aku mengingatmu…

Uncategorized | Tuesday, March 3rd, 2009

cerminAmbil sebingkai cermin dan berkacalah,
kepadanya tanyakanlah
orang yang paling baik itu siapakah?

dan cermin akan memunculkan sekeping wajah!

***

Facebook

Sapalah para pengelana jagat maya dan tanyakanlah Facebook kepada mereka. Anda mungkin akan banyak memungut jawaban “ya, saya tahu” daripada “entahlah”. Dan besar peluangnya diantara mereka sudah terdaftar sebagai anggotanya.

Dan soal Facebook itu, Saya jadi ingat saat pertama kali dulu ikutan daftar kesana.
Saat itu ada satu artikel kecil kira-kira sepanjang lima baris yang mewartakan tentang satu situs social networking yang lagi menjadi demam di Amerika. Maka saya minta bantuan paman Google untuk mencarikan informasi tentangnya dan langsung sign up.

Maka sebagaimana proses sign up di situs-situs lain yang begitu amat mudahnya tanpa harus melewati raja-raja kecil yang duduk di belakang meja birokrasi, 5 menit berikutnya Saya sudah mempunyai akun dan terdaftar di Facebook.

Ada semacam kegirangan kecil karena telah menjadi bagian dari sesuatu yang membangkitkan demam di dunia. Tapi kegirangan itu berangsur lenyap karena setelah sign in dan melongok-longok ke dalam, Saya menjadi bingung karena nggak tahu mau ngapain di dalam situs yang menghebohkan itu.

Dan Facebook pun beberapa saat kemudian Saya tinggalkan sambil meninggalkan satu teman yang masuk ke dalam list serta ucapan selamat bergabung dari komputer yang menjadi server situs itu.

Itu kira-kira hampir 2 tahun yang lalu.

Sampai akhirnya pada minggu kedua lebaran tahun 1429, ada sebersit kerinduan untuk melongok profil Saya di Facebook. Ternyata situasinya masih saja sama saat dulu pertama kali Saya tinggalkan. Satu teman dalam list, dan balon-balon kuning petunjuk cara memainkan Facebook yang masih nongol (Dan Saya selalu saja tersenyum kepada karikatur profil picture Saya yang tanpa wajah itu!). Setelah mengamati sejenak dan hampir memutuskan untuk sign out, tiba-tiba terlintas ide untuk mengetik nama seorang sahabat Saya semasa SMP. Saya kaget dan terkesima, karena nama yang selalu Saya ingat dan citra wajah yang sudah sangat akrab muncul beberapa saat kemudian!

Kekagetan Saya bertambah, karena setelah melihat daftar teman sahabat Saya itu, terpampang pula nama-nama dan wajah-wajah teman SMP Saya yang lainnya. Dan yang lebih bikin surprise, beberapa temannya yang terpampang di dalam daftar itu adalah teman SD Saya! Saat itu juga tiba-tiba Saya merasakan sapuan gelombang perasaan senang dan kebetulan yang aneh.

Semangat pencarian tiba-tiba memenuhi hati saya dan dalam hitungan hari, banyak sekali teman yang mengkonfirmasi dan berkenan masuk ke dalam daftar teman-teman Saya.

Terhitung sejak saat itu, Facebook jadi punya semacam singgasana kecil di hati Saya…
:)

***

Bercerminlah dan tersenyumlah.
Kemudian tataplah wajah Anda lekat-lekat.
Lalu katupkanlah kedua kelopak mata Anda, dan dengan mata tertutup, masih mampukah Anda melihat wajah Anda?

Kalau masih mampu, segeralah bersyukur. Itu artinya memori jangka pendek Anda masih berfungsi dengan baik. Dan dalam 1-2 menit, memori tersebut bisa dengan mudah memegang citra wajah Anda yang muncul saat bercermin. Semakin baik ingatan, akan semakin banyak pula detil yang bisa disimpan.

Akan tetapi seiring melewati waktu, ingatan citra wajah yang muncul di cermin itu perlahan akan memudar. Dan bisa dipastikan, ingatan tentang citra wajah itu akan segera lenyap dari ingatan Anda seminggu kemudian!

“Katanya bisa hilang, tapi kenapa Saya masih bisa mengingat dengan baik citra wajah Saya itu?”
Oh, kalau ini lain lagi masalahnya. Ada satu lagi ingatan yang bisa menyimpan sepanjang hayat (itu kalo tak terjadi apa-apa pada diri kita lho!). Namanya ingatan jangka panjang. Dan semua hal yang sukses menerobos dan diijinkan masuk ke dalam ingatan jangka panjang, akan menjadi sangat berarti dan abadi. Dalam memori jangka puanjang ini, gambaran ingatan akan menjadi sangat hidup. Detil-detilnya begitu rinci dan sangat kaya warna! Dan kalau kapan-kapan Anda bertamasya dan mengakses satu keping ingatannya, tiba-tiba Anda akan melihat gambaran yang filmis dan mungkin bersifat holografis atau tiga dimensi dari ingatan, dan tentu saja disertai dengan animasi yang sangat menarik!

Ingatan akan menjadi sangat hidup dalam memori jangka panjang.
Cobalah ingat sesuatu yang paling membahagiakan…
Cobalah gali kembali sesuatu yang menyakitkan!
Dan kalau teliti, tubuh kita pun akan mengalami sensasi. Mungkin perubahan rona wajah atau degup jantung yang sedikit bertambah kencang. Mungkin seulas senyuman, atau mungkin tangisan yang menggoncang.

Jadi silakan bereksperimen dan berhati-hatilah….

***

Sapalah Bapak atau Ibu Anda, dan rasakanlah bagaimana mereka bisa merespon dan menanggapi sapaan hangat kita. Atau kalau tak sempat menyapa kedua orang tua, lakukanlah kepada tetangga, sahabat, teman, handai taulan, kerabat, anak-anak, atau siapa saja yang mengenal kita.

Sekali lagi, bersyukurlah mumpung mereka masih bisa merespon sapaan kita.
Bayangkanlah suatu hari mereka tiba-tiba hilang ingatan kepada kita! Dan sapaan hangat kita, ditanggapi dengan ekspresi kerut muka keheranan. Dari sorot matanya, kita melihat tusukan perasaan asing yang dingin, melihat seonggok tubuh yang berdiri dihadapan dan memberi hangat sapaan.

Kalau Anda bisa menjangkau perasaan Anda, bagaimanakah perasaan Anda?

***

yang membanggakan,
yang membahagiakan,
yang membikin hati sesak dan terisak,
semua ada dalam ingatan kita.

Dan membentuk kita!

Seandainya semua ingatan itu terhapuskan dari keseluruhan sistem memori kita, masih samakah kita dalam memandang diri kita? Atau kalau saja kemampuan mengingat tak dianugrahkan kepada kita, masih bisakah kita menyusun sebuah rumah eksistensi atau keberadaan diri berdasarkan kepingan-kepingan batu bata ingatan?

Rasanya lucu dan mungkin agak susah menerima ya, karena kita ternyata sangat sangat bergantung kepada ingatan kita!

***

prayer
Ini aku,
dan ini ingatan tentang aku.

Manakah aku yang sesungguhnya?

Dan sungguh,
melalui ingatan yang dititipkan di hati orang-orang yang mengenal kita,
keberadaan kita ditopang dan diteguhkan!

Kalau aku yang lebih sering melupakan ini
mengingatMu,
bersediakah Engkau, Kekasihku…
mengingatku?

(jogja, 1 maret 09, setelah reuni kecil itu… )

Related Posts with Thumbnails



Related Articles

  • No Related Post

1 Comment »

  1. dalam sekali makna tulisannya, padahal dimulai dari cerita tentang sebuah pengalaman dengan fesbuk. (duh, sampai sekarang kenapa aku masih belum tertarik membuka akun di sini, ya?)

    salah satu rezeki yang diberikan Allah kepada manusia adalah ingatan, dan dengan ini manusia bisa berkontemplasi dan menarik hikmah dalam proses belajar. kehilangan ingatan? nauzubillah min dzalik.

    salam, mas unduk. terima kasih sudah menyambangi blog marshmallow.

    Comment by marshmallow — 20 March 2009 @ 9:06 pm

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment