Bahaya Sihir

Tauhid | Wednesday, June 1st, 2011
sihir

sihir

Sihir dan sejenisnya dari cakupan ilmu-ilmu hitam makin populer dewasa ini. Para pakar berikut iklan sihimya bisa ditemui di hampir semua media massa. Merekalah yang seakan-akan menguasai rahasia dan kunci-kunci kehidupan.

Eksistensi mereka kian diperkuat dengan dongeng-dongeng tahayul nenek moyang, utamanya yang berkaitan dengan kerajaan-kerajaan nusantara di masa lampau. Jadilah semua itu sebagai sebuah ajaran dan aliran tersendiri yang ditafsirkan sebagai bagian dari agama.

Ironisnya, sebagian kaum Muslimin kian terbentuk akal dan pikirannya dengan semua itu. Lahirlah kemudian keyakinan yang berasal dari akal yang jumud yang tergantung dan menggantungkan segala-galanya kepada orang-orang “sakti” tersebut.

Bahagia dan sengsara, senang dan susah, sehat dan sakit, berhasil dan gagal, maju dan mundur seolah-olah ada di tangan mereka. Umat pun mulai lupa akan kekuasaan dan ketentuan Allah.

Sejarah Munculnya Sihir

Disebutkan dalam tafsir Ibnu Katsir yang menukil riwayat dari As-Sudi bahwa beliau berkata: “Dahulu kala setan-setan naik ke langit untuk mencuri kabar yang disampaikan oleh para malaikat tentang sesuatu yang akan terjadi di muka bumi berupa kematian, ilmu ghoib dan perintah Allah. Lalu kabar tersebut disampaikan kepada para dukun dan ternyata kabar tersebut banyak terjadi sehingga para dukun membenarkan apa yang disampaikan oleh setan. Setelah setan mendapatkan pembenaran, mereka mencampur adukkan satu kenyataan dengan tujuh puluh kedustaan. Kemudian menyebar isu di kalangan Bani Israil bahwa ia mampu mengetahui ilmu ghoib sehingga tidak sedikit di antara manusia terpedaya dan tertipu.”

Namun Allah memberitahukan kepada Nabi Sulaiman tentang tipu daya setan tersebut, lalu Nabi Sulaiman memendam seluruh catatan kalimat di bawah kursi kerajaan dan tidak ada satu setan pun yang mampu mendekatinya.

Setelah Nabi Sulaiman wafat, setan berubah wujud seperti manusia dan berusaha mengeluarkan catatan tersebut dari bawah kursi Sulaiman, kemudian dia mengatakan kepada manusia: “Apakah kalian ingin mendapatkan harta karun yang tidak pernah terbayang.” Maka setan menunjukkan sihir yang diklaim telah dipendam oleh Nabi Sulaiman di bawah kursinya. Seterusnya dipelajari oleh manusia dari zaman ke zaman.

Sebab-sebab Turunnya Ayat Sihir

Pada zaman Nabi Muhammad tersebar tuduhan di kalangan orang-orang Yahudi bahwa Nabi Sulaiman mengajarkan sihir begitu pula malaikat Jibril dan Mikail, lalu turun ayat di atas sebagai bantahan terhadap tuduhan itu.

Yang benar adalah bahwa Nabi Sulaiman tidak pemah mengajarkan sihir apalagi sebagai tukang sihir, begitu pula kedua malaikat Jibril dan Mikail.

Hukum Dan Kedudukan Sihir

Sihir adalah perkara syaithoniyah yang diharamkan dan bisa merusak atau membatalkan serta mengurangi kesempurnaan aqidah, karena sihir tidak terjadi kecuali dengan kemusyrikan.

Sihir secara bahasa adalah sesuatu yang halus dan lembut. Dan menurut istilah syari’at sihir berupa jimat, santet, tenung, mejik atau ramuan-ramuan yang mampu memberi pengaruh secara fisik seperti sakit, membunuh atau memisahkan antara suami dengan istri dan pengaruh secara rohani seperti gelisah bingung atau mengkhayal.

Dan pengaruh terhadap mental contohnya adalah gila, stress atau gangguan kejiwaan yang lain. Ini berdasarkan kenyataan yang terjadi di masyarakat dan diketahui orang banyak.

Sihir Tergolong Syirik dari Dua sisi

Pertama, karena sihir mengandung unsur meminta pelayanan dari setan dan ketergantungan dengan mereka melalui sesuatu yang mereka cintai agar setan tersebut mengajari kepada mereka tentang sihir, sehingga sihir adalah ajaran setan sebagaimana firman Allah 18: “Tetapi setan-setan itulah yang kafir mengerjakan sihir) mereka mengajarkan sihir kepada manusia.” (QS. al-Baqarah: 102).

Kedua, sihir mengandung unsur klaim mengetahui ilmu ghoib dan pengakuan berserikat dengan Allah dalam perkara ghoib. Ini jelas-jelas sebagai suatu perbuatan kufur, sebagaimana firman Allah: “Katakanlah, tidak seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghoib, kecuali Allah.” (QS. an-Naml: 65).

Dan ilmu ghoib tersebut tidak diperlihatkan kepada makhluk kecuali hanya kepada para rasul-Nya sebagaimana dalam firman Allah: “(Dia adalah Robb) Yang mengetahui yang ghoib maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang ghoib itu kecuali kepada yang diridhoi-Nya.” (QS. Jin: 26-27).

Di antara hal yang perlu diwaspadai adalah bahwa para tukang sihir mempermainkan aqidah umat Islam, di mana mereka kerap kali menampakkan diri seakan-akan sebagai tabib, ahli hikmah, dokter atau kyai, sehingga mereka menyesatkan kaum Muslimin yang sedang sakit agar menyembelih kambing atau ayam dengan ciri-ciri tertentu yang ditujukan kepada jin. Di antara mereka ada yang menjual isim-isim atau jimat lewat iklan koran atau majalah bahkan melalui televisi.

Sebagian lagi menampakkan diri sebagai pemberi berita tentang perkara-perkara ghoib dan tempat-tempat barang yang hilang. Lalu orang-orang yang bodoh datang bertanya kepadanya tentang barang-barang yang hilang, kemudian memberi kabar tentang keberadaan barang tersebut atau mendatangkannya dengan bantuan setan.

Sebagian mereka menampakkan diri sebagai wali yang memiliki karomah dalam hal-hal yang luar biasa, seperti masuk ke dalam api tetapi tidak terbakar, memukul dirinya dengan pedang atau dilindas mobil tetapi tidak sedikit pun terluka atau keanehan lain yang hakikat sebenarnya adalah perbuatan setan yang diperjalankan melalui tangan mereka untuk membuat fitnah di antara manusia.

Atau bisa jadi, hanya perkara ilusi yang tidak ada hakikatnya, bahkan hanyalah tipuan halus dan licik yang mereka lakukan di depan pandangan mata seperti perbuatan para tukang sihir Fir’aun dengan menipu tali-tali dan tongkat-tongkat yang seakan menjadi kalajengking dan ular.

Maka, di antara hal-hal yang diharamkan Allah adalah mempelajari dan mempraktekan ilmu sihir. Di antara bahaya sihir adalah:

  1. Membatalkan Keislaman Seseorang.
    Sihir pada hakikatnya merupakan satu amal perbuatan untuk mendekatkan diri kepada setan, karena pengaruh sihir tidak akan terjadi kecuali tukang sihir melakukan praktek-praktek dan ritual kufur. Allah berfirman: “Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya setan-setan lah yang kafir, mereka mengajarkan sihir kepada manusia.” (QS. al-Baqarah: 102)
  2. Sihir disejajarkan dengan Kesyirikan.
    Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah: “Jauhilah tujuh perkara yang membinasakan, (para Sahabat) berkata: “Apakah itu wahai Rasulullah?” Rasulullah bersabda: “Syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan haknya, memakan harta yatim, memakan harta riba, lari dari medan perang dan menuduh wanita Mukminah yang baik-baik dengan tuduhan zina.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Bahaya sihir terhadap pribadi dan kehidupan Masyarakat, di antaranya:

  • Awalnya membuat seseorang sakit dan menjadikan terbaring di tempat tidur. Terkadang sakitnya menjadi sebab ia terbunuh, gila atau semisalnya.
  • Bisa juga sakitnya tersebut menjadi sebab ia pergi dari tempat tinggalnya, keluarga dan rumahnya, sehingga berkeliaran di jalan-jalan.
  • Sihir dapat membawa permusuhan antar keluarga dan masyarakat. Perbuatan sihir dapat menjerumuskan manusia ke dalam perkara yang dilarang agama.
  • Sihir menyusupkan banyak perasaan was-was dalam kehidupan seseorang dan tidak tenang.
  • Sihir menanamkan keragu-raguan antara sescorang dengan anggota keluarganya, baik terhadap anak-anak ataupun istrinya.
  • Sihir menumbuhkan permusuhan dan kebencian di antara individu-individu masyarakat, dan juga menimbulkan kedengkian serta hasad.
  • Sihir menebarkan kehinaan di antara anggota masyarakat.
  • Sihir mengubah masyarakat Muslim yang tadinya menjaga agama dan aqidahnya menjadi masyarakat yang terjatuh pada perbuatan syirik.

Maka, jelas sekali bahwa perbuatan sihir merupakan penyakit paling berbahaya yang menjangkiti masyarakat, sehingga merusak bangunan dan merobohkan sendi-sendinya.

Dengan sebab sihir tersebut tersebarlah permusuhan, penodaan kehormatan, terbunuhnya orang-orang yang baik, dicurinya harta benda, belum lagi dalam perbuatan tersebut mengandung syirik kepada Allah dan kufur kepada-Nya.

Akhirnya, masyarakat tersebut menjadi kehilangan tujuan agung dan cita-cita mulianya. Dapat disimpulkan bahwa sihir adalah kesepakatan antara tukang sihir dan setan, dengan ketentuan bahwa ia akan melakukan berbagai keharaman atau kesyirikan.

Semoga Allah senantiasa melindungi kita dari bahaya syirik, dan tetap istiqomah diatas tauhid.

Sumber: Buletin Dakwah Hasmi, E17 – 27 Mei 2011

Related Posts with Thumbnails



Related Articles


1 Comment »

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, Unduk…

    Apa khabar ? Didoakan sehat dan selalu dalam kondisi yang diberkahi Allah swt.
    Sihir merupakan perbuatan yang terkutuk dan sangat ditakuti oleh banyak orang. Seperti bahaya sihir yang diungkapkan di atas, tentu memberi impak besar kepada keruntuhan institusi keluarga bahagia, masyarakat menjadi huru hara dan negara tidak aman. Semuanya dimulai kerana sifat dengki, iri dan hasad yang disembur oleh api kebencian dari setan yang tidak mahu melihat manusia hidup dalam aman dan harmoni.

    Kongsian hikmah di atas sangat mencerahkan dan memberi ingatan kepada kita bahawa jangan bermain-main dalam hal mempercayai unsur-unsur yang boleh mensyirikkan Allah.

    Salam mesra dari Sarikei, Sarawak.

    Comment by Siti Fatimah Ahmad — 14 June 2011 @ 1:53 am

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment