Tamu Agung

unduk | An-Natijah | Sunday, August 31st, 2008

Selamat berpuasaBila kita mendapat berita bahwa seorang tamu istimewa yang sangat kita cintai dan rindukan selama ini akan mengunjungi kita, tentulah hati kita merasa gembira dan langsung bersiap-siap menyambutnya dengan persiapan yang telah disusun sebelum tamu tersebut hadir.

Terlebih lagi jika tamu yang kita cintai dan rindukan itu dicintai dan bahkan dimuliakan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya, bahkan sangat dirindukan pula oleh seluruh umat Islam sedunia, tamu tersebut tiada lain adalah Ramadhan, bulan yang membawa kebaikan, keberkahan, rahmat serta karunia Allah SWT bagi hamba-hamba-Nya yang beriman.

Berbahagia dan bersyukurlah, bahwa kita masih dikaruniakan kesempatan bertemu dengan Ramadban, bulan di mana Allah SWT melipat-gandakan pahala ibadah kita dan menghapus dosa yang telah lalu bagi hamba-Nya yang melaksanakan ibadah puasa, shalat tarawih, bersedekah dan amal shalih lainnya dengan penuh keimanan. Sementara itu, sudahkah kita mempersiapkan diri untuk enyambut tamu mulia yang membawa kebaikan dan keberkahan ini? Lantas persiapan apa saja yang perlu
kita lakukan?

(lanjut …)



Sambut Ramadhan

unduk | Ibadah,Mimbar Jum'at | Saturday, August 30th, 2008

Marhaban ya ramadhanSuatu kali dua bulan menjelang bulan Ramadhan Rasulullah berdo’a, “Ya Allah limpahkan keberkahan atas diriku di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah (usiaku) ke bulan Ramadhan“.

Dari do’a Beliau yang singkat namun sarat makna ini, kita bisa menangkap bahwa, betapa Rasulullah Saw sangat mendambakan bulan Ramadhan, meski masih dua bulan lagi (yaitu sejak bulan Rajab kemudian Sya’ban) menjelang Ramadhan, Beliau sudah bermohon kepada Allah S WT untuk disampaikan usianya kepada bulan Ramadhan.

Hasrat Rasulullah Saw yang demikian mendalam terhadap bulan Ramadhan, kiranya membuat kita bertanya-tanya, merenungi mengapa Rasulullah Saw sangat mendambakan bulan Ramadhan?

Jika, kita membaca berbagai bukti yang berkenaan dengan Ramadhan, betapa kita akan mendapatkan penjelasan tentang keutamaan-keutamaan bulan suci Ramadhan diantaranya sabda Rasulullah Saw yang sangat populer “Bila bulan Ramadhan datang, maka pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu (neraka) Jahannam ditutup” (HR. Bukhari).

Saking banyaknya kebaikan yang terdapat pada bulan Ramadhan, Rasulullah Saw menyatakan pintu neraka ditutup pada bulan ini, dan pintu surga dibuka selebar-lebarnya.

(lanjut …)



Memaknai Ulang Kemerdekaan

unduk | An-Natijah | Saturday, August 30th, 2008

63 tahun indonesia merdekaHurriyah atau kemerdekaan adalah frasa yang senantiasa menjadi idaman bagi setiap orang atau perkauman di mana pun. Sebagai sebuah kondisi yang diperjuangkan untuk melepaskan diri dari keterkungkungan hidup, mencapai kemandirian hidup.

Betapa fenomena perbudakan atau keterkungkungan tak ayal menjadi sesuatu yang harus dienyahkan dalam kehidupan. Diraihnya kemerdekaan itulah yang puncak dari kenikmatan hidup, artinya seseorang atau banyak orang secara mandiri/independen dapat melakukan segala sesuatu dengan tanpa dihambat oleh sekat-sekat keterkungkungan hidup.

Konteks ini pernah diucapkan oleh Imam Ali bin Abi Thalib, sebagai sahabat dan kerabat terdekat Nabi Muhammad SAW, yang dirinya dikenal juga sebagai pintunya ilmu (baabun ilm).

(lanjut …)



Hak Waris si Pembunuh

unduk | Al-Huda | Saturday, August 23rd, 2008

Pertanyaan :

Buletin Al Huda minggu lalu yang menyampaikan bahwa ahli waris yang membunuh pemilik harta waris adalah tidak mendapatkan waris. Kedengarannya hal itu ringan dan jelas sekali. Tapi, bagi kami sekeluarga hal itu tidaklah ringan, bahkan ruwet, memusingkan, dan akhirnya membuat kami tidak tahu apa yang harus dikerjakan.

Kami lima bersaudara. Kakak yang tertua laki-laki, yang nomor dua dan tiga perempuan. Saya yang nomor empat laki-laki. Adik saya yang nomor lima perempuan.

Menurut cerita ayah dan ibu, sampai enam tahun perkawinan mereka tindak mempunyai anak. Sehinga ayah dan ibu berusaha kesana kemari, baik melalui dokter, maupun yang bukan dokter. Akhirnya pada tahun kedelapan perkawinan mereka lahirlah kakak kami yang tertua. Sesudah itu, kehamilan ibu lancar, setiap dua tahun ibu melahirkan seorang anak, sehingga semuanya berjumlah lima orang.

(lanjut …)



Menukar Nikmat

unduk | Mimbar Jum'at | Saturday, August 23rd, 2008

Kata nikmat berasal dari bahasa Arab yaitu ni’matun, dalam bentuk kata jama’ (plural) ni’amun atau ni’maatun yang artinya segala suatu kebaikan yang diberikan Allah kepada manusia baik berupa harta atau bentuk lainnya.

Nikmat selalu diidentikkan dengan karunia. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan karunia adalah pemberian atau anugerah dari yang lebih tinggi kepada yang lebih rendah. Nikmat atau karunia diberikan Allah SWT kepada manusia adalah dalam rangka membangun ketaatan kepada-Nya. Oleh karena nikmat datangnya dari Allah SWT, maka manusia sebagai penerima nikmat diperintah untuk mensyukurinya.

Allah berfirman, “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih“. (QS. Ibrahim [14]: 7)

(lanjut …)



Istighfar dan Pilar Keimanan

unduk | Indah Mulya,Tauhid | Thursday, August 21st, 2008

Meraih Ampunan Allah

Kita telah melewati bulan Rajab dan Sya’ban dan sekarang kita telah menikmati hidangan bulan yang kita nanti-nantikan yaitu bulan suci Ramadhan 1429 H. Nabi Muhammad SAW memang serins kali berdoa setiap bulan Rajab dan Sya’ban keduanya di aminkan oleh para sahabat-sahabatnya “Ya Allah ya Tuhan kami, berkati kami di bulan Rajab dan juga di bulan Sya’ban dan sampaikan umur kami ya Allah untuk memasuki bulan suci Ramadhan“, mudah-mudahan doa ini diijaabah untuk kita sekalian sehingsa dapat menikmati hidangan yang indah dan suci yaitu bulan Ramadhan.

Pada bulan Rajab yang lalu kita diminta untuk banyak-banyak beristighfar dan mohon ampun kepada Allah dan juga banyak-banyak memberikan maaf kepada saudara-saudara kita. Imam Ghozali telah mengatakan “Allah tidak akan mudah mengampuni hamba-Nya, ketika seorang hamba-Nya tidak juga mudah mengampuni saudaranya“. Ini adalah kaidah siklus yang memang sepatutnya menjadi bagian jiwa kita, kalau kita ingin berharap Allah menurunkan rakhmat, maka berikan rakhmat kepada orang lain, kalau kita berharap untuk mendapatkan barokah, maka banyaklah memberikan manfaat kepada orang lain, kalau kita ingin berharap ditolong Allah banyaklah untuk menolong orang lain, begitu juga kalau kita ingin diampuni Allah, maka banyak-banyaklah memberikan maaf kepada orang lain.

(lanjut …)



Prioritas Cinta

unduk | An-Natijah | Thursday, August 21st, 2008

Menurut lndrawan WS dalam Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Cinta itu adalah perasaan ingin dimiliki dan memiliki atau rasa rindu yang teramat dalam. Dalam Bahasa arab disebut Hubb atau Mahabbak.

Jadi pantas, jika seseorang jatuh cinta terhadap sesuatu maka ia pun rela berkorban dan berjuang untuk menggapainya. Namun cinta yang paling diprioritaskan adalah mencintai Allah SWT dan Rasul-Nya Kecintaan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya diwujudkan dalam bentuk kepatuhan dan ketaatan yang tidak “neko-neko”.

Dalam hadits Qudsi Allah SWT berfirman: “Mereka yang berteman satu sama lainnya karena Aku, berhak memperoleh cinta-Ku, dan mereka yang saling membantu antara sesamanya karena Aku berhak memperoleh cinta-Ku. Dan tiadalah seorang meslimin laki-laki atau wanita berserah diri karena Allah atas kematian tiga orang dari anak kandungnya yang belum dewasa, pasti Allah memasukannya ke dalam surga yang dilimpahi karunia rahmat-Nya” (HR.Thabrani).

(lanjut …)



Mata Hati

unduk | Mimbar Jum'at,Tauhid | Monday, August 18th, 2008

Bashirah sama artinya dengan akal, kecerdikan, saksi, argumentasi, penjelasan, atau petunjuk. Menurut istilah tashawuf, arti bashirah adalah hati yang diterangi oleh sinar kepastian yang tersembunyi dan tidak tampak, yakni daya kalbu yang mempunyai kemampuan melihat hakikat sesuatu karena mendapat sinar dari nuur (cahaya ketuhanan). Daya yang demikian disebut pula dengan istilah al-quwwah al-qudsiyyah (daya kesucian).

Seorang teolog Arab al-Jurjani (1340-1431) mengatakan ada pandangan mata kepala (bashar), dan ada pandangan mata hati (bashirah). Bila bashar adalah pandangan mata lahir yang hanya dapat melihat sesuatu yang bersifat material dan konkrit, maka bashirah adalah pandangan mata hati yang dapat melihat sesuatu secara spiritual dan abstrak. Seorang peneliti ilmu tashawuf, Nicholson, mengatakan bahwa, kaum sufi memandang Tuhan bagaikan sinar yang menerangi surga dan dunia, yang tidak terlihat oleh mata kepala manusia. la hanya terlihat oleh bashirah (mata hati), dan itulah hati yang diterangi oleh cahaya kepastian yang tersembunyi dan tidak pernah akan tampak oleh mata lahiriyah.

(lanjut …)



Hakikat Tauhid Dalam Kehidupan

unduk | Indah Mulya,Tauhid | Saturday, August 16th, 2008

Keyakinan akan kebenaran Allah

Seorang muslim pertama kali menghadapi cahaya kehidupan dengan kalimat tauhid, dan terakhir kali ia meninggakan dunia dengan kalimat tauhid pula, dan antara masa hayi sampai kematiannya tidak memiliki tugas selain menegakkan dan menyeru kepada tauhid.

Pengertian akidah secara bahasa adalah keyakinan yang mantap. Manakala keyakinan sekarang itu kuat dan kokoh, barangkali dijebloskan ke dalam penjarapun, dia tidak merasakan apa-apa bahkan mungkin merasa nikmat karena dapat mempertahankan prinsip hidupnya. Boleh jadi dalam pandangan orang lain ia menderita tapi dalam perasaannya, dia merasa enak dan nikmat.

(lanjut …)



Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW

unduk | Mau'izah Hasanah | Saturday, August 16th, 2008

Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami pertihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (Q.S.Al-Israa’:1)

Isra’ Mi’raj adalah peristiwa luar biasa yang dialami Rasulullah pada malam 27 Rajab tahun ke 12 kenabian, begitu luar biasanya sehingga Allah mengfirmankan ayat yang menjadi petunjuk mengenai hal tersebut dengan kata SUBHANA, sebuah ungkapan ketika melihat kejadian yang menakjubkan. Menurut imam Al Harits : Tasbih itu berfungsi sebagai bantahan yang menolak kepada orang-or-ang kafir, karena setelah nabi Muhammad SAW menceritakan kepada mereka tentang Isra’ mereka mendustakannya. Jadi artinya adalah bahwa Maha Suci Allah dari menjadikan seorang Rasul yang bohong.

(lanjut …)







Next Page »