Tentang penyakit diabetes melitus
PERTANYAAN :
Beberapa tahun yang lalu saya jengkel dan sakit hati kepada.buletin Al Huda yang menyatakan bahwa gemuk itu tidak sehat dan gemuk itu jelek. Saya heran sekali, kok buletin Al Huda yang buletin dakwah itu kok dakwahnya menjengkelkan dan menyakitkan hati. Menyinggung perasaan, bahkan sangat menyinggung perasaan bagi orang yang kebetulan badannya gemuk seperti saya.
Juga, kenapa dakwah yang dibahas soal penyakit diabetes melitus (kencing manis), beda sekali dengan dakwah buletin yang lain yang membahas sosai akidah, soal syari’ah dan soal akh-lak saja. Apa urusannya masalah kesehatan seseorang dengan dakwah?. Tidak ada sangkut pautnya sama sekali ?
Kenapa buletin Al Huda tidak jadi buletin kedokteran saja, yang tiap minggunya kasih informasi dan bahas tentang kesehatan?. Begitulah kejengkelan saya dan
sakit hati saya kepada buletin Al Huda beberapa tahun yang lalu.
Apalagi kemudian ada iklan jamu untuk obat diabetes, saya jadi tambah sengit dengan buletin Al-Huda, hanya mau jual jamu saja pakai sebut orang gemuk itu tidak sehat dan orang gemuk itu jelek. Betul-betul saya jengkel dan buruksangka kepada Al Huda.
Tapi sekarang, setelah saya dirawat dirumah sakit selama 10 hari, karena sakit diabetes melitus (kencing manis), yang nyaris saja kaki kanan saya diamputasi saya jadi teringat kepada buletin Al Huda itu. Andaikata saja pada waktu itu saya tidak jengkel dan merenungkannya dengan balk, kemudian saya pergi ke dokter memeriksa kadargula darah saya, mungkin sekali menurut dokter penyakit saya dapat diatasi selagi belum parah.
Sekarang ini saya sedang berusaha keras menurunkan berat badan dan menurunkan gula darah yang bulan lalu itu mencapai angka 378 dengan diet, olah raga dan makan obat.
Hanya saja saya masih shok. Pertama, karena kaki kanan saya hampir saja diamputasi. Keduanya, saya shok karena menurut dokter penyakit kencing manis tidak bisa disembuhkan, dibawa terus selama hidup sampai mati.
Saya protes betul dengan pernyataan itu. Masa. penyakit tidak ada obatnya? Bukankan Rasulullah menyatakan semua penyakit ada obatnya, terkecuali “maut”? Nah …ustadz, bagaimana ini?. Masa penyakit nggak ada obatnya?. Inikan bertentangan dengan sabda Rasulullah SAW?.
Saya minta ustadz bahas di buletin Al Huda tentang penyakit dan obatnya. Khususnya terhadap penyakit kencing manis, agar orang yang ketiban penyakit tidak shok…. tidak murung. Saya sekarang betul-betul shok dan murung. Nggak terbayangkan bagaimana hidup kedepan bersama penyakit yang tidak bisa disembuhkan, bahkan dikatakan potensil merupakan pintu bagi berbagai macam penyakit lainnya, seperti lever, darah tinggi, jantung dan macam-macam penyakit lainnya.
Sekarang ini saya lagi jengkel dan sakit hati kepada penyakit dan kepada para dokter yang bilang diabetes tidak ada obatnya.
JAWABAN:
Dakwah itu tidak hanya soal akidah, syari’ah dan akhlak saja, tapi juga soal muamalah. Dalam hal muamalah bukan hanya soal-soal kemasyarakatan dan kenegaraan, melainkan juga soal-soal sosial, termasuk didalamnya soal-soal kesehatan.
Itulah sebabnya dahulu ulama-ulama Islam juga merupakan dokter-dokter yang jempolan. Ibnu Sina dan Al Kindi adalah dua nama ulama besar Islam yang merupakan dokter yang jempolan dan cemerlang.
Sikap pertama ketika seseorang ketimpa sakit hendaklah jangan panik. melainkan hendaklah sabar, dan menerima sakit sebagai cobaan iman. Firman Allah SWT : “…Dan sungguh Kami akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kepada Kamilah kalian (akan) kembali“. (Surat 21/Al Anbiyaa’, ayat 35). Dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman : “…Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun“. (Surat 2/AI Baqarah, ayat 155-156).
Keduanya, hendaklah berobat. Sabda Rasulullah SAW: “Sesungguhnya Allah telah menurunkan penyakit dan obatnya. Dan menjadikan untuk kalian setiap penyakit ada obatnya. Karena itu, berobatlah, tetapi jangan berobat dengan barang yang haram“. (HR. Abu Daud).
Diet itu adalah salah satu pengobatan yang utama. Sabda rasulullah SAW: “Lambung itu tempatnya segala penyakit. Sedangkan pantangan (diet) adalah pokok dari pengobatan“. (HR. Ad Dailami)
Sesudah berobat, hendaklah berdo’a kehadirat Allah SWT: “….Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepadaKu….“. (Surat 2/AI Baqarah, ayat 186). Dalam berdo’a itu hendaklah bersungguh-sungguh, sabda Rasulullah SAW: “Berdo’alah kepada Allah dan kalian (hendaklah) yakin akan dikabuikan, dan ketahuilah, bahwa Allah tidakmengabulkan do’a dari hati yang lalai dan bermain-main“. (HR At Tirmidzi).
Iringilah do’a dengan bertaubat, yaitu memohon ampun kepada Allah SWT: “Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian dia memohon ampun kepada Allah, niscaya dia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang“. (Surat 4 An Nisaa’, ayat 110). Tentunya taubat yang sebenar-benarnya taubat (taubatan nasuha).
Bagi penderita diabetes, hendaklah dia berobat dengan sungguh-sungguh untuk mencapai kembali kadar gula darah yang normal. Hal itu pada umumnya bisa dicapai oleh setiap penderita diabetes, apalagi bagi para penderita diabetes yang baru.
Kemudian hendaklah para penderita diabetes menjaga makannya dari segala pantangan, selalu berolah raga yang teratur dan mengkonsumsi obat secara disiplin, insya Allah para penderita diabetes akan mengalami hidup yang sehat dengan kadar gula darah yang normal.
Bila hal itu tercapai, bisa dikatakan penderita diabetes itu telah menjadi orang yang sehat. Hanya saja perlu dipahami betul, bahwa penyakit diabetes gampang terulang, kalau penderitanya tidak disiplin dalam makan (melanggar pantangan), olah raga dan mengkonsumsi obat. Mungkin itulah yang dimaksudkan oleh para dokter bahwa penyakit diabetes tidak ada obatnya dan akan dibawa terus sampai mati. Dengan demikian dapatlah dikompromikan antara ada obatnya atas setiap penyakit dengan pernyataan bahwa diabetes tidak ada obatnya.
Sumber : Buletin Dakwah Al-Huda No. 1115 Tahun ke-23 28 Maret 2008
Related Articles
6 Comments »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI


Mungkinkah Allah SWT membuat suatu penyakit yang tidak ada obatnya? Sy yakin, semua pasti ada obatnya. Mungkin, kita saja yg blm bisa menemukan.
Subhanallah.
Comment by niwwin — 4 June 2008 @ 5:09 pm
alhamdulillah….saya juga baru kena sakit diabetes militus dan baru saya terapi…tetapi saya belum tahu bayak tentang diabetes tersebut…tolong kalau bisa kirim saya artikel lengkap tentang diabetes tersebut secara lengkap…jazakumullah
Comment by ibnukus — 25 July 2008 @ 8:47 pm
Beberapa gejala yang timbul selama berpuasa:
1. Sakit kepala
2. Sensitivitas meningkat (suara, sentuhan, bau)
3. Selaput putih pada lidah menebal
4. Mulut dan nafas, tubuh, ataupun urine menjadi bau
5. Mual, muntah
6. Insomnia atau mimpi buruk, dll.
Semua gejala yang timbul adalah merupakan tanda bahwa bereaksinya tubuh anda dalam proses detoks, mesikpun pada tiap orang bisa saja berbeda, ini wajar saja karena proses metabolisme pada setiap orang berbeda-beda.
Usus besar berfungsi sebagai tempat penampungan akhir/kotoran dari sisa makanan dan serat-serat makanan yang tidak tercerna yang berasal dari saluran pencernaan. Jika usus besar tidak kita bersihkan maka sisa-sisa makanan yang menumpuk semakin lama akan semakin tebal dan pada akhirnya akan menutup seluruh rongga usus besar kita, ini merupakan awal dari timbulnya konstipasi,/sembelit/susah buang air besar.
Kerak-kerak / plak yang sudah bertahun-tahun bertumpuk dan tidak pernah dibersihkan akan menimbulkan toksin/racun yang akhirnya terserap kedalam tubuh / autointoksikasi, lalu beredar ke dalam sirkulasi darah, merusak jaringan-jaringan tubuh, organ-organ tubuh, menurunkan vitalitas & imunitas, serta timbulnya berbagai penyakit degeneratif seperti penuaan dini, diabetes, jantung, hipertensi, stroke, dan masih banyak lagi.
Puasa Organik adalah cara efektif untuk membersihkan usus kita dari sampah-sampah yang sudah bertahun-tahun bahkan puluhan tahun menempel tanpa menggunakan kimia maupun obat-obatan. Banyak pakar kesehatan menyadari bahwa “Penyakit Bermula dari Usus atau system pencernaan kita.”
Selain itu berbagai masalah kulit dapat diatasi, seperti jerawat, eksim, psoriasis, alergi dan lain-lain. Dan karena kulit merupakan organ ekskresi terbesar berarti kulit yang kurang sehat mencerminkan usus atau system pencernaan yang kurang sehat.
Perlu diketahui bahwa penggunaan pencahar yang cukup sering sangat
berbahaya, karena secara paksa akan merangsang gerakan otot usus besar untuk mengeluarkan kotoran berbentuk cairan secara terus menerus dan berlebihan, yang akan mengakibatkan usus menjadi kering dan menempel.
Meskipun demikian, dengan dibebaskannya tubuh kita dari toxin, ini masih menyisakan sel-sel yang rusak pada tubuh kita. Nutrisi Greenfield Organik dan buah-buahan berkadar anti oksidan tinggi (seperti misalnya apel) menjadi sangat penting disini, karena ia membantu proses regenerasi sel secara cepat. Pada dasarnya seluruh organ tubuh kita, kecuali otak, dapat diperbaiki oleh regenerasi sel tubuh yang baik.
Terjadinya penggantian sel-sel yang rusak pada organ tubuh kita dengan sel-sel baru yang baik akan memulihkan organ tubuh kita sehingga dapat berfungsi kembali secara semestinya. Hal ini akan membebaskan kita dari berbagai penyakit yang kita alami sebelumnya karena terganggunya fungsi organ tubuh kita. Inilah yang dimaksud dengan NATUROPATI (penyembuhan secara alamiah, tanpa menggunakan obat).
Proses regenerasi sel ini akan berlangsung secara bertahap, berkesinambungan, dan maksimal selama tubuh kita tetap memperoleh nutrisi yang berkualitas tinggi untuk membantu kelangsungan proses ini. Oleh karena itu pula kita tetap dianjurkan menggunakan Greenfield Organik secara teratur 3 kali sehari setiap 30 menit sebelum makan.
Apabila seluruh organ tubuh kita dapat berfungsi dengan baik, maka akan terjadi keseimbangan metabolisme tubuh. Tercapainya keseimbangan metabolisme tubuh dan berjalan lancarnya sirkulasi darah (karena sistim saluran darah kita menjadi bersih) secara otomatis membuat tubuh kita tak mungkin gemuk dan semua penyakit degeneratif hilang dengan sendirinya.
3. Greenfield Organik adalah nutrisi lengkap yang paling menyerupai air susu ibu.
Dengan demikian dapat dipahami, adanya berbagai macam tumbuhan organik bintang lima yang terkandung dalam Greenfield Organik dimaksudkan agar terpenuhi kelengkapan nutrisi yang dibutuhkan seluruh organ tubuh kita.
Selain kelengkapan nutrisinya, Greenfield Organik juga dijamin bebas toxin, bebas rekayasa genetic, bebas bahan2 kimia, bahkan proses pembuatannya juga tanpa menggunakan pengawet atau perasa apapun yang tidak natural, karena Greenfield Organik adalah makanan organic yg bersertifikat organic resmi. Sertifikasi organic hanya diberikan kepada produk yg dalam prosesnya memenuhi syarat-2 dan standard organic dari badan sertifikasi organic dunia. Hasilnya, sebuah rasa alamiah sejumlah tumbuhan tanpa garam dan penyedap/bumbu apapun.
Meskipun demikian, tidak dianjurkan menggunakan Greenfield Organik sebagai pengganti air susu ibu pada bayi, karena pada air susu ibu terdapat kandungan antibodi yang akan membuat sang bayi menjadi punya daya tahan terhadap penyakit. Inilah perbedaannya, yaitu pada Greenfield Organik tidak terkandung antibodi, namun tetaplah Greenfield Organik merupakan nutrisi yang sangat berkualitas dan lengkap yang sangat baik.
Pada orang dewasa, nutrisi ini memberi tenaga sehingga organ-organ tubuh kita berfungsi maksimal, sehingga organ tubuh kita dapat sembuh dan lebih daripada itu, bahkan membangun daya tahan tubuh kita terhadap penyakit.
Dalam tahap selanjutnya, regenerasi sel bukan hanya memperbaiki kondisi organ tubuh kita, tetapi bahkan berlanjut pada perbaikan kulit kita. Hal ini menyebabkan kulit kita menjadi lebih cerah dan segar, hilangnya selulit, dan berbagai hal lain. Pada mereka yang tidak mempunyai masalah dengan kondisi organ tubuhnya, perbaikan mutu kulit ini berlangsung lebih cepat dan efektif, sehingga kulit jadi sangat sehat dan menyenangkan untuk dilihat. Hal ini lah yang menyebabkan beberapa dokter kulit di Surabaya menyarankan penggunaan Greenfield Organik sebagai bagian dari terapi perbaikan mutu kulit.
Dengan demikian kita dapat menjawab dengan mudah pertanyaan, “sampai kapan sebaiknya kita mengkonsumsi Greenfield Organik?”.
Bukankah kita menjadi sakit karena semua makanan yang membawa toxin ke dalam tubuh kita? Dan, bukankah keadaan kita jadi makin memburuk karena makanan yang kita makan tidak menyediakan nutrisi lengkap agar seluruh organ tubuh kita dapat berkerja dengan baik? Bahkan, bukan hanya nutirisinya tak lengkap, tetapi juga rendah kadar nutrisinya! Sehingga toxin jadi makin mudah menggerogoti dan menghancurkan tubuh kita.
Jadi, selama kita ingin hidup sehat dan bebas penyakit, sangat penting untuk secara teratur memperoleh asupan bebas toxin, memiliki kadar nutrisi yang tinggi dan lengkap untuk seluruh kebutuhan tubuh kita.
didit_fahmi_idris@yahoo.com – Surabaya
Comment by Fahmi Idris — 26 August 2008 @ 5:10 pm
terima kasih atas infonya mengenai diabetes, mudah-mudahan ana dapat ambil manfaatnya dan semoga artikel ini juga dapat menambah khasanah imu bagi pembaca…
Comment by ibnukus — 14 September 2008 @ 1:13 am
Bisakah mengirim artikel mimbar jum’at waspada melalui email ?
Comment by zulhamdi — 2 February 2009 @ 6:22 pm
Diabetes. ada beberapa hal kebiasaan hidup sehari-hari yang bisa menjadi penyebab Diabetes:
1. Teh manis
Penjelasannya sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh manis saja kita sudah dapat 1.000-1.200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori. Ujungnya: obesitas dan Diabetes.
Pengganti: Air putih, teh tanpa gula, atau batasi konsumsi gula tidak lebih dari dua sendok teh sehari.
2. Gorengan
Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, Diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak, termasuk gorengan.
Pengganti: Kacang Jepang, atau pie buah.
3. Suka ngemil
Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan diri dari obesitas dan Diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah.
Pengganti: Buah potong segar.
4. Kurang tidur.
Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko Diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik.
Solusi: Tidur tidak kurang dari 6 jam sehari, atau sebaiknya 8 jam sehari.
5. Malas beraktivitas fisik
Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus Diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. “Dalam 10 tahun belakangan, jumlah penderita Diabetes di Hanoi, Vietnam, berlipat ganda. Sebabnya? Di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding bersepeda,” kata Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit Tidak Menular di Kawasan Pasifik Barat.
Kesimpulannya, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas lainnya.
Solusi: Bersepeda ke kantor.
6. Sering stres
Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, kalau gula darah terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan.
Solusi: Bicaralah pada orang yang dianggap bermasalah, atau ceritakan pada sahabat terdekat.
7. Kecanduan rokok
Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap Diabetes naik sebesar 22 persen. Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga.
Pengganti: Permen bebas gula. Cara yang lebih progresif adalah mengikuti hipnoterapi. Pilihlah ahli hipnoterapi yang sudah berpengalaman dan bersertifikat resmi.
8. Menggunakan pil kontrasepsi
Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah. Menurut dr Dyah Purnamasari S, Sp PD, dari Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik.
Solusi: Batasi waktu penggunaan pil-pil hormonal, jangan lebih dari 5 tahun.
9. Takut kulit jadi hitam
Menurut jurnal Diabetes Care, wanita dengan asupan tinggi vitamin D dan kalsium berisiko paling rendah terkena Diabetes tipe 2. Selain dari makanan, sumber vitamin D terbaik ada di sinar matahari. Dua puluh menit paparan sinar matahari pagi sudah mencukupi kebutuhan vitamin D selama tiga hari. Beberapa penelitian terbaru, di antaranya yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology, menyebutkan bahwa vitamin D juga membantu keteraturan metabolisme tubuh, termasuk gula darah.
Solusi: Gunakan krim tabir surya sebelum “berjemur” di bawah sinar matahari pagi selama 10-15 menit.
10. Keranjingan soda
Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses’ Health Study II terhadap 51.603 wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda membuat berat badan dan risiko Diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak.
silahkan hub 083856338213 untuk obat herbal diabetes yang mujarab dan bergaransi
Comment by fathurrahman — 18 January 2012 @ 1:55 pm