Stop Iklan Ramalan di TV
“Barang siapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun lalu ia mempercayai dengan apa yang dikatakannya, maka sungguh ia telah mengkufuri apa yang diturunkan atas Nabi Muhammad ” ( H.R. Achmad dan Hakim dari Abu Hurairah)
”Barang siapa yang mendatangi tukang ramal lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu,
maka tidak diterima untuk shalat (selama) empat puluh malam ” ( H.R. Achmad dan Muslim)
A’RRAF ialah orang yang mengaku mengetahui kejadian yang telah lewat, yang menunjuk-kan barangyang hilang yang dicuri orang atau tempat kehilangan barang. Sedangkan KAHIN ialah orang yang memberitahukan hal-hal yang ghaib yang akan terjadi atau sesuatu yang terkandung dihati. Sedangkan menurut Syaikhul Islam Ibnu Taymiyah ‘Arraf, Kahin dan
Muhajjirin(ahli nujum)adalah nama yang sama untuk kedua makna Hadits diatas ( AUami’ul Farid: 124).
Rasulullah saw telah melarang umatnya men datangi para kahin, dukun dan tukang tenung, melarang bertanya dan membenarkan apayang mereka katakan, karena mengandung kemungkaran dan bahaya yang sangat besar dan berakibatnegatif yang sangat besar pula, karena mereka adalah orang-orang yang melakukan dusta dan dosa.
Seorang muslim tidak dibenarkan mendatangi para kahin, dukun atau tukang tenung dan tukang sihiruntuk menanyakan kepada mereka hal-hal yang berhubungan dengan nasib, jodoh dan lain sebagainya, karena ini bertiubungan dengan hal-hal yang ghaib yang tidak diketahui hakekatnya oleh siapapun terkecuali Allah SWT. Maka bagi orang-orang yang melakukannya selain termasuk orang yang kufurterhadap ajaran dan hukum yang telah Allah turunkan kepada Junjungan Nabi Muhammad saw juga tidak diterima shalatnya selama 40 malam. Na’udzunillaahi min dzalik.
Belakangan ini bagi penonton siaran TV hampir setiap menit disajikan iklan-iklan yang menyesatkan diantaranya “IKLAN RAMALAN”, baik ramalan nasib, ramalanjodoh, ramalan pekerjaan dengan berbagai gaya dan cara (ada yang tampii dengan gaya modem dan ada juga yang tampil dengan asal pakaian daerah (pakai blangkon). Bahasanyapun bermacam-macam, ada yang menggunakan bahasa intlek ada juga yang dengan bahasa daerah. H. Djoni Hardjojo dalam TEROPONG yang dimuat harian Berita Kota Sabtu, 11 Nopember2008 sbb:
Iklan perdukunan yang sering kita saksikan melalui beberapa stasiun TVswastayangdilakukan oleh paranormal atau dukun terus ditayangkan dan semakin canggih. Dulu praktiknya secara konvesional, melalui media cetak, kini merambah ke media elektronik (TV). Tidak main-main, berapa besar uang digelontorkan para dukun dan para normal untuk beriklan di TV ?.
Kenyataannya iklan para dukun di TVtumbuh subur bak cendawan dimusim hujan. Ada yang bertajuk Primbon, Tanggal Lahir, Ramalan Bintang dan banyak lagi yang lainnya. Lihatlah gaya mereka layaknya seperti Tuhan sang penentu nasib manusia Dengan nama dan nomor Handphone anda saya bisa meramal bagaimana masa depan anda nantinya. Kata Deddy Coubuzier, pria yang dikenal tukang sulap yang kini merambah keperdukunan.
Begitu juga dengan KiJoko Bodo – tuntunan saya akan membawa hidup anda menjadi lebih sukses, percayalah – Tidak jauh berbeda yang dilakukan oleh Mama Lauren, perempuan setengah tua itu berkata – Saya akan melihat bagaimana masa depan anda dan memberitahukan anda apa yang sebenarnya anda lakukan – Dan ada juga yang mengatakan Primbon saya baik untuk anda.
Kita sependapat denganK.H. Miftachul Ahyar iklan yang disiarkan di layar TV merupakan kemungkaran yang dibisniskan, para peramal tidak lain hanya mencari keuntungan semata dengan modus ramalan.
Padahal, hal itu diharamkan oleh Islam karena bisa merusak aqidah seseorang. Sebab urusan nasib, rezeki jodoh dan ajal merupakan ketetapan Allah, manusia tidak bisa meramal nasib masa depan seseorang dengan menembus dimensi rahasia Allah. Sedangkan hukumnya mendatangi dukun atau paranormal adalah dosa besar dan bisa berakibat syirik.
Untuk itu, kita mengingatkan masyarakat jangan sampai terkecoh jika suatu saat ada ramalan yang terbukti dan benar. Seperti kasus terjadinya Tsunami di Aceh, Lumpur Lapindo di Sidoharjo, meninggalnya Pak Harto yang diramal Mama Lauren. Fenomena itu terjadi karena secara kebetulan saja. Selain itu kebenaran tersebut merupakan ujian bagi orang-orang yang beriman, percaya kepada Allah atau percaya kepada manusia-manusia peramal ?
Fenomena ramalan klenikperdukunan itu tidak saja meresahkan umat Islam namun sangat membahayakan dan merusak aqidah, apa lagi secara sistimatis sudah direncanakan antara paranormal, operator telepon seluler dan pihak TV. Disatu sisi mereka akan meraup keuntungan dari jutaan pemirsa yang mengirim sms ke operator telepon selular. Disisi lain, keuntungan lainnya banyak pemirsa yang mendatangi para dukun atau peramal untuk konsultasi tentang nasib jodoh, rezeki dan sebagainya. Padahal, seperti ditegaskan oleh Ketua MU/ Pusat K. H Ma ‘rvf Amin “APAPUN JENIS RAMALAN ATAU PERDUKUNAN BAIK MELALUI TV MAUPUN MEDIASI LANGSUNG DENGAN DUKUN DAN PARANORMAL DIKATEGORIKAN HARAM.”
Sejauh ini MUI belum melakukan tindakan tegas terhadap keadaan iklan ramalan yang ditayangkan disejumlah stasiun teve. Padahal ketika bulan Ramadhan lalu pemah memberikan peringatan beredarnya iklan ramalan di TV. Namun setelah bulan Ramadhan usai peringatan tersebut tidak pemah terdengar lagi. Meskipun demikian K.H. Ma’ruf Amin menghimbau kepada seluruh stasiun TV agar konsisten untuk tidak menayangkan iklan yang berbau ramalan.
Begitu juga imbauan kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) agar memberikan kontrol yang ketat terhadap tayangan yang dinilai membahayakn aqidah umat lslam, sebab masalah ini lebih berbahaya dari tayangan makan kodok hidup-hidup yang ditayangkan dalam acara Empat Mata. Padahal akibat penayangan itu siaran Empat Mata ditutup oleh KPI (Komisi Penyiaran Indonesia). Karenanya kapan KPI bertindak tegas dalam masalah iklan ramalan yang mebahayakan ?
Kita prihatin, ditengah situasi dan kondisi bangsa yang sedang mengalami dampak krisis keuangan global, malahan bertebaran iklan perdukunan di Teve yang membuat bangsa ini semakin irasional dalam mengatasi kesulitan ekonomi dan kebutuhan lainnya. Kita mengharapkan MUI berkoordinasi dengan KPI untuk menghentikan tayangan ikian ramalan itu.
Sebagai umat muslim seharusnya lebih yakin dan lebih percaya dengan apa yang diingatkan oleh Allah SWT dalam Firman-Nya yang berbunyi : “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat, dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui dibumi mana dia mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal ” (Q.S. Luqman : 34).
Pada ayat ini Allah menerangkan lima perkara ghaib yang hanya Allah sendirilah yang mengetahui perkara itu, yaitu:
- Hanya Allah saja yang mengetahui kapan datangnya Hari Kiamat, tidak ada seorangpun yang mengetahui selain Dia Allah, termasuk Malaikat, padahal Malaikat itu makhluk yang sangat dekat dengan Allah dan tidak pula diketahui oleh para Nabi.
- Allah sendiri yang menurunkan hujan, Dia sendin yang menetapkan kapan, dimana, berapa banyak yang akan dicurahkannya Maka ketetapan-Nya itu tidak seorangpun mengetahuinya. Para ahli astronomi dan ahli meterology (ilmu cuaca) dapat memperkirakan terjadinya gerhana matahari, gerhana bulan dan kapan serta dimana hujan akan turun, berdasarkan ilmu hisab dan tanda-tanda. Akan tetapi itu hanyalah perhitungan dan perkiraan manusia yang tidak bisa menjadi keyakinan, karena hanyalah bersifat prakiraan. Sedangkan kepastiannya hanyalah ada pada kehendak Allah SWT.
- Hanya Allah sajalah yang mengetahui dengan pasti apa yang ada dalam rahim kandungan, apakah cacat atau sempuma dan kapan ia akan lahir.
- Hanya Dia (Allah) pula yang mengetahui dengan pasti apa yang akan dikerjakan oleh seseorang esok harinya. Sekalipun manusia dapat merencanakan apa yang akan dikerjakan, namun semuanya itu hanyalah bersifat rencana saja. Jika Allah menghendaki terlaksananya, terlaksanalah dia. Jika Allah menghendaki tidak terlaksana maka tidaklah terlaksana walau sudah diatur dengan matang. Dapat ditambahkan, berapa banyak onang yang sudah merencanakan dengan matang bahwa pada hari A tanggal sekian bulan anu akan dilangsungkan pernikahan dan sekaligus resepsi dengan meriah ditempat/ gedung yang sangat indah, namun Allah berkehendak lain, sehingga semuanya menjadi berubah (calon pegantinnya kabur, calon pengantinnya meninggal akibat kecelakaan dan seterusnya).
- Seseorang tidak akan mengetahui dimana ia akan meninggal dunia, apakah diperantauan, apakah dikampung halamannya sendiri, dilaut, didarat atau diudara dan seterusnya.
Diriwayatkan dari Ibnu Munzirdari Ikrimah bahwa seorang laki-laki bemama Al Waris bin Amri bin Harisah datang kepada Nabi Muhammad saw, ia berkata : Ya Muhammad, kapan akan datng hari kiamat ? Bumi sudah kering, kapan akan menjadi subur ? Sesungguhnya aku meninggalkan istriku dalam keadaan hamil, kapan ia akan melahirkan ? Aku mengetahui apa yang akan aku kerjakan sok harinya ? Aku mengetahui tempat aku dilahirkan, maka ditempat manakah aku akan meninggal dunia ? Sebagai jawabannya maka turunlah ayat diatas (TafsirAI Our’an oleh UII).
Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umarbahwa Rasulullah saw bersabda : “Kunci-kunci kegaiban itu ada lima, dimana tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah : Sesungguhnya hanya ada pada Allah sajalah pengetahuan tentang Hah Kiamat. Dialah yang menurunkan hujan. Dia mengetahui apa yang ada dalam rahim, seseorang tidak mengetahui apa yang akan dikerjakan esok harinya, dan ia juga tidak mengetahui dibumi mana akan meninggal dunia. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Mengenal” (Tafsir Ibnu Katsir).
Dicekoki Dengan Hayalan
Keadaan krisis yang sedang melanda dunia serta keadaan kesulitan ekonomu yang sedang menimpa sebagian anak bangsa ini dijadikan kesempatan oieh orang-orang yang hanya berpikiran “PEMASUKAN” dengan mengeruk keuntungan melalui cekokan-cekokan atau jejalan-jejalan hayalan dan buaian-buaian hayalan serta rayuan manis dan mengiurkan untuk menjebak pikiran orang yang sedang kalut.
Bagaimana tidak, sebuah iklan hadiah duit mengobral janji dengan membeli mulut orang supaya bicara : SAYA KIRIM KE NOMOR SEKIAN, HASILNYA SETIAP BULAN MENDAPAT HADIAH SEKIAN JUTA SELAMA SATU TAHUN SEHINGGA JUMLAHNYA SEKIAN RATUS JUTA. Modalnya gampang cuma ketik dan kirim kenomor sekian-sekian. Ada lagi iklan DUIT, iklan Gaji, dan iklan-iklan lainnyayang bisa membuat pemirsa terkecoh. Berhati-hatilah…….
Related Articles
7 Comments »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI




Memang betul…. iklan2 ramalan selain menuntun kita untuk jadi syirik juga menuntun kita untuk berfikir irrasional serta cenderung untuk menjadi malas dan tidak kreatif karena terlalu percaya dengan iklan ramalan tersebut. Iklan2 tersebut sungguh membawa kesesatan bagi umat….
Comment by Yari NK — 20 March 2009 @ 9:40 am
saya juga sebal sekali dengan iklan iklan ramalan di tipi tipi, kesannya kok gimanaaa gitu,,, hare gene kok percaya ramalan…
Comment by ika — 20 March 2009 @ 7:18 pm
sayangnya banyak sekali tayangan televisi yang justru membuat masyarakat semakin bodoh dan sesat. dan televisi pun melakukan ini bukan tanpa alasan. mereka melihat peluang pada masyarakat yang semakin putus asa dengan kehidupan, sehingga merasa segala sesuatunya akan lebih baik bila diketahui lebih dulu. malas berjuang.
mudah-mudahan kita semua terhindar dari perilaku demikian, disengaja maupun tidak.
Comment by marshmallow — 20 March 2009 @ 9:16 pm
Itukan kutipan Hadits… Kalau kutipan ayat Al-Qurannya? Sekalian diulas sekalian dengan Asbabun nuzulnya… Tabik…
Comment by Mahendra — 25 March 2009 @ 1:56 am
Leres meniko (betul itu), masyarakat kita sudah bodoh kok masih saja dibodoh2i…. apa gag takut pertanggungjawaban di hadapan Allah nanti??
Syukron..
Comment by yudhi — 25 March 2009 @ 6:43 am
Kita memang harus berhati-hati terhadap ramalan yang kebanyakan memberikan sugesty yang buruk dan akhirnya tertanam dibawah sadarnya orang yang diramal. Tapi menurut saya pribadi, kalau ramalan hanya sekedar memberikan motivasi dan antisipasi agaknya patut dipertanyakan lagi, karena banyak orang yang bingung dalam mengambil keputusan dan kurang yakin dengan apa yang dilakukannya. Ramalan sendiri adalah prediksi yang belum tentu benar-benar akan terjadi, kalaupun ada ramalan yang terjadi, saya pikir itu bukan kebetulan namanya, tidak ada yang kebetulan, segala sesuatunya berdasarkan logika dan ketentuan dari Allah SWT. Allah SWT sendiri berkata: “Aku adalah menurut persangkaan hambaKu”, jadi kalau kita berfikir Allah itu pelit, maka kita tidak akan ditambah nikmatnya.Maka itulah mengapa kita harus diwajibkan bersyukur dengan apa-apa yang telah diberikan oleh Allah SWT, karena Allah akan menambah nikmat kita bila kita bersyukur padanya.
Ramalan yang benar-benar terjadi pada orang yang diramal adalah karena apa yang terus difikirkannya terhadap hasil ramalan, karena terus difikirkannya itulah ia menarik segenap perkataan dari siperamal dan Allah SWT sekali lagi berkata: “Aku adalah menurut persangkaan hambaKu” maka terjadilah apa yang dikatakan si peramal (baik ramalan yang bagus maupun buruk). Itulah mekanisme dari terjadi atau tidaknya sebuah ramalan.
Comment by noldy — 8 April 2009 @ 10:28 am
Nabi Muhammad SAW memang benar melarang umatnya untuk tidak mendatangi peramal, namun kita sebagai umat islam (yang seharusnya jauh lebih maju dari umat / agama lainnya) tidak boleh hanya berhenti pada pernyataan Nabi Muhammad SAW saja yang melarang umatnya untuk tidak mendatangi peramal, kita juga harus tahu betul alasan Baginda Rosul melarangnya, jangan sampai kita tertinggal oleh agama lain karena kita hanya terpaku pada larangan-larangan tanpa mempertanyakan alasannya dan akhirnya kita menjadi agama yang jauh tertinggal.
Lihat saja di luar negeri / barat dimana banyak penduduknya yang non muslim justru malah mempelajari ramalan dengan parapsikologynya, fikiran bawah sadar, power of mind atau kekuatan fikiran, clairvoyance, metafisika, telekinesis, telephaty, hypnosis,dll.
sementara kita hanya berjalan pada abad seperti abadnya Galileo yang mengatakan bahwa bumi itu bulat, sementara pernyataan Galileo bertentangan dengan keyakinan gereja yang menyatakan bumi tu rata dan akhirnya Galileo di hukum mati dan dibakar hidup-hidup karena dianggap sebagai penyihir oleh pihak gereja. Penggalan cerita sejarah ini hanyalah pelajaran yang amat berarti bagi kita semua agar kiranya kita tidak hanya menjadi orang yang “mengangguk” tanpa pertanyaan sebab-akibatnya. Terhadap ramalan kita memang harus berhati-hati, karena kita harus tahu bagaimana menggunakannya. Ramalan seperti obat nyamuk semprot, dapat berguna juga dapat berbahaya bagi orang yang tidak tahu harus bagaimana cara menggunakannya.
Comment by noldy — 8 April 2009 @ 10:47 am