Adab Berhari Raya

Akhlaq,Idul Fitri,Sosial | Monday, September 6th, 2010
shalat idul fitri di pelabuhan sunda kelapa

shalat idul fitri di pelabuhan sunda kelapa

Tak terasa, sebentar lagi umat Islam di seantero jagad akan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1431 H. Inilah, hari kemenangan bagi mereka yang berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan. Semua umat Muslim bersuka cita menyambut datangnya hari raya.

Umat Muslim di berbagai tempat, daerah, dan negara memiliki tradisi masing-masing dalam menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri. Namun, intinya pada saat hari raya, setiap keluarga bisa berkumpul, saling mengunjungi, dan bersilaturahim, serta saling memaafkan.

Agar Idul Fitri 1431 H benar-benar bermakna, sebaiknya seorang Muslim hendaknya memperhatikan adab berhari raya. Rasulullah SAW telah memberi contoh dan teladan tentang adab berhari raya.

Dalam Kitab Mausuu’atulAadaab Al-Istaamiyyah, Syekh Abdul Azis bin Fathi As-Sayyid Nada menjelaskan adab berhari raya secara rinci.

1. Niat yang benar

Niat yang benar merupakan dasar dari semua urusan. “Wajib bagi seorang Muslim menghadirkan niat yang benar dalam segala perkara berkaitan dengan hari raya, seperti berniat ketika keluar rumah untuk shalat demi mengikuti Nabi SAW, ” ungkap Syekh Sayyid Nada.

2. Mandi

Pada hari Idul Fitri hendaknya setiap Muslim mandi. Sehingga, dapat berkumpul bersama kaum Muslimin Lainnya dalam keadaan bersih dan wangi. Diriwayatkan dari Ibnu Umar RA, bahwa ia mandi pada hari raya Idul Fitri, sebelum berangkat ke tempat shalat. (HR Malik dalam kitab al-Muwaththa).

3. Memakai wewangian

Saat akan shalat Idul Fitri, hendaknya setiap Muslim memakai wewangian dan dalam keadaan bersih.

4. Memakai pakaian baru

Menurut Syekh Sayyid Nada, jika seseorang mampu, disunahkan memakai pakaian baru pada hari raya Idul Fitri. Hal itu menunjukkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT dan menunjukkan kegembiraan pada hari raya. Ibnu Umar RA memakai pakaian terbaiknya pada kedua hari raya. (HR. Al-Baihaki).

5. Mengeluarkan zakat fitrah sebelum melaksanakan shalat.

Sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW, seorang Muslim wajib mengeluarkan zakat fitrah sebelum shalat untuk menggembirakan fakir-miskin dan orang yang membutuhkan pada hari Id tersebut. Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk mengeluarkan zakat fitrah sebelum orang-orang keluar untuk shalat. (HR Bukhari-Muslim).

6. Memakan kurma sebelum berangkat dari rumah pada hari raya Idul Fitri.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Ath-Thabrani, Rasulullah SAW sebelum berangkat shalat pada hari raya Idul Fitri memakan kurma terlebih dahulu. Dalam riwayat lain disebutkan, Nabi SAW tak berangkat shalat Idul Fitri kecuali setelah makan, sedangkan beliau tidak makan pada hari raya Idul Adha, kecuali setelah pulang dan makan dari hewan kurbannya. (HR at-Tirmidzi)

7. Bersegera menuju tempat shalat.

Pada hari raya Idul Fitri, hendaknya setiap Muslim bergegas menuju tempat dilakukannya shalat Id.

8. Keluarnya wanita ke tempat shalat.

Menurut Syekh Sayyid Nada, wanita dianjurkan untuk keluar menuju tempat shalat walaupun sedang haid. Sehingga, mereka dapat menyaksikan dan mendapat kemuliaan hari raya serta merasakan kebahagiaan bersama orang Lain.

Meski begitu, hendaknya wanita yang haid memisahkan diri dari tempat shalat. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Bukhari-Muslim, Nabi SAW memerintahkan gadis-gadis pingitan, anak-anak, serta wanita haid untuk keluar, namun wanita haid yang menyaksikan kebaikan dan dakwah kaum Mukminin, hendaklah mereka memisahkan diri dari tempat shalat.

9. Anak-anak juga keluar untuk shalat.

Ibnu Abbas RA berkata, “Aku keluar bersama Nabi SAW pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, kemudian beliau shalat dan berkhutbah… ” (HR Bukhari-Muslim). Menurut Syekh Sayyid Nada, hendaknya anak-anak ikut keluar sehingga mereka ikut merasakan kebahagiaan hari raya, bersenang-senang dengan pakaian baru, keluar ketempat shalat, dan menyaksikan jamaah kaum Muslimin walaupun mereka tidak shalat karena masih kecil.

10. Keluar untuk shalat dengan berjalan kaki.

Keluar berjalan kaki untuk shalat termasuk sunah. Sebagaimana Nabi SAW keluar pada dua hari raya dengan berjalan kaki, shalat tanpa azan dan iqamat, dan pulang berjalan kaki melalui jalan lain. (HR Ibnu Majah). Perbuatan inilah yang disukai selama tak memberatkan orang yang shalat.

11. Bertasbih dengan suara keras sampai ke tempat shalat.

Disunahkan bertasbih mulai dari keluar rumah sampai ke tempat shalat. Hal ini untuk menunjukkan syi’ar Islam.

12. Bersalaman dan saling mengucapkan selamat di antara orang yang shalat.

Bersalaman dan saling mengucapkan selamat akan membahagiakan jiwa yang merasa gembira pada hari Id. Bisa pula sambil mengucapkan, “Semoga allah menerima amal kami dan amal kalian.”

13. Bersilaturahim.

Menjalin silaturahim wajib pada setiap waktu. Namun, semakin dianjurkan pada saat hari raya Idul Fitri. Sehingga, semua anggota keluarga bisa senang dan bisa merasakan kebesaran hari raya itu.

14. Saling bertukar hadiah dan makanan.

Sudah menjadi tradisi, pada hari raya setaip tetangga bertukar makanan dan hidangan. Bahkan, dianjurkan untuk memberikan hadiah bagi mereka yang tak mampu.

Akhirnya, segenap kru redaksi Mimbar Jum’at mengucapkan: selamat hari raya IduL Fitri 1431 H, mohon maaf lahir dan batin.

Sumber: Halaman Tuntunan Tabloid Republika, 3 September 2010

Related Posts with Thumbnails



Related Articles


3 Comments »

  1. الحمد لله رب العا لمين.

    Comment by Bambang — 6 September 2010 @ 10:48 pm

  2. Assalaamu’alaikum Unduk.

    Salam aidil fitri yang masih dirasai. maaf jua dipinta untuk kesekian kali agar ukhuwwah sentiasa erat terpatri. Semoga bahagia bersama saudara mara dan handai taulan di hari kemenangan ini.

    betapa indahnya kehidupan dalam agama islam yang selalu mengambil kebaikan buat ummahnya walau hal itu kecil namun penuh sopan dan santun dalam ajarannya. Maha suci allah yang menjadi pemilik segala kebaikan.

    Maaf zahir dan batin.
    Salam mesra dari Sarikei, Sarawak.

    Comment by Siti Fatimah Ahmad — 12 September 2010 @ 11:47 pm

  3. Selamat Hari raya idul Fitri Maaf Lahir batin

    Comment by akhmad fauzi — 16 September 2010 @ 4:44 am

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment