnya, tidur-tiduran dan mengobrol sampai waktu shalat habis.
  2. Seseorang menghabiskan waktunya berjam-jam di warung-warung, di kursi-kursi tempat wisata padahal mempunyai pekerjaan yang harus dituntaskan.
  3. Tidak mengerjakan sesuatu yang bermanfaat seperti mencari ilmu, menggarap sawah ladang, membangun rumah dan sebagainya dengan alasan usia lanjut atau tidak ahli.
  4. Menetap disatu negeri dalam keadaan hina, namun tidak mencari negeri lain karena tidak berdaya dan malas. Di mana ia bisa melindungi agama dan kehormatannya.

Sumber : Lembar Risalah An-Natijah No. 03/Thn. XIV - 16 Januari 2009



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Pribadi Unik

unduk | An-Natijah, ekonomi | Sunday, February 8th, 2009

Manusia tercipta sebagai pribadi yang unik. Dalam kesempurnaan sebagai makhluk di antara makhluk lain, manusia juga memiliki kelebihan dan kekurangan yang melekat pada dirinya, seperti dua sisi mata uang yang tak terpisahkan.

Keunikan inilah yang seringkali menjadikan manusia sebagai makhluk yang kompleks, yang begitu spesial dan berbeda dengan makhluk apa pun di dunia ini. Terkadang kita mudah mengerti akan watak seseorang karena kesederhanaan, sikap dan perilakunya, namun seringkali kita pun sulit memahami seseorang karena kompleksitas keadaan yang dialaminya.

Manuasia memiliki kelebihan dan kekurangan, yang sebenamya merupakan bagian dari kesempurnaannya. Dua hal tersebut selalu memberikan warna pada dirinya sehingga dapat menjadikan hidupnya begitu indah dan menarik. Dua hal tersebut justeru memberikan dinamika bagi kehidupannya.

Namun sangat disayangkan, kebanyakan diantana kita kerap kali hanya mau melihat orang lain dari sisi kelebihannya tanpa mau melihat pula sisi kekurangannya. Terutama hal ini dilakukan oleh para pimpinan sebuah perusahaan, misalnya kepada para karyawan

(lanjut …)






Next Page »