sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Harta

unduk | Akhlaq, Sosial, ekonomi | Tuesday, February 23rd, 2010
harta

harta

Sewaktu Rasulullah baru saja berhijrah ke Yatsrib (Madinah), setelah melak-sanakan sholat Jum’at berjamaah, beliau menyampaikan pidato di hadapan jamaah kaum muslimin, dalam pidatonya antara lain beliau mengatakan:

Maka barang siapa yang dapat memelihara mukanya (menyelamatkan dirinya) dari (siksa) api. nereka, meskipun hanya dengan sebutir buah korma, maka hendaklah ia lakukan. Dan barang siapa yang tidak mendapatkan (buah korma), maka hendaklah dengan kata-kata yang baik“.

Perkataan beliau tersebut mengandung pesan bahwa kebajikan itu adalah sebagai upaya memelihara diri dari siksa api nereka. Tidak dipermasalahkan berapa banyaknya dan tidak pula dipersoalkan apakah dalam bentuk materi ataukah bukan.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Antara Riba dan Zakat

unduk | Sosial, Syariat, ekonomi | Wednesday, November 11th, 2009
gedung bank indonesia

gedung bank indonesia

Secara bahasa ada kemiripan arti dan makna antara riba dan zakat, yaitu sama-sama bertambah. Hanya saja, riba itu tambahan yang bersifat batil. Karena itu, tidak diridai Allah sehingga jika dilakukan akan berakibat kehancuran serta kerusakan hidup (QS. Al-Baqarah [2]: 275 dan QS. Ar-Rum [30]: 39).

Dan jika ada orang, kelompok, atau bangsa tetap saja melaksanakan kegiatan riba, padahal sudah diketahuinya bahwa riba/bunga itu haram, maka dianggap sama dengan menentang atau mengajak berperang dengan Allah SWT.

Perhatikan firman-Nya dalam QS. Al-Baqarah [2] ayat 279, “Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertobat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya-Nya.”

Sebaliknya, mengeluarkan zakat yang walaupun secara lahiriah kelihatannya akan mengurangi harta, tetapi ternyata justru sebaliknya, akan menyucikan, mengembangkan, dan memberkahkan harta yang dimiliki.

Perhatikan firman-Nya dalam QS. Ar-Rum [30] ayat 39, “Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat-gandakan (pahalanya).”

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Kunci Keberkahan Harta

unduk | Akhlaq, Sosial, ekonomi | Wednesday, October 28th, 2009
kalung emas

kalung emas

Kekayaan yang Allah berikan kepada manusia merupakan titipan sementara. Sebagian manusia mendapatkan titipan itu dengan jumlah yang besar dan sebagian yang lain mendapatkannya dengan jumlah kecil. Namun, menurut ajaran Islam, keberkahan harta benda itu tidak ditentukan oleh besaran jumlahnya.

Harta kekayaan seseorang akan berkah jika pemiliknya melakukan amalan-amalan sesuai dengan tuntunan Islam. Berikut amalan-amalan yang dimaksud. Pertama, syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang dikaruniakan kepadanya.

Allah berfirman, “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan. Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS Ibrahim [14]: 7).

Kedua, silaturahim. Amalan ini merupakan upaya menyambung tali persaudaraan antar sesama manusia: merajut dan memperkuat ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Muslim) dan ukhuwah insaniyah (persaudaraan sesama manusia). Praktik ini dapat melapangkan rezeki dari Allah.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Mewaspadai Datangnya Musibah Lain

unduk | Sosial, Syariat, ekonomi | Friday, October 16th, 2009
bantuan gempa lampung

bantuan gempa lampung

Sudah lebih dari sepekan lalu ‘Gempa Sumatra’ terjadi. Korban tewas akibat gempa berkekuatan 7.6 skala ritcher itu terus bertambah. Berdasarkan data dari Satkorlak Penanggulangan Bencana Sumatera Barat (4/10), korban tewas berjumlah 603 orang.

Kemungkinan korban tewas bisa mencapai 1.000 orang. Korban luka-luka juga terus mengalami peningkatan;yang !uka berat sebanyak 412 orang dan luka ringan sebanyak 2.093 orang. Adapun korban yang mengungsi sebanyak 736 orang (Republika Online, 4/10/ 2009).

Namun, Pemerintah seperti tidak mau belajar. Seperti sudah menjadi kebiasaan, penanganan korban gempa oleh Pemerintah selalu terlambat. Buktinya, meski ribuan orang selamat, sebagiannya - terutama para pengungsi - tetap menderita.

Pasalnya, meski telah enam hari pasca gempa, distribusi bantuan gempa terkesan lamban, padahal akses jalan ke sejumlah kabupaten dan kecamatan telah lancar. Akibatnya, sebagian besar korban gempa kini mulai mengaku kelaparan.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Optimalisasi Potensi Zakat

unduk | Ibadah, Sosial, Syariat, ekonomi | Saturday, October 10th, 2009
apa kata akhirat ?

apa kata akhirat ?

Ajaran zakat dalam Islam secara normatif memiliki spirit sosial yang tidak sederhana. Apa yang diisyaratkan oleh Al-Quran adalah petunjuk Tuhan untuk memelihara stabilitas kesejahteraan umat. Melalui pola distribusi secara proporsional, zakat menjadi solusi untuk membagi kekayaan sesuai dengan proporsi yang telah ditentukan.

Allah memberikan petunjuk hingga ke tingkat operasional. Siapa yang menjadi sasaran utamanya (QS. At-Taubah: 60), berapa besarnya yang harus dikeluarkan muzakki (pembayar zakat) dan diterima mustahig (penerima zakat), semua telah terungkap jelas.

Mungkin, karena alasan seperti inilah, mengapa zakat selalu menjadi perhatian serius sejak zaman Nabi SAW dan para sahabatnya. Dan di lingkungan masyarakat kita, selama sekitar 10 tahun terakhir, zakat dan kelembagaannya juga tak pernah henti-hentinya diperbincangkan.

Perbincangan terutama bermula dari pertanyaan besar, mengapa potensi kekayaan yang cukup besar itu belum mampu menjawab persoalan kemiskinan yang selama ini melilit kehidupan umat. Padahal,
jika dibuat kalkulasi dengan mendasarkan pada argumen bahwa zakat itu merupakan “keharusan”, banyak persoalan kemiskinan akan bisa ditanggulangi.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Peminta-minta

unduk | Akhlaq, Sosial, ekonomi | Tuesday, September 22nd, 2009
peminta-minta

peminta-minta

Siapa yang meminta-minta padahal ia mampu maka sesungguhnya ia hanya memperbanyak untuk dirinya bara api jahanam.” (HR Abu Daud dan Ibnu Hibban).

Idul Fitri membawa banyak keberkahan bagi umat Islam. Bagi orang beriman, Idul Fitri merupakan momen berharga untuk membangun silaturahmi kepada sanak saudara. Allah mengampuni dosa-dosa kita setelah menjalani puasa sebulan penuh. Saatnya kita meminta maaf kepada tetangga, kerabat dan saudara untuk lebih menyempurnakan proses pencucian diri dari dosa-dosa.

Baik di bulan Ramadhan yang telah lewat maupun disaat idul fitri, sering dijumpai peminta-peminta atau pengemis dadakan di berbagai tempat. Peminta-minta, entah karena alasan kebutuhan ekonomi mendesak atau memang profesi, menjadikan kesempatan ini untuk menarik iba orang lain.

Mereka menadahkan tangan, mengharap sedekah orang lain. Perbuatan meminta bantuan bukanlah tercela dalam Islam. Namun, Islam mencela perbuatan suka meminta-minta sebagai kebiasaan atau profesi.

Allah menghinakan orang yang menjadikan meminta-minta sebagai profesi atau kebiasaan. Kelak di Yaumul Akhir, para peminta dibangkitkan dengan tanpa wajah. Ini sebagai akibat bagi orang yang semasa hidupnya tidak memiliki rasa malu untuk senantiasa meminta belas kasihan orang lain, padahal mampu bekerja secara halal.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Melawan Kejahatan

unduk | Akhlaq, Sosial, Syariat, ekonomi | Friday, August 28th, 2009
poster polisi

poster polisi

Kemaksiatan merupakan pikiran dan tindakan yang mengotori kehidupan jiwa raga manusia dan juga masyarakat. Direpublik ini telah terjadi pergeseran bentuk-bentuk kejahatan yang sekaligus membutuhkan hipotesis kuno bahwa seolah-olah pendorong kejahatan semata-mata adalah karena faktor kemiskinan.

Dinegeri ini telah lahir istilah “blue color crime ” yaitu bentuk kejahatan yang dilakukan oleh penjahat biasa dan “white color crime” yaitu kejahatan yang dilakukan oleh kaum bergengsi atau berdasi. Malahan sejalan dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi tanpa batas justru ruang lingkup white color crime menjadi semakin bebas dan meluas, baik terkait dengan dunia sosial, ekonomi maupun dunia politik dan kekuasaan atau pemerintahan. Salah satu contoh yang populer itulah yang kita kenal kejahatan korupsi.

Dinul Islam telah memperkenalkan kepada kita adanya kemaksiatan yang disebut Al Kobair, yaitu mengandung arti nilainya digolongkan dalam kategori dosa besar, yaitu:

  1. Asy syirku billah, dikenal kejahatan berbuat kemusyrikan pada Allah SWT, dampaknya berdimensi personal dan kasuistik.
  2. Uququl walidain, yaitu kejahatan menyakiti hati kedua orang tua, dampaknya berdimensi familiar.
  3. Qaulaz zuur, yaitu mengucapkan kata-kata bohong, yang dampaknya berdimensi publik atau komunal.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Keuntungan

unduk | Mimbar Jum'at, Sosial, ekonomi | Saturday, June 20th, 2009
uang banyak

uang banyak

Ciri kapitalis itu dua:

Pertama, dalam mencari keuntungan mereka tidak menggunakan tata nilai yang baik, mengeksploitir semuanya demi kepentingan diri dan konglomerasinya.

Kedua, setelah mendapatkannya mereka kikir dan sibuk membesarkan dirinya.

Islam menghadirkan solusi, ada dua ciri profesional muslim:

Pertama, ketika mencarinya, sangat menjaga nilai-nilai, sehingga kalau dia mendapatkan sesuatu, dirinya lebih bernilai daripada yang dia dapatkan. Kalau dia mendapat uang, maka dia dihormati bukan karena uangnya, tapi karena kejujurannya. Kalau dia mempunyai jabatan, dia disegani bukan karena jabatannya, tapi karena kepemimpinannya yang bijak, adil dan mulia.

Kedua, setelah mendapatkannya dia distribusikan untuk sebesar-besar manfaat bagi kemaslahatan umat. Makin kaya, makin banyak orang miskin yang menikmati kekayaannya.

Kita seringkali menganggap bahwa keuntungan itu adalah finansial (uang), sehingga sibuk menumpuk harta kekayaan untuk bermewah-mewahan. Inilah di antaranya yang membuat bangsa kita hancur.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Salah Urus

unduk | An-Natijah, Sosial, Taqwa, ekonomi | Thursday, May 21st, 2009
grafik emisi global

grafik emisi global

Sering kita dengar komentar, pendapat atau pernyataan: “Tahun ini tahun bencana. Tahun ini tahun sarat dengan peristiwa mengerikan dan lain-lain. Mengapa bisa begini? Mengapa bisa begitu ?”

Padahal, berbagai komentar seperti itu (sebenarnya) sudah biasa kita dengar. Sepuluh tahun silam, lima tahun lalu, bahkan baru setahun yang lalu mungkin (boleh jadi) kejadiannya baru beberapa saat yang lalu. Komentar semacam itu, pendapat seperti itu, reaksi senada juga sering kita dengar. Kerapkali kita baca, bahkan hampir setiap hari dapat kita simak, baik lewar media cetak dan elektronik atau langsung mampir di telinga kita.

Bahkan bukan hanya berita tetapi berbagai bencana dan malapetaka yang terjadi itu seringkali kita saksikan dengan mata kepala sendiri. Ironisnya bencana itu (kadang-kadang) tidak hanya menimpa orang-orang yang jahat, tetapi juga menimpa orang-orang baik (QS. Al-Anfaal:25).

Sebab-sebah Musibah

Sebenarnya, suatu musibah tidak akan terja di dunia ini,kecuali jika Allah SWT telah menetapkannya (QS. At-Taubah: 51). Alam ini telah direncanakan dan ditetapkan oleh Allah SWT bagus, tertib, teratur dan seimbang dengan aturan-aturan (hukum alam) yang telah diturunkan-Nya.

Ketidak-seimbangan pada alam menyebabkan terjadinya berbagai gejala tidak baik pada alam yang kita tempati ini. Penyebab ketidak-seimbangnya alam ini adalah manusia. Kepadanya (manusia) Allah SWT telah memberikan kedudukan mulia, yaitu sebagai khalifah (wakil) Allah SWT di bumi. Oleh karena itu manusia dipercaya mengelola, mengatur atau menata alam ini untuk keselamatan dan kebahagiaannya juga.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Menyegerakan Bersedekah

unduk | Ibadah, Sosial, ekonomi | Tuesday, May 19th, 2009
sedekah pake dolar

sedekah pake dolar

Jika mati seorang anak Adam maka putuslah segala amalnya, kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak yang saleh yang mendoakannya“. (HR Muslim)

Dari hadis di atas, banyak hikmah yang bisa dipetik tentang bekal untuk mati dan agar pahala kita terus mengalir meskipun telah meninggal dunia. Satu di antaranya adalah sedekah atau amal jariyah dalam arti luas.

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya pahala orang Mukmin yang menyusul amalnya setelah dia meninggal dunia adalah ilmu yang dia ajarkan dan sebarkan, anak-anak saleh yang dia tinggalkan, atau mushaf (Al-Quran) yang dia wariskan, atau masjid yang dia bangun, atau rumah yang dia bangun untuk para ibnu sabil, atau selokan yang dia alirkan untuk kepentingan umum, atau sedekah yang dia keluarkan dari hartanya pada waktu sehat dalam hidupnya, akan menyusul amalnya sesudah matinya“. (HR Ibnu Majah)

Merujuk pesan Rasul tersebut, banyak hal yang bisa disedekahkan, seperti, mewariskan mushaf Al-Quran, membangun masjid, membangun rumah yatim piatu/tempat singgah untuk ibnu sabil, membangun fasilitas umum yang diperlukan, dan sedekah berupa harta yang dikeluarkan pada waktu sehat.

Di sini ada yang sangat perlu kita garis bawahi, yakni pentingnya mengeluarkan sedekah pada waktu sehat. Banyak orang yang berniat sedekah, tapi menunda hingga umur beranjak tua. Ada juga yang berniat sedekah, namun jika sudah mendekati ajalnya. Bahkan, ada yang berniat sedekah kalau dia sudah mati.

(lanjut …)






Next Page »