Kunci-kunci Rezeki

unduk | Ibadah,Sosial | Friday, January 6th, 2012
kunci rezeki

kunci rezeki

Nabi Nuh ‘alaihis salam pernah berkata kepada kaumnya: “Wahai kaumku, Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu—(yaitu) sembahlah olehmu Allah, bertakwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku—Niscaya Allah akan mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu (memanjangkan umurmu) sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu Mengetahui.” (QS. Nuh 2-3)

Nuh ‘alaihis salam juga berkata: “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun—Niscaya Dia akan mengirimkan hujan lebat kepadamu, membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun serta mengadakan (pula di dalamnya) sungai-sungai untukmu.” (QS. Nuh: 10-11)

Dari beberapa ayat di atas terdapat beberapa pelajaran, di antaranya:

Pertama, dakwah para nabi ushul(asas)nya adalah sama yaitu Tauhid (menyeru beribadah kepada Allah saja dan meniadakan sesembahan selain-Nya), meskipun syari’atnya berbeda-beda.

Kedua, dalam berdakwah, para nabi mengedepankan Al Ahamm fal ahamm (yang lebih terpenting di antara yang penting) yaitu Tauhid sebelum yang lain.

(lanjut …)



Kekuatan Majelis Zikir dan Ilmu

unduk | Sosial,Tauhid | Tuesday, July 26th, 2011
majelis zikir

majelis zikir

Ibnu Mas’ud ra pernah didatangi oleh jamaahnya selepas taklim. “Tempat mana yang harus aku datangi saat aku mendapati keadaanku galau dan terasing?” seru jamaah.

“Datangilah tempat yang Alquran sering dibacakan. Kamu duduk dan simak bacaannya. Niscaya kamu akan dapati ketenangan. Lalu, datangi tempat-tempat yang kamu diajak untuk mengingat dan menyebut Allah dan akan bertambah ilmumu. Terakhir, datangi alas sajadahmu di keheningan malam dan mengadulah kepada Rabb Pengatur hidupmu.”

Cerita sarat hikmah ini boleh jadi menjadi bagian dari cerita hidup kita. Karena satu hal yang pasti, keadaan galau dan terasing menjadi sesuatu yang tidak bisa terpisah dalam perjalanan hidup manusia. Dan, di antara kunci melepas lara dan keterasingan hidup adalah dengan sering mendatangi majelis-majelis ilmu dan zikir.

Rasul pernah mengatakan, betapa beruntungnya orang yang rajin dan istigamah hadir di majelis-majelis ilmu dan zikir. “Tidaklah satu kaum duduk membaca Al-quran lalu mengkajinya dan berzikir kecuali akan menyita perhatian para malaikat, terliputi ketenangan di hatinya, ditenggelamkan dalam lautan rahmat-Nya dan semakin dimasyhurkan namanya di hadapan makhluk Allah.”

(lanjut …)



Mengolok-olok Agama

unduk | Sosial,Tauhid | Wednesday, May 25th, 2011
mengolok-olok

mengolok-olok

Remeh, tapi mematikan! Seperti setetes tuba yang tercampur dalam genangan air susu, merusak semuanya. Tak ada beda, sengaja ataupun tidak keduanya tercampurkan.

Dan ada “setetes” yang sangat berbahaya bagi eksistensi keimanan seseorang: “Istihza”, yaitu mengolok-olok sesuatu dari agama yang mulia ini. Baik dengan sengaja maupun hanya sekedar bersenda gurau. Baik dengan lisan, maupun dengan gerakan anggota badan, seperti kedipan, sunggingan bibir dan lain sebagainya.

Istihza’ (mengolok) terhadap Allah, al-Qur’an dan Rasul-Nya hari ini dipandang sebagai hal remeh dan tidak berdampak apa-apa. Justru dari peremehan inilah, ia menjelma menjadi sebuah monster kekafiran yang kadang tersembunyi dalam selimut yang berlabel iman.

Atau mungkin, ada sebagian orang yang kebangetan pintemya, mencoba mengartikan lain, “bukan mengolok-olok, ini adalah mengkritisi, memberikan wacana agar kaum Muslimin mendapat pencerahan, sehingga tidak selalu berwatak tradisionalis dan jumud”

(lanjut …)



Taqrib, Kewajiban yang Terabaikan

unduk | Sosial | Thursday, May 19th, 2011
taqrib

taqrib

Suatu hari, di Masjid Nabawi, para sahabat sedang duduk berkumpul dan berbincang-bincang dengan akrab. Di salah satu bagian masjid, para sahabat yang berbincang-bincang itu adalah mereka yang tadinya berasal dari Kabilah Aus dan Khazraj.

Sungguh pemandangan yang sangat indah dan menenteramkan. Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW telah merekatkan hati yang sebelumnya tercerai-berai, memadamkan api dendam yang tadinya menyala-nyala, serta menumbuhkan benih-benih keharmonisan yang sebelumnya terkurung di kegelapan lipatan sekat-sekat perpecahan.

Aus dan Khazraj adalah dua kabilah yang pernah terlibat peperangan selama sekitar 120 tahun. Ada banyak perang yang mereka jalani. Yang paling terkenal adalah Perang Bu’ats. Pada perang ini, kemenangan silih berganti diraih oleh kedua pihak. Kemenangan di satu pihak artinya kekalahan di pihak lain.

(lanjut …)



Lakukan yang Baik

unduk | An-Natijah,Sosial | Friday, December 10th, 2010
petani

petani

Tahun hijrah 1432 talah kita masuki bersamaan dengan beradanya kita di tahun 2011 miladiyah. Dua bilangan tahun saling berdekatan, tentu secara sunatullah tidak ada yang terlalu istimewa untuk kita kaum yang beriman pikirkan.

Toh, itu semua hanyalah perhitungan waktu sesuai dengan cara penghitungannya masing-masing. Masehi menurut pergerakan matahari (syamsiah), sedangkan hijriyah berdasarkan pergerakan bulan (ijamariah). Artinya, bunii yang kita pijak tetaplah satu, langit yang menyelimuti semesta raya ini pun langit yang sama pula.

Perbedaan model perhitungan waktu dalam bilangan tahun karena memang melihat konteks kejadian peristiwa yang berbeda. Dalam konteks Islam, misalnya, Khalifah Ummar bin Khattab menjadikan momentum hijrahnya Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah sebagai pangka! dimulainya perhitungan almanak Islam itu.
(lanjut …)



Tirani Minoritas?

unduk | Akhlaq,Ibadah,Sosial | Monday, September 20th, 2010
tolak ciketing

tolak ciketing

Saat ini, umat Islam dan Pemerintah Indonesia menjadi tertuduh oleh sesuatu yang masih harus dikaji lebih jauh kebenaran tuduhan tersebut. Namun, kampanye berbagai pihak telah menstempel seolah-olah tuduhan itu adalah benar.

Inilah tuduhannya: intoleran, tak ada kebebasan beribadah, tak ada kebebasan beragama! Padahal, persoalannya sama sekali bukan itu. Persoalannya adalah masalah pendirian rumah ibadah. Tentu, itu dua hal yang berbeda.

Di mana-mana, bahkan di pusat-pusat peradaban dunia, seperti New York, Paris, Berlin, London, Sydney, dan sebagainya, masalah pendirian rumah ibadah merupakan persoalan yang tiada henti. Tentu, jika di Barat— yang menjadi pusat-pusat peradaban dunia itu—umat Islam mengalami kesulitan. Umat Islam yang menjadi minoritas itu dihambat dengan alasan heritage (kasus Camden, Sydney), lanskap (Swiss), budaya (Paris), diskriminasi (London), dan sebagainya. Tapi, jika dilacak lebih jauh, alasan perbedaan agama yang menjadi pangkal persoalan.

(lanjut …)



Adab Berhari Raya

unduk | Akhlaq,Idul Fitri,Sosial | Monday, September 6th, 2010
shalat idul fitri di pelabuhan sunda kelapa

shalat idul fitri di pelabuhan sunda kelapa

Tak terasa, sebentar lagi umat Islam di seantero jagad akan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1431 H. Inilah, hari kemenangan bagi mereka yang berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan. Semua umat Muslim bersuka cita menyambut datangnya hari raya.

Umat Muslim di berbagai tempat, daerah, dan negara memiliki tradisi masing-masing dalam menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri. Namun, intinya pada saat hari raya, setiap keluarga bisa berkumpul, saling mengunjungi, dan bersilaturahim, serta saling memaafkan.

Agar Idul Fitri 1431 H benar-benar bermakna, sebaiknya seorang Muslim hendaknya memperhatikan adab berhari raya. Rasulullah SAW telah memberi contoh dan teladan tentang adab berhari raya.

Dalam Kitab Mausuu’atulAadaab Al-Istaamiyyah, Syekh Abdul Azis bin Fathi As-Sayyid Nada menjelaskan adab berhari raya secara rinci.
(lanjut …)



Zakat, Penyelamat Kehidupan

unduk | ekonomi,Sosial,Syariat | Sunday, September 5th, 2010

zakat fitrah

zakat fitrah

Bangsa ini sedang dibelit segudang masalah. Sekian banyak masalah ini berurat akar pada masalah ekonomi yang sampai hari ini belum mencapai keadaan yang setimbang.

Ekonomi adalah nyawa sebuah komunitas dan isu yang sangat sensitif bagi publik. Kondisi berbalik diametral, seperti kaya-miskin, atau kurang-lebih, adalah petunjuk bahwa memang Allah swt adalah Dzat yang Maha adil dan Maha Menguji. Setiap kondisi adalah ujian bagi manusia yang kelak akan diperhitungkan dan bisa berubah sewaktu-waktu menurut takdir-Nya.

Menjadi orang yang berkecukupan secara material memiliki sejumlah konsekuensi yang harus dipenuhi. Selain beribadah ritual secara pribadi, orang-orang yang diberi kelebihan harta juga harus beribadah secara sosial.

Di dalam harta yang kita terima, ada sebagian hak orang lain yang dititipkan, yang harus dipisahkan. Dalam konsep kehartabendaan dalam Islam, sebagian hak orang lain itulah yang lazim kita sebut sebagai zakat. Hukumnya adalah wajib fardhu ‘ain (wajib atas setiap individu yang memenuhi kriteria).

(lanjut …)



Pemimpin Jatuh Miskin

unduk | Akhlaq,Sosial | Friday, September 3rd, 2010
garuda pacasila

garuda pacasila

Mengapa bangsa ini sulit sekali menjadi akil-balig? Belajar untuk bertanggung jawab layaknya orang dewasa. Para elite politik terus memperagakan perilaku kekanak-kanakan.

Gemar meminta banyak hal kepada negara sembari kerja malas-malasan. Petinggi negara masih juga tampak rileks, bahkan para koruptor pun dapat hadiah grasi. Segala hal di negeri ini seolah berjalan normal.

Kalau anak balita wajar bersikap kekanak-kanakan karena mereka memang homo ludens, makhluk bermain. Tapi, manakala para petinggi nasional masih bermain-main dengan urusan negara dan bangsa, lantas di mana pertanggung-jawabannya? Padahal saat ini hidup rakyat kian susah, perahu bangsa dalam pertaruhan, dan negeri ini tengah dilecehkan tetangga.

Sungguh, betapa sulit memahami nalar kekanak-kanakan elite politik yang menuntut adanya rumah aspirasi dengan anggaran keuangan negara. Kalau pakai anggaran sendiri tentu elegan. Bukankah selama ini mereka dibayar negara, yang salah satu kewajibannya ialah menyerap aspirasi rakyat.

(lanjut …)



Berdagang dengan Allah

unduk | Akhlaq,Kisah,Sosial | Saturday, August 28th, 2010
dagang unta

dagang unta

Rasulullah SAW terbiasa mengajarkan kepada sahabat-sahabatnya untuk senantiasa bersabar atas segala sesuatu yang menimpa mereka. Termasuk dalam masalah lapar sekalipun.

Mereka senantiasa mengencangkan ikat pinggang. Bila tidak ada sama sekali yang dimakan, maka mereka pun akan berpuasa. Itulah yang dicontohkan Rasul SAW kepada sahabat-sahabatnya.

Suatu hari, seusai mendengarkan nasihat-nasihat yang disampaikan oleh Rasulullah SAW kepada para sahabatnya di Masjid Nabawi Madinah, maka pulanglah Ali bin Abi Thalib ke rumahnya.

Sesampai di rumahnya, ia menemui istrinya, Fatimah, putri Rasulullah SAW, yang sedang duduk memintal benang.

“Wahai perempuan yang mulia, adakah suatu makanan yang dapat dimakan oleh suamimu ini?” tanya Ali.

(lanjut …)







Next Page »