sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Ceriakan Penampilan Wajah

unduk | Kisah | Monday, June 30th, 2008

Abu Yazid Al Busthami, pelopor sufi, pada suatu hari pernah didatangi seorang lelaki yang wajahnya kusam dan keningnya selalu berkerut. Dengan murung lelaki itu mengadu, “Tuan Guru, sepanjang hidup saya, rasanya tak pernah lepas saya beribadah kepada Allah. Orang lain sudah lelap, saya masih bermunajat. Istri saya belum bangun, saya sudah mengaji. Saya juga bukan pemalas yang enggan mencari rezeki Tetapi mengapa saya selalu malang dan kehidupan saya penuh kesulitan?”

Sang Guru menjawab sederhana, “Perbaiki penampilanmu dan rubahlah roman mukamu.

Kau tahu, Rasulullah adalah penduduk dunia yang miskin namun wajahnya tak pernah keruh dan selalu ceria. Sebab menurut Rasulullah, salah satu tanda penghuni neraka ialah muka masam yang membuat orang curiga kepadanya.”

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Berusaha Mandiri

unduk | Mimbar Jum'at, Sosial | Saturday, June 28th, 2008

Ketika Abdurrahman bin ‘Auf hijrah ke Madinah, seorang sahabat Anshar bernama Sa’ad bin Rabi’ menawarkan bantuan berupa harta dan juga keluarga. Abdurrahman menolak secara halus dan hanya meminta Sa’ad mengajaknya ke pasar. Sa’ad lalu menunjukkan ke pasar Yahudi Bani Qainuqa’ dan Abdurrahman segera mulai berdagang. Setiap hari dia membawa keuntungan dan makanan.

Sebulan kemudian Abdurrahman bin’ Auf mendatangi majelis tempat Rasulullah Saw biasa berkumpul. Rasulullah Saw menyapa, “Bagaimana kabarmu Abdurraman?” Dengan senyum Abdurrahman bin ‘Auf menjawab, “Saya sudah menikah”. Nabi bertanya, “Dengan apa engkau bayar mahar?”. Abdurrahman bin ‘Auf menjawab. “Dengan butir-butir emas wahai Rasulullah”.

Cuplikan kisah di atas merefleksikan nilai-nilai islami yang dipraktekkan secara baik oleh Abdurrahman bin ‘Auf di dalam berikhtiar mencari penghidupan, diantaranya adalah nilai kemandirian. Abdurrahman yakin bahwa keahliannya dalam berdagang bisa dimanfaatkan jika ia mau memaksimalkannya. Keyakinan itu dibuktikan dalam amalan sehingga ia bisa memenuhi kebutuhannya tanpa mengandalkan bantuan orang lain.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Buah Mengikuti Rasulullah

unduk | Khairu Ummah | Saturday, June 28th, 2008

Ali lmran 3:31

Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. ” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ” (Ali lmran 3:31).

Imam Jalaluddin As Suyuthi dalam tafsirnya Ad-Duril Mantsuur (mutiara yang ditebar) Juz 2/238 menafsirkan hal tersebut dengan membawakan beberapa hadits. Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Jarir dari Hasan ra: “Ada suatu kaum yang datang kepada Nabi saw: Yaa Rasulullah sesungguhnya kami amat mencintai Tuhan kami, maka Allah menurunkan ayat tersebut“.

Dari Umar ra berkata nabi saw: “Tidak sempurna keimanan seseorang sehingga hawa nafsunya tunduk kepada apa-apa yang datang kepada kalian (Alqur’an dan sunnah)“.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Agama-agama baru

unduk | Al-Huda, Sosial | Thursday, June 26th, 2008

Pertanyaan :

Kalau tidak salah Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan juga buletin Al-Huda memberikan jalan keluar dalam masalah Ahmadiyah untuk berdiri sendiri sebagai agama dan berada di luar agama Islam.

Pertanyan Kami apakah kesempatan untuk menjadi agama baru tersebut hanya spesial diperuntukkan kepada Ahmadiyah?. Ataukah juga terbuka untuk berbagai pihak lain yang bisajadi akan mendirikan agama baru. Sebagai contoh “komonitas Eden”-nya Lia Aminudin. Ataupun orang yang bernama Mosadeq yang sekarang sedang diadili, apakah mereka itu bisa bikin agama baru?.

Menurut hemat kami hal itu perlu difikirkan dengan matang, karena kepu-tusan untuk mempersilahkan Ahmadiyah membikin agama baru, apa tidak menjadi bumerang bagi agama Islam dan umat Islam Indonesia di masa depan?, karena berdasarkan preseden terhadap Ahmadiyah itu kemudian mereka bisa menggunakan opsi tersebut untuk keluar dari Islam.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Gerakan Sholat Mengandung Terapi Kesehatan

unduk | Ibadah, Indah Mulya | Wednesday, June 25th, 2008

sholat jamaahSholat itu tiang agama

Dalam salah satu hadits Nabi disebutkan “asholatu imanuddin“, sholat itu adalah tiang agama, orang yang sholat adalah yang menghidupkan agama dan orang yang tidak sholat adalah yang mematikan agama.

Secara harfiah sholat merupakan tiang agama, maka siapa yang sholat dia telah menegakkan agamanya, dan yang tidak sholat berarti dia telah menghancurkan agamanya.

Menurut pandangan ulama-ulama tasawuf yang ditinjau dari filsafat Rasulullah SAW, mengungkapkan sholat itu merupakan tiang agama. Agama memiliki 3 (tiga) pilar yaitu :

  1. Iman
  2. Ikhsan
  3. Islam

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Bidadari Syurga

unduk | Kisah | Monday, June 23rd, 2008

Dalam suatu kisah yang dipaparkan Al Yafi’i dari Syeikh Abdul Wahid bin Zahid, dikatakan: Suatu hari ketika kami sedang bersiap-siap hendak berangkat perang, aku meminta beberapa teman untuk membaca sebuah ayat. Salah seorang lelaki tampil sambil membaca ayat Surah At Taubah ayat 111, yang artinya sebagai berikut :

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan sorga untuk mereka”

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Pengertian Sumpah

unduk | Mimbar Jum'at | Sunday, June 22nd, 2008

Sumpah menurut pengertian syara’ yaitu menahkikkan atau menguatkan sesuatu dengan menyebut nama Allah S WT, seperti; walLahi, bilLahi, talLahi. Secara etimologis arti sumpah yaitu:

  1. Pernyataan yang diucapkan secara resmi dengan bersaksi kepada Allah SWT untuk menguatkan kebenaran dan kesungguhan.
  2. Pernyataan yang disertai tekad melakukan sesuatu menguatkan kebenarannya atau berani menerima sesuatu bila yang dinyatakan tidak benar.
  3. Janji atau ikrar yang teguhakan menunaikan sesuatu.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Tanpa Disadari

unduk | An-Natijah | Sunday, June 22nd, 2008

Peristiwa alam yang terus menerus berlanjut semakin menunjukkan kuantitas dan kualitas yang semakin meningkat. Telah banyak korban dan nyawa yang hilang, belum lagi penderitaan bagi mereka yang selamat. Mungkin pencipta bumi ini mendemonstrasikan sebagian kecil dari kekuasaan-Nya untuk mengingatkan hambanya agar menyadari posisinya yang sangat lemah. Begitu juga denganProkontra kenaikanBBM, ini juga menunjukkan sekaligus merupakan peringatan bagi kita bahwa sesungguhnya yang berkuasa dan tetap akan berkuasa sepanjang zaman hanyalah Allah SWT. Bukan, Amerika dan sekutunya, bukan Israel, bukan BBM, bukan presiden, dan bukan “rakyat” (sebagaimana paham demokrasi yang menyatakan, bahwa yang paling berdaulat dan paling berkuasa). Kekuasaan, harta kekayaan, hakikatnya milik Allah SWT. Manusia cuma diberikan wewenang hanya sebatas pemakai atau melaksanakan amanah yang kemudian nanti akan dipertanggungjawabkan di hadapan pemilik-Nya. Firman Allah SWT: “Benar-benar pada hari itu kamu akan dimintai segala pertanggung-jawaban” (QS. At Takkatsur 8 )

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Masjid dan Pengurusan Masalah Sosial

unduk | Al-Huda | Sunday, June 15th, 2008

Pertanyaan :

Ditempat kami ada dua masjid yang menyelenggarakan shalat Jum’at dan ada enam mushola yang tidak menyelenggarakan shalat Jum’at. Di dua masjid tersebut ada pengajian kaum ibu (majelis taklim kaum ibu) yang mengadakan pengajian rutin mingguan pada hari se-nen dan kamis di sore hari sesudah waktu shalat zuhur sampai pk 16.00. Sedangkan dari enam mushola hanya ada dua majelis taklim kaum ibu, yang sama-sama pengajian rutinnya pada hari Jum’at sore.

Di kedua masjid tersebut belum ada penyantunan anak yatim yang rutin setiap bulannya. Yang ada hanya pada waktu ledul Fitri yaitu pembagian zakat fitrah. berupa beras dan uang.

Sedangkan di mushola-mushola juga sama hanya ada santunan yatim pada waktu ledul Fitri dan pada saat peringatan hari besar Islam. Musholah itu tampaknya lebih aktif dari masjid. Bahkan pada bulan Juli mendatang disaat liburan sekolah musholah tersebut akan menyelenggarakan sunatan masal untuk anak yatim dan anak fakir miskin. Bahkan tiga tahun yang lalu di mushola tersebut pernah diselenggarakan perkawinan masal. Maklumlah di daerah kami cukup banyak keluarga yang sudah mempunyai anak, tapi belum dalam hubungari suami isteri yang sah. Mereka pada umumnya adalah kaum pendatang dari Jawa (mohon maaf, bukan untuk menggunjing). Pada umumnya mereka mengaku bahwa sebelum itu mereka hanya kawin dibawah tangan, yaitu dikawinkan oleh kiyai di kampung. Tetapi belum terdaftar di KUA, karena mahalnya ongkos kawin di KUA.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Hakim Syuraih

unduk | An-Natijah | Sunday, June 15th, 2008

Dalam satu khutbahnya Nabi SAW pernah menyampaikan: “Orang-orang sebelum kamu telah binasa disebabkan bila seorang bangsawan mencuri dibiarkan (tanpa hukuman) tetapi jika yang mencuri orang awam (lemah) maka ditindak atas nama hukum. Demi Dzat dalam jiwaku dalam genggaman-Nya, apabila Fatimah putri Muhammad mencuri, maka akupun akan memotong tangannya” (HRBukhari).

Tidak mudah untuk melaksanakan dan menegakkan suatu keadilan, banyak hambatan (gangguan) yang menyebabkan keadilan itu sulit untuk ditegakkan. Sebagaimana dan
sering banyak teajadi keputusan yang tidak terlepas dan campur tangan dan tekanan orang-orang kuat, rekayasa, upeti dan iming-iming dari pihak-pihak tertentu sudah menjadi hal yang lumrah untuk mempengaruhi satu keputusan.

(lanjut …)






Next Page »