sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Orang-orang yang Dijamin Masuk Surga

unduk | Khairu Ummah, Syariat | Monday, July 20th, 2009
tangga ke surga

tangga ke surga

Keinginan menjadi penghuni surga tidak cukup hanya berdo’a, tapi kita harus berusaha memiliki sifat dan amal calon penghuninya dan usaha itu sekarang dalam kehidupan kita di dunia ini.

1.  Memberi Makan.

Makan dan minum merupakan kebutuhan manusia yang harus dipenuhi oleh masing-masing orang, namun karena berbagai persoalan dalam kehidupan manusia, maka banyak orang yang tidak bisa memenuhinya atau bisa memenuhi tapi tidak sesuai dengan standar kesehatan, karena itu, bila kita ingin mendapat jaminan masuk surga, salah satu yang harus kita lakukan dalam hidup ini adalah memberi makan kepada orang yang membutuhkannya.

Rasulullah saw bersabda: “Sembahlah Allah Yang Maha Rahman, berikanlah makan, tebarkanlah salam, niscaya kamu masuk surga dengan selamat ” (HR. Tirmidzi)

Di dalam hadits lain, Rasulullah saw juga bersabda: “Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang luamya dapat dilihat dari dalamnya dan dalamnya dapat dilihat dari luarnya, Allah menyediakannya bagi orang yang memberi makan, menebarkan salam dan shalat malam sementara orang-orang tidur ” (HR. Ibnu Hibban).

Terdapat pula hadits senada soal ini yang perlu kita perhatikan: “Di surga terdapat kamar-kamar yang luarnya dapat dilihat dari dalamnya dan dalamnya dapat dilihat dari luarnya”. Abu Malik Al Asy’ari berkata: “buat siapa wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab: “Bagi orang yang berucap baik, memberi makan, dan di melalui malam dengan shalat sementara orang-orang tidur” (HR. Thabrani, Hakim, Bukhari dan Muslim).

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Menuju Kehancuran Umat

unduk | Akhlaq, Khairu Ummah, Sosial | Sunday, July 12th, 2009
kehancuran

kehancuran

Suatu umat dan bangsa mengalami pasang surut, ada saat dimana mereka hidup dengan kemuliaan dan kejayaan, namun pada saat yang lain dalam kehinaan dan kesengsaraan hingga tercatat dalam sejarah sebagai umat yang terpuruk.

Sebagai umat Islam dan bangsa Indonesia yang mayoritas muslim, kita tentu tidak ingin menjadi umat dan bangsa yang terpuruk. Karena itu, perlu kita cari sebab utama kehancuran suatu umat atau bangsa agar kita bisa mencegahnya sejak dini dan bila tanda-tanda itu sudah ada segera kita hentikan.

Dalam suatu hadits, Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla, jika Dia berkehendak untuk membinasakan (menghancurkan) seorang hamba, maka Dia akan mencabut rasa malu dari hamba tersebut. Jika rasa malu telah tercabut darinya, maka Allah tidak akan mendapati hamba tersebut kecuali sebagai orang yang dimurkai dan dibenci-Nya. Jika ia telah menjadi orang yang dimurkaidan dibenci oleh Allah, maka tercabutlah darinya amanah. Jika sikap amanah telah tercabut darinya, makaAllah tidak akan mendapatinya kecuali sebagai orang yang berkhianat dan pembuat khianat, maka akan tercabutlah darinya kasih sayang (rahmat) Allah. Jika kasih sayang Allah telah dicabut darinya, maka ia tidak lain adalah orang yang terkutuk dan terlaknat. Dan jika Allah telah menetapkannya sebagai orang yang terkutuk, maka tercabutlah darinya perlindungan Islam” (HR. Ibnu Majah).

Dari hadits di atas, ada tiga tahap yang apabila dimiliki oleh umat Islam, baik secara pribadi, keluarga maupun jamaah, masyarakat dan bangsa akan mengalami kehancuran yang tidak bisa terelakkan.
(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Hakikat Neraka

unduk | Khairu Ummah | Sunday, June 14th, 2009
drag me to hell - the movie

drag me to hell - the movie

Secara harfiyah, neraka artinya api, yakni tempat siksaan dan balasan bagi orang yang tidak beriman kepada Allah swt dan berbuat dosa dalam kehidupannya di dunia. Agar tumbuh ke dalam jiwa perasaan takut kepada neraka, menjadi penting bagi kita semua memahami hakikat neraka yang sesungguhnya, karena memang tidak ada yang bisa membahasakan dahsyatnya penderitaan di neraka, sebagaimana tidak ada yang bisa membahasakan kenikmatan surga.

Paling tidak, ada delapan hal yang harus kita perhatikan untuk memahami hakikat neraka.

1. Panas Yang Tidak Terkira.

Azab dan siksa Allah dalam kehidupan akhirat merupakan sesuatu yang sangat dahsyat dan tidak bisa dibayangkan sedikitpun, begitu juga sebenarnya kenikmatan yang diberikan Allah kepada penghuni surga. Salah satu gambaran yang dikemukakan Rasulullah saw dalam hadits tentang betapa dasyatnya siksa neraka adalah perbandingan panasnya api dunia dengan api di akhirat, beliau bersabda:

Apimu (yang kamu semua menyalakannya di dunia) ini adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian dari panasnya neraka jahanam, setiap bagian sama suhu panasnya dengan api di dunia ini (HR. Bukhari, Muslim dan Tirmidzi).

Karena begitu panasnya api neraka ini, ia berkobar dan mengelupaskan kulit kepala, sesuatu yang amat mengerikan sebagaimana firman-Nya: Sekali-kali tidak dapat, sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergolak, yang mengelupas kulit kepala (QS. Al-Ma’arij [70]: 15-16).

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Pembangunan yang Tidak Membangun

unduk | Al-Huda, Indah Mulya, Khairu Ummah, Sosial, ekonomi | Monday, April 6th, 2009
konstruksi

konstruksi

Pertanyaan :

Saya heran dan bingung dikarenakan selama 40 tahun ini pemerintah Indonesia sibuk membangun. Tapi nyatanya rakyat melarat dan miskin. Padahal ideologi pemerintah disebut dengan “ideologi pembangunan”.

Bukankah selama ini kita dijejali “pohtik, no! Pembangunan, yes!” Sehingga saya menjadi orang yang “anti politik”. Bahkan saya jijik ama politik. Apalagi teman-teman kuliah saya dahulu yang “mahasiswa politik” itu kerjanya hanya “bikin ribut”, hanya “bikin rusuh”. Hanya “tukang demo” Ribut dengan dosen! Melawan dekan dan pembantu dekan, memprotes rektor.

Sampai sekarang saya benci politik. dengan sanak saudara saya yang “orang politik” saya bikin jarak. Saya jauh dengan mereka Dengan tetangga yang “orang politik” saya tidak mau bergaul. Pendeknya saya anti politik! Titik! Saya pro pembangunan! Titik!

Tapi sekarang, teman-teman saya yang mahasiswa politik itu jadi anggota DPR Rl Yang lebih menjengkelkan ada yang menjadi menteri Dan jadi menteri di departemen tempat saya bekerja dan berkarir Menjengkelkan sekali. Saya tahu siapa dia. Tukang bikin ribut. Tukang bikin rusuh Tidak lebih dari itu. Kenapa dia jadi mentenri? Sungguh tidak adil! Kenapa dunia jadinya terbalik-balik? Padahal prestasi akademisnya nol. Saya tahu benar itu. Saya lebih pantas jadi menteri dibanding dia. Saya lebih tahu urusan departemen saya ketimbang dia.

Jadi saya tanya, kenapa pembangunan pemerintah gagal ?

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Tiga Perkara Agar Hati Tidak Dengki

unduk | Akhlaq, Khairu Ummah | Saturday, March 14th, 2009
hujan hati

hujan hati

Menjadi manusia tentu saja harus berusaha mencapai derajat yang tinggi, apalagi sudah begitu banyak kenyataan yang menunjukkan banyaknya manusia dengan derajatnya yang rendah, bahkan sampai lebih rendah dari binatang. Derajat manusia yang tinggi tercermin dari akhlak pribadinya yang mulia, karena itu salah satu yang amat penting dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat dan bangsa adalah jangan sampai hati kita terserang penyakit iri hati atau dengki. Hal ini karena iri hati merupakan salah satu sifat yang sangat buruk, ia menjadi orang yang senang melihat orang susah dan sedih melihat orang senang.

Rasulullah saw memberikan resep kepada kita agar tidak dengki, beliau bersabda: “Semoga Allah mengangkat derajat seseorang yang mendengar ucapanku, lalu dia memahaminya. Berapa banyak pembawa fikih yang tidak fakih. Tiga perkara yang (karenanya) hati seorang mukmin tidak akan ditimpa dengki: mengikhlaskan amal karena Allah, memberi nasihat kepada para pemimpin kaum muslimin dan berpegang kepada jama’ah mereka, karena doa mereka mengelilingi mereka dari belakang mereka” (HR. Bazzar),

Dari hadits di atas, ada tiga resep dari Rasulullah saw agar kita tidak memiliki perasaan dengki :

1. Ikhlas

Secara harfiyah, ikhlas artinya bersih, murni dan tidak ada campuran. Maksudnya adalah bersihnya hati dan pikiran seseorang dari motif-motif selain Allah dalam melakukan suatu amal.

Orang yang ikhlas adalah orang yang melakukan sesuatu karena Allah dan mengharapkan ridha Allah SWT dari amal yang dilakukannya, inilah amal yang bisa diterima oleh Allah SWT. Dalam suatu hadits, Rasulullah SAW bersabda: “Allah tidak menerima amal, kecuali amal yang dikerjakan dengan ikhlas karena Dia semata-mata dan dimaksudkan untuk mencari keridhaan-Nya ” (HR. Ibnu Majah).

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Mewaspadai Usia Tua

unduk | Akhlaq, Khairu Ummah, Sosial | Thursday, February 12th, 2009
usia lanjut

usia lanjut

Manusia tidak bisa menghindari usia tua selama ia masih mendapatkan kesempatan hidup di dunia ini. Kita berharap usia tua dengan perjalanan hidup yang semakin panjang membuat manusia semakin memiliki kematangan jiwa sehingga semakin mampu menyikapi kehidupan dunia yang sementara ini yang membuatnya tidak mudah terjebak oleh arus kehidupan dunia yang tidak baik.

Namun kenyataan menunjukkan bahwa usia tua ternyata tidak menjamin seseorang menjadi orang yang memiliki kematangan jiwa, bahkan tidak sedikit orang tua yang lupa kalau ia sudah tua sehingga masih saja melakukan penyimpangan, bahkan penyimpangan yang biasa dilakukan oleh anak muda.

Karena itu, Rasulullah saw mengingatkan kita semua tentang usia tua yang harus diwaspadai, beliau bersabda: “Hati orang tua itu mudah mencintai dua hal, yaitu: cinta dunia dan harta” (HR.Muslim dan Ibnu Majah).

Di dalam hadits lain, beliau bersabda: “Hati orang tua itu mudah mencintai dua hal, yaitu: panjang umur dan banyak harta” (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Hakim).

Dari dua hadits di atas, menjadi jelas bagi kita bahwa pada usia tua setiap kita harus mewaspadai tiga perkara, karena bisa jadi kecintaan dan keinginan pada tiga perkara ini akan membuat manusia melakukan penyimpangan dalam hidupnya.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Karakter Yahudi

unduk | Khairu Ummah, Kisah | Saturday, January 31st, 2009

Yahudi

Yahudi

Hari-hari umat Islam Palestina mengalami nasib yang tragis. Dijajah, dibantai dan ditindas oleh orang-orang Yahudi. Padahal Yahudi telah mendapatkan 90% tanah Palestina, sebelumnya hanya memiliki 5%. Dengan cara menyerang, kemudian menduduki dan menjajah Palestina. Untuk itu marilah kita pahami karakter khas mereka. Sehingga kita tidak mudah melupakan kejahatan-kejahatan Yahudi sepanjang sejarahnya.

Sejarah Yahudi Madinah

Menurut sejarah orang-orang Yahudi adalah keturunan Israil. Dalam tafsir Ibnu Katsir, Al Qurthubi dan Jalalain, Isra’il adalah nabi Ya’qub. Jadi bani Israil adalah keturunan Nabi Ya’qub. Menurut catatan KH. Munawar Khalil, kira-kira tahun 1800 SM, nabi Ya’qub pindah dari Kan’an (Palestina) bersama anak cucunya ke Mesir. Yaitu setelah Nabi Yusuf as, puteranya menjabat sebagai raja Mesir. Kemudian nabi Ya’qub wafat pada tahun 1689 SM, disusul Nabi Yusuf pada tahun 1635 SM.

Meskipun demikian bani Israil tetap tinggal di Mesir hingga 300 tahun iamanya. Setelah itu mereka hidup dibawah kekuasaan Fir’aun. Mereka ditindas, dibunuh dan diintimidasi. Akhirnya berkat pertolongan Nabi Musa mereka berhasil keluar dari Mesir dan kembali ke Palestina.

Allah swt berfirman: “Dan (Ingatlah) ketika kami selamatkan kamu dari (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya; mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. dan pada yang demikian itu terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Tuhanmu. Dan (ingatlah), ketika kami belah laut untukmu, lalu kami selamatkan kamu dan kami tenggelamkan (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan” (QS Al Baqarah [2]: 49-50).

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Sifat Manusia Bisa Lebih Hina dari Mahluk Lain

unduk | Akhlaq, Indah Mulya, Khairu Ummah | Saturday, January 24th, 2009

two face

Seorang Khalifah

Kemuliaan itu sudah nampak terlihat ketika Allah SWT memberikan pangkat dan kedudukan yang namanya khalifah, ketika manusianya belum diciptakan dan media buminya belum diciptakan Allah sudah memberikan suatu pangkat dan kedudukan berupa khalifah.

Dalam surat Al baqaroh dan surat At Tiin, kemudian pangkat yang kedua yang diberikan Allah kepada manusia itu setelah diciptakan makhluk dengan “ahsanitagwim” kesempurnaan makhluk dan kesempurnaan ciptaan. Kemudian Allah SWT memilih lagi makhluk-makhluk yang mulia itu berupa pangkat bagi orang-orang yang beriman dan beramal sholeh.

Eksistensi kehadiran manusia sudah dipertanyakan oleh Malaikat-malaikat mulai sejak   Allah SWT mengumandangkan akan menciptakan di atas muka bumi ini seorang khalifah dimana telah digambarkan dalam surat Al baqaroh ayat 30 menjelaskan bahwa Allah mempunyai gagasan besar dan gagasan yang amat mulia kemudian mengundang pertanyaan-pertanyaan para Malaikat tentang gagasan Allah SWT dengan pertanyaannya para Malaikat mempertanyakan eksistensi manusia yang dalam gambaran ayat tersebut: “apakah Engkau akan menciptakan khalifah yang justru membuat kerusakan dan melakukan pertumpahan darah ?”.

Para Malaikat menduga bahwa khalifah ini akan merusak dan menumpahkan darah. Dugaan itu mungkin berdasarkan suatu pengalaman mereka sebelum terciptanya manusia, di mana ada makhluk yang berlaku demikian, atau bisa juga berdasar asumsi bahwa karena yang akan ditugaskan menjadi khalifah bukan Malaikat, maka pasti makhluk itu berbeda dengan mereka yang selalu bertasbih dan mensucikan Allah SWT.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Ternyata Mengemis Itu Haram

unduk | Khairu Ummah, Sosial, ekonomi | Wednesday, January 21st, 2009

pengemisSetiap manusia tentu membutuhkan rizki berupa makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, kendaraan dan kebutuhan-kebutuhan hidup lainnya. Untuk itu, manusia harus mencari nafkah dengan berbagai usaha yang halal, Bagi seorang muslim, mencari rizki secara halal merupakan salah satu prinsip hidup yang sangat mendasar.

Kita tentu menghendaki dalam upaya mencari rizki, banyak yang bisa kita peroleh, mudah mendapatkannya dan halal status hukumnya. Namun seandainya sedikit yang kita dapat dan susah pula mendapatkannya selama status hukumnya halal jauh lebih baik daripada mudah mendapatkannya, banyak perolehannya namun status hukumnya tidak halal.

Yang lebih tragis lagi adalah bila seseorang mencari nafkah dengan susah payah, sedikit mendapatkannya, status hukumnya juga tidak halal, bahkan resikonya sangat berat, inilah sekarang yang banyak terjadi. Kita dapati di masyarakat kita ada orang yang mencuri sandal atau sepatu di masjid, mencopet di bus kota dan sebagainya. Korban penganiayaan dari masyarakat sudah banyak yang berjatuhan akibat pencurian semacam itu.

Dalam satu hadits, Rasulullah saw menyebutkan tentang kecintaan Allah swt kepada orang yang mencari rizki secara halal meskipun ia bersusah payah dalam mendapatkannya, beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah cinta (senang) melihat hambaNya lelah dalam mencari yang halal” (HR. Ad Dailami).

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Tiga Kepastian

unduk | Khairu Ummah, Taqwa, Tauhid | Saturday, January 3rd, 2009

Jibril as bertugas menyampaikan wahyu dari Allah swt, namun saat ia datang. kepada Rasulullah saw ternyata tidak hanya wahyu yang disampaikannya tapi juga ada pesan-pesan khusus darinya yang disampaikan kepada Nabi, ini menunjukkan betapa penting pesan-pesan yang disampaikannya.

Meskipun demikian, pesan-pesannya yang baik itu tidak hanya ditujukan kepada Nabi, tapi sebenarnya kepada kita semua. Karenanya kitapun harus memahaminya dengan baik agar dapat kita jalani untuk kebaikan dalam hidup kita di dunia dan akhirat yang bahagia.

Diantara sekian banyak pesan mataikat Jibri! kepada Rasululiah saw adalah : “Hiduplah engkau seberapapun lamanya, namun engkau pasti akan mati. Cintailah siapa saja yang engkau sukai, namun engkau pasti akan berpisah dengannya. Beramallah semaumu, namun engkau pasti akan mendapat balasannya” (HR. Baihaki).

Pesan malaikat Jibril di atas yang perlu kita pahami menunjukkan adanya tiga kepastian yang tidak bisa kita hindari terjadi pada kita, cepat atau lambat.

(lanjut …)






Next Page »