Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Mau'izah Hasanah | Saturday, August 16th, 2008

Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami pertihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (Q.S.Al-Israa’:1)

Isra’ Mi’raj adalah peristiwa luar biasa yang dialami Rasulullah pada malam 27 Rajab tahun ke 12 kenabian, begitu luar biasanya sehingga Allah mengfirmankan ayat yang menjadi petunjuk mengenai hal tersebut dengan kata SUBHANA, sebuah ungkapan ketika melihat kejadian yang menakjubkan. Menurut imam Al Harits : Tasbih itu berfungsi sebagai bantahan yang menolak kepada orang-or-ang kafir, karena setelah nabi Muhammad SAW menceritakan kepada mereka tentang Isra’ mereka mendustakannya. Jadi artinya adalah bahwa Maha Suci Allah dari menjadikan seorang Rasul yang bohong.

Isra’ dan Mi’raj merupakan dua kejadian yang berkesinambungan dan kesatuan yang tidak terpisahkan. Isra’ berarti perjalanan dimalam hari sedang mi’raj adalah tangga alat naik. Peristiwa Isra’ Mi’raj bermula ketika Malaikat Jibril AS mendapat perintah dari Allah untuk menjemput Nabi Muhammad SAW untuk menghadap Allah SWT. Jibril membangunkan Rasul dan membimbing-nya keluar Masjidil Haram ternyata diluar masjid telah menunggu kendaraan bernama Buraq sebuah kendaraan yang kecepatannya lebih cepat dari kecepatan rambat cahaya dan setiap langkahnya sejauh mata memandang.

Perjalanan dimulai Rasulullah mengendarai buraq bersama Jibril. Jibril berkata, “turunlah dan kerjakan shalat”.
Rasulullahpun turun. Jibril berkata, “dimanakah engkau sekarang ?”
“tidak tahu”, kata Rasul.
“Engkau berada di Madinah, disanalah engkau akan berhijrah “, kata Jibril.
Perjalanan dilanjutkan ke Syajar Musa (Masyan) tempat penghentian Nabi Musa ketika lari dari Mesir, kemudian kembali ke Tunisia tempat Nabi Musa menerima wahyu, lalu ke Baitullhmi (Betlehem) tempat kelahiran Nabi Isa AS, dan diteruskan ke Masjidil Aqsha di Yerussalem sebagai kiblat nabi-nabi terdahulu.

Jibril menurunkan Rasulullah dan menambatkan kendaraannya. Setelah rasul memasuki masjid ternyata telah menunggu Para nabi dan rasul. Rasul bertanya : “Siapakah mereka ?”
“Saudaramu para Nabi dan Rasul”.
Kemudian Jibril membimbing Rasul kesebuah batu besar, tiba-tiba Rasul melihat tangga yang sangat indah, pangkalnya di Maqdis dan ujungnya menyentuh langit. Kemudian Rasulullah bersama Jibril naik tangga itu menuju kelangit tujuh dan ke Sidratul Muntaha.

Dan sesungguhnya nabi Muhammad telah melihatJibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, yaitu di Sidratul Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratull Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dariyang dilihatnya itu dan tidakpula melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.” (QS. An-Najm : 13 – 18).

Selanjutnya Rasulullah melanjutkan perjalanan menghadap Allah tanpa ditemani Jibril Rasulullah membaca yang artinya : “Segala penghormatan adalah milikAllah, segala Rahmat dan kebaikan“.
Allah berfirman yang artinya: “Keselamatan bagimu wahai seorang nabi, Rahmat dan berkahnya“.
Rasul membaca lagi yang artinya: “Keselamatan semoga bagi kami dan hamba-hamba Allah yang sholeh. Rasulullah dan ummatnya menerima perintah ibadah shalat“.
Berfirman Allah SWT : “Hai Muhammad Aku mengambilmu sebagai kekasih sebagaimana Aku telah mengambil Ibrahim sebagai kesayanagan dan Akupun memberi firman kepadamu seperti firman kepada Musa Akupun menjadikan ummatmu sebagai umat yang terbaik yang pernah dikeluarkan pada manusia, dan Akupun menjadikan mereka sebagai umat wasath (adil dan pilihan), Maka ambillah apa yang aku berikan kepadamu dan jadilah engkau termasuk orang-orang yang bersyukur“.

“Kembalilah kepada umatmu dan sampaikanlah kepada mereka dari Ku”.
Kemudian Rasul turun ke Sidratul Muntaha.
Jibril berkata : “Allah telah memberikan kehormatan kepadamu dengan penghormatan yang tidak pernah diberikan kepada seorangpun dari makhluk Nya baik malaikat yang terdekat maupun nabi yang diutus. Dan Dia telah membuatmu sampai suatu kedudukan yang tak seorangpun dari penghuni langit maupun penghuni bumi dapat mencapainya. Berbahagialah engkau dengan penghormatan yang diberikan Allah kepadamu berupa kedudukan tinggi dan kemuliaan yang tiada bandingnya. Ambillah kedudukan tersebut dengan bersyukur kepadanya karena Allah Tuhan pemberi nikmat yang menyukai orang-orang yang bersyukur”.
Lalu Rasul memuji Allah atas semua itu.

Kemudian Jibril berkata : “Berangkatlah ke surga agar aku perlihatkan kepadamu apa yang menjadi milikmu disana sehingga engkau lebih zuhud disamping zuhudmu yang telah ada, dan sampai lah disurga dengan Allah SWT. Tidak ada sebuah tempat pun aku biarkan terlewatkan”. Rasul melihat gedung-gedung dari intan mutiara dan sejenisnya, Rasul juga melihat pohon-pohon dari emas. Rasul melihat disurga apa yang mata belum pernah melihat, telingan belum pernah mendengar dan tidak terlintas dihati manusia semuanya masih kosong dan disediakan hanya pemiliknya dari kekasih Allah ini yang dapat melihatnya. Semua itu membuat Rasul kagum untuk seperti inilah
mestinya manusia beramal. Kemudian Rasul diperlihatkan neraka sehingga rasul dapat melihat belenggu-belenggu dan rantai-rantainya selanjutnya Rasulullah turun ke bumi dan kembali ke masjidil haram menjelang subuh.

Mandapat Mandat Shalat 5 waktu

Agaknya yang lebih wajar untuk dipertanyakan, bukannya bagaimana Isra’ Mi’raj, tetapi mengapa Isra’ Mi’raj terjadi ? Jawaban pertanyaan ini sebagaimana kita lihat pada ayat 78 surat al-lsra’, Mi’raj itu untuk menerima mandat melaksanakan shalat Lima waktu. Jadi, shalat inilah yang menjadi inti peristiwa Isra’Mi’raj tersebut.

Shalat merupakan media untuk mencapai kesalehan spiritual individual hubungannya dengan Allah. Shalat juga menjadi sarana untuk menjadi keseimbangan tatanan masyarakat yang egaliter, beradab, dan penuh kedamaian. Makanya tidak berlebihan apabila Alexis Carrel menyatakan : “Apabila pengabdian, sholat dan do’a yang tulus kepada Sang Maha pencipta disingkirkan dari tengah kehidupan bermasyarakat, hal itu berarti kita telah menandatangani kontrak bagi kehancuran masyarakat tersebut“. Perlu diketahui bahwa A. Carrel bukanlah orang yang memiliki latar belakang pendidikan agama, tetapi dia adalah seorang dokter dan pakar Humaniora yang telah dua kali menerima nobel atas hasil penelitiannya terhadap jantung burung gereja dan pencangkokannya. Tanpa pendapat Carrel pun, Al – Qur’an 15 abad yang lalu telah menyatakan bahwa shalat yang dilakukan dengan khusu’ akan bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar, sehingga tercipta tatanan masyarakat yang harmonis, egaliter, dan beretika.

Sumber : Risalah Dakwah Mau’izah Hasanah No. 525 – 8 Agustus 2008

Related Posts with Thumbnails



Related Articles

  • No Related Post

46 Comments »

  1. web yang bagus karna bnyk nya unsur agama

    Comment by cio — 19 August 2008 @ 7:37 pm

  2. Persoalan dari saya ia lah BAGAIMANA israk dan mikraj itu terjadi kerana semua orang orang Islam inginkan perkara yang logik dan masok akal bagaimana perjalanan malam Nabi dari Mekah ke Jerusalem di lakukan memandangkan pada masa itu adalah waktu malam sedangkan Nabi melihat sasuatu perkara yang akan berlaku di masa hadapan pada waktu siang tentu nya.Jika pada waktu malam, apa yang Nabi s.a.w. nampak? Adakah Nabi membawa lampu colok? ini yang harus di huraikan. Seperkara lagi, Bagaimana Nabi s.a.w. berangkat ke langit dan menurut Nabi, baginda hanya menunggang sekor Dabbah atau Baghal dari Mekah ke Jerusalem. Menurut Para Ulamak, Baginda telah berangkat dengan sesuatu yang di namakan Buraq atau Barqu atau kilat.Terangkan sepenoh nya supaya semua orang tahu supaya kami tidak teragak agak atau menduga duga macam orang tongong memikirkan akan keadaan sebenar nya. Tunjukan juga pada orang orang kafir yang selama ini mengaggap Israk dan Mikraj Nabi s.a.w. sebagai perkara remeh. Jika alasan alasan yang di hujahkan dapat di terima oleh akal yang sihat dan lojik, alangkah lebih berarti nya kisah Israk dan Mikraj Rasulullah ini? Selama ini semua kisah kisah Mikraj di kaitakan dengan Buraq yang merupakan binatang kuda berkepak yang mana tidak lojik, bohong , dan tak masok akal! Istilahkan dengan sejujurnya apakah yang di artikan dengan “barqu” atau dalam bahasa malaysia sebagai “kilat atau petir” yang di tahyulkan oleh orang orang Yahudi dan Nasrani Kafir di zaman Rasulullah s.a.w. semata mata untuk memperendahkan martabat Rasulullah yang begitu agong sekali! Jika keadaan dongeng ini tidak di ubah dari sekarang, bila lagi? Hingga ke jenerasi yang akan datang kelak, semua orang menceritakan perkara yang sama ia itu Buraq atau Barqu merupakan sekor binatang kuda yang berkepak terbang bersama tertenggek nya Malaikat Jibril a.s. dan Rasulullah s.a.w. ke planet yang lebih jauh dari Pluto. Kanak kanak umur 10 tahun pun tahu bahawa itu adalah cerita dongeng dan jika demikian, bagaimana kanak kanak mahu mempertebalkan keimanan mereka akan kisah kisah Israk dan Mikraj ini? Tonjolkan ayat ayat quran yang sudah pasti ada menerangkan bagaimana Rasulullah s.a.w. menuju ke planet Muntaha kerana Jibril a..s. sendiri boleh meluncur lebih cepat dari cahaya kerana Jibril berasal dari cahaya. Kenapa pula Jibril a.s. memerlukan kuda berkepak untuk terbang bersama Nabi? Jika kisah sebenar dapat di tonjolkan, siapalah tahu mudah mudahan dengan izin Allah Taala orang orang kafir akan melopong mulut mereka kerana tercengang memikirkan betapa lojik nya perjalanan Nabi orang orang Islam ini ke planet Muntaha dan terus memelok ugama Islam.

    Comment by Ism. — 2 September 2009 @ 6:15 am

  3. Kpd bpk ISM dimanapun saudara berada,
    Islam itu ilmiah dan amaliah. Semua itu bs dibuktikan dg kelimuan tekhnologi masa kini. Seperti teori Albert Einstein E=m.c2 adalah rumusannya. Dimana Energi tak terhingga yang dibuat ketika massa (benda/makhluk) bergerak dg kecepatan cahaya ( setara dg 299.792.458 meter per detik (m/s) di dalam ruang hampa ) kuadrat dan itu sudah ada pembuktiannya bertahun2x semenjak teori itu dimunculkan.
    Begitu juga Yang Mulia Muhammad Rasulullah SAW ketika ber isra’ and Mi’raj, beliau digerakkan oleh Energi Tak Terhingga yaitu dari ALLAH SWT sendiri dengan kehendakNYA, Rasulullah bisa berpindah tempat yang begituuuuu jauh jarak tempuhnya.
    Dan sebelumnya telah dijelaskan didalam Surah Al-Kahf (bahasa Arab:الكهف, al-Kahf, “Gua”) disebut juga Ashabul Kahf adalah surah ke-18 dalam Al-Qur’an. Surah ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Dinamai Al-Kahf dan Ashabul Kahf yang artinya Penghuni-Penghuni Gua. Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surah ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang beberapa orang pemuda yang tidur dalam gua BERTAHUN-TAHUN LAMANYA TANPA MAKAN TANPA MINUM.
    Demikian dari saya, jika saudara masih tetap tidak haqul yakin pada Isra Mi’raj mungkin saya hanya bisa berdoa semoga ALLAH mengampuni kita semua karena inilah salah satu tanda2x akhir dunia dimana UMAT MANUSIA MULAI MELOGIKAKAN TUHANNYA. ASTAGHFIRULLAH……

    Comment by wiwit — 8 December 2009 @ 3:22 pm

  4. Tetapi katanya Ilmiah dan Amaliah….. terus kok dilarang melogikannya?
    Mengenai Haqul yakin datangnya dari mana? Ilmiah nya dimana? Apakah kalau kita sudah membaca Al Quran dan Hadist atau juga barangkali telah mendapat informasi dari yang lain2nya dan karena kita beragama Islam, apakah berarti kita harus Haqul Yakin? padahal kita belum membuktikannya sendiri bahwa itu adalah REAL dan ILMIAH tetapi hanya tulisan dan cerita saja…….

    Comment by afakar — 28 March 2010 @ 2:52 pm

  5. Isra miraj adalah suatu peristiwa nyata yang terjadi pada bagindaosullulah SAW. Sebagaimana nabi Musa AS yang pada masanya hanya bisa mendengar tapi tidak bisa melihat NUR ILLAHI, akan tetapi pada peristiwa isra miraj, rosul memang benar-benar berhadapan langsung ALLAH SWT. Adapun berangkat dari masjidil haram rosul menggunakan unta. Hal ini diperkuat dengan kesaksian marbot masjidil al- aqsa yang melihat ada seekor unta berwarna putih yang ditambatkan dipelataran masjid. Dan dia melihat pintu masjid terbuka, akan tetapi sangat disayangkan dia tidak tahu bahwa yang didalam masjid adalah rosullulah. Dan batu gantung adalah suatu bukti nyata. Batu itu adalah tempat berpijak rosul untuk naik ke buroq, dan masalah bentuknya hanya rosul yang tahu.

    Comment by Widi — 4 April 2010 @ 8:06 pm

  6. Mari kita lihat hikmahnya peristiwa yang ghoib ini. Ingat, hanya orang yang bertaqwa saja yang mempercayainya.
    Di sana disebutkan Allah memerintahkan sholat 50x dalam sehari semalam. Bukan berarti Allah tidak tahu kemampuan umat hambanya. Allah tahu kalau umat Nabi hanya kuat 5x dan itulah sebenarnya yang dimintaNya, tetapi Allah yaf’alu au yahkumu ma yurid.
    Di sana ada dialog Nabi dengan Musa dimana beliau menyarankan untuk minta keringanan. Ada hikmahnya yakni agar kita jangan tergesa2 amalkan sesuatu tanpa minta pendapat yang lebih senior.
    Di sana ada permintaan Nabi untuk diringankan dan Allah selalu memberinya. Ini bukan “tawar menawar” tetapi perhatikan bahwa Allah Maha Pemurah. 5x = 50 nilainya.
    Di sana Musa masih menyuruh Nabi untuk kembali padahal sudah dikurangi sampai tinggal 5x dengan alasan beliau tidak berhasil menerapkannya untuk umatnya, tetapi Nabi menolak, Nabi tidak perlu mengikuti saran Musa ini karena sifat Fathonah dari Nabi.
    Di sana Nabi menyebutkan alasannya malu. Inilah sifat atau karakter Nabi yang mewarnai dan menjadi ciri umat Islam. Kalau tidak umat ini nggak punya rasa malu.
    Coba kalau perintah dari awal cuman 5x. Tidak mungkin umat ini bisa melaksanakannya, persis seperti umat Musa meskipun mereka lebih kuat fisiknya. Ini menunjukkan superioritas Nabi dan umatnya. Allah sudah membikin plotnya ya seperti itu (seperti “tawar menawar”).
    Di sana disebutkan wajah atau tampang Nabi mirip Musa ini memang sudah ada prediksinya di Bibble.
    Dll. silahkan dicari lagi hikmahnya, masih banyak. Tentu saja hanya orang yang bertaqwa saja yang bisa mengambilnya sebagai hidayah.
    Isra Mi’raj merupakan ujian keimanan bagi manusia
    Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma tentang firman-Nya Ta’ala: “Dan Kami tidak menjadikan penglihatan yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia” (al-Isra’, 17: 60)
    http://id.wikibooks.org/wiki/Islam/Rangkaian_Hadis_Isra_dan_Mi'raj
    Semua itu adalah ujian bagi manusia sejak jaman Nabi s/d hari akhir. Ingat … yudhillu bihi katsiro wa yahdi bihi kastiro… silahkan anda pilih yang mana.

    Comment by tapur — 6 September 2010 @ 9:58 pm

  7. Aslkm..saya mau bertanya..saya mendapat tantangan dari seorang kristiani mengenai sejarah Isra Mi’raj..dia berkata bahwa :
    > Muhammad menerima Quran sekitar umur 40 tahun dan menerima perintah
    > solat pada umur Nabi 50 tahun sehingga timbul pertanyaan kok begitu
    > lama perbedaan waktunya.
    >
    > Hingga Muhammad SAW wafat yaitu 12 Rabiul awwal tahun 11 Hijriah atau
    > 8 Juni 632 Masehi, Masjidil Aqsa belum pernah ada, baru kemudian
    > Masjidil Aqsa itu mulai dibangun oleh Kalifah Umayah pada tahun 691
    > Masehi. Dan diselesaikan oleh pembangunannya oleh Kalifah Walid pada
    > tahun 715 Masehi. Jadi Masjidil Aqsa mulai dibangun setelah 59 th
    > wafatnya Nabi.
    >
    > Sehingga banyak aliran Aliran yang berpendapat Israa Miraj adalah
    > mimpi belaka.
    > Jadi ayat Al-Israa 1 itu bisa disimpulkan bukan dari ucapan
    > Muhammad…. . Nah lho…….
    itu katanya…apakah itu benar…ada teman saya yang lain berkata bahwa”itu adalah jebakan untuk memecah belah Islam, jadi tidak perlu di tanggapi.Tapi saya tetap penasaran…saya masih berkeyakinan bahwa kristianilah yang salah..
    Mohon bantuannya…..agar semua terkuak kebenarannya……

    Comment by venti juniarti — 25 September 2010 @ 1:51 am

  8. Wahai orang2 yg awam…janganlah kamu berlebih-lebihan dalam menafsirkan sesuatu yg gaib karena sesungguhnya kegaiban itu hanyalah milik Allah SWT, oleh karena itu kita tidak akan pernah mampu melakukan analis secara logika (non gaib) terhadap atau untuk sesuatu yang gaib !, Allah SWT menciptakan manusia dengan kemampuan daya pikir yg terbatas (karena memang dibatasi oleh Allah) dan daya pikir tsb digunakan hanya untuk sesuatu yang real (bukan yang gaib). Peristiwa Isra Miraj adalah hal yang gaib, tapi kalau kamu semua masih penasaran maka kamu bisa buka dan baca QS: al ma’arij ayat 4 disana kamu bisa melihat dan menghitung berapa kecepatan rata2 malaikat pada saat waktu mereka bergerak dengan menggunakan rumus teori relativitas umum einstein.

    Comment by nombatih — 11 October 2010 @ 5:09 am

  9. ass……..
    saya mau nanya ni, tu komen dr Ism. — 2 September 2009 @ 6:15 am gx make otak ye, intinya gni aj allah itu maha segala galanya jd ap pun yg terjadi di bumi ini adalah sesuai kehendaknya. kalaw gx percya allah itu maha segala galanya gue mao nanya islam kaga lo. KTP lo aj islam. proses lo bs punya roh aj lo gx tau malah ap yg bakal lo rasain wktu mati aj lo gx tau wktu lo berhenti bernapas aj lo gx tau bakal ap lg yg terjadi. klw kt mninggal tgl mayat aje ni badan rohnya kemane? tau kaga lo wujud roh lu itu gmna. waduhhhhhhhhhhhhhhh hari gini mash aj ad yg meragukan allah. jd benar lah semua ini yang menyebabkan hancurnya bumi ini adalah manusia itu sendiri yang merusak isinya, hari kiamat itu pun terjadi padasaat azan subuh tidak di kumandangkan lg…….. ya allah isra’ mi’raj ini kenapa malah ad umat mu yang meragukan kekuasaan mu y allah. soal bagaimana rasul tiba di sidratul muntaha hanya allah lah yang tahu sebenar benarnya ap yg terjadi. dan jangan sekali- kali kamu meragukan kekuasaan allah. tolong siapapun yang membaca seluruh isi coment dr aats hingga coment lainnya tlong dgn sangat teguhkan hatimu dng ikhlaz bahwa apapun dan siapapun yg berkata allah itu harus di ligikakan maka dia itu pasti kafirrrrrrrrrrrrrrr. nerakalah yg ia tuju percayalah apapun mereka adalah setan dan iblis yg berwujud manusia.

    thank for all

    Comment by riko — 29 November 2010 @ 3:37 am

  10. Ttg quran turun d usia 40 dan sholat usia 50.apakah logis umat yg tadinya jahiliah dr segi akidah dan akhlak ktk datang agama baru lgsg dbebankan ibadah sholat?bukankah utk awal hrs dikuatkn dl akidah dan dperbaiki akhlak br ‘pembebanan’ ibadah?bknkah sblm praktek jd dokter dl hrs dmantapkan dl toerinya?
    Masjidil (rumah Allah) Al-aqsa itu adl tmpt ibadah kpd Allah sejak Nabi muda kalau ga salah.kakbah jg dbilang baitullah sblm Islam lahir

    Comment by lenny — 19 December 2010 @ 1:33 pm

  11. Buat penulis komentar Saudara Wiwit pada 8/12/2009!
    Semua kaum muslimin di fahamkan akan mikraj Rasulullah s.a.w. berlaku semasa Baginda dalam keadaan sedar ia itu jiwa raga jasad dan roh baginda dalam keadaan komplet.Itulah tujuan Allah Taala mengangkat kekasih Nya ke Sidratul Muntaha dengan perantaraan Malaikat Jibril a.s. untuk menunjukan sebahgian dari tanda tanda Tuhan Nya (Tuhan semesta alam) yang memiliki segala penjuru langit.Rasulullah s.a.w. benar benar telah menjelajahi alam jagat di mana tiada seorang maknusia pun yang menikmati peluang sedemikian rupa dari Allah Taala.Semua permandangan jagat raya yang dunia nikmati sekarang hanya sekadar pantolan dari satelite melalui kaca tv tetapi tidak buat baginda rasul s.a.w.Baginda benar benar melihat nya sendiri ( mungkin kesemua planet dan bintang ) dengan biji mata baginda sendiri.Semua Malaikat penjaga langit di perkenalkan terlebih dahuli oleh Jibril a.s. kerana Malaikat penjaga langit tadi dapat melihat maknusia yang di bawa oleh Jibril a.s. bersama nya semasa penerbangan di lakukan.Dari itu, berani saya menyatakan pendapat Saudara Wiwit akan teori Einstein atau yang semisal dengan nya amat jauh terkeliru dan tidak benar.Jika demikian hal nya, apa yang Nabi s.a.w. nikmati sepanjang penerbangan baginda? Bagaimana Jibril a.s. memperkenalkan Nabi s.a.w. kepada malaikat penjaga langit?Lagi pon, apa guna nya dada Nabi s.a.w. di bedah dan di berkahi? Bukan kah semata mata supaya untuk menghindari diri Nabi s.a.w. dari merasa takut dan ngeri gerun semasa penerbangan angkasa raya di lakukan ? Sedangkan astronout memerlukan pakaian khas yang begitu meremehkan untuk meneroka angkasa.Tetapi tidak buat diri rasulullah s.a.w. kerana ia nya di lakukan oleh Allah Taala sendiri.Apabila Jibril a s. dan rasulullah s.a.w. sampai di planet Muntaha, Jibril telah memperlihatkan wajah nya yang asli sekali lagi.Dari itu, dengan wajah apa yang Jibril a.s. melakukan penerbangan? Persoalan ini timbul setelah tercatit nya ayat di Surah An Najm baris no 13 ” Dan sesungguh nya ia ( Nabi s.a.w. ) telah melihat nya itu ( Jibril a.s. ) di waktu yang lain ia itu di Sidratul Muntaha” Buat pertama kali nya, Nabi s.a.w. melihat jibril a.s. dalam bentuk asli nya ada lah di Gua Hira semasa Nabi s.a.w. pertama kali menerima wahyu. Lagipun, di Sidratul Muntaha Jibril a.s. tak perlu mengubah bentuk rupa nya ( sayogia di ingatkan, semua malaikat boleh menyamar walau apa saja ) kerana ia telah berada di alam atau dunia kaum puak nya di mana tiada satu jin apalagi maknusia yang boleh sampai ke sana dan juga tidak satelite kerana dunia malaikat sememang nya telah di tutupi oleh Allah Taala buat mata maknusia lain nya.Itu lah yang di maksud kan oleh ayat An Najm ” Apabila Sidrah di seliputi sasuatu yang meliputi nya” Ia itu Allah Taala sengaja menutup penglihatan makhlok lain nya ( tidak para malaikat ) tetapi telah membuka mata Nabi s.a.w. menikmati alam malaikat dan sekali gus Nabi s.a.w. telah melihat Syurga dan Neraka ia itu sasuatu yang benar benar ghaib buat mata kita semua.Itu lah nikmat yang ingin Allah Taala berikan kepada Rasulullah s.a.w.Mudah mudahan komen saya yang panjang lebar ini dapat di fikirkan bersama dan jika ada komentar yang lebih baik lagi, boleh kita semua berkongsi untuk pengalaman.

    Comment by Ism. — 29 January 2011 @ 4:16 am

  12. Buat renongan Venti Juniardi yang berkomentar pada 25/Sep/2010!
    Kesemua ayat ayat dalam al quran adalah ucapan ucapan Allah Taala dan Nabi s.a.w. sedikit pon tiada kena mengena berkenaan dengan nya.Allah Taala mengancamkan Neraka jika ada walau pon sepatah ayat yang Nabi s.a.w. menokok tambah sepertimana yang terjadi dalam kitab Nya yang telah di rosakkan oleh kaum Yahudi dan Nasrani dahulu. Mereka mereka ini kesemua nya telah Allah Taala tetapkan ke Neraka Jahanam. Nabi s.a.w. tidak menganggap remeh akan perkara ini dari itu, buat pengetahuan Venti, Surah Al Israk sememang nya ucapan Allah Taala dan harus Venti lemparkan ingatan Venti bahawa ia nya adalah dari ucapan Nabi s.a.w.
    Surah al Isra yang terjemahan nya:
    Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba nya (nabi s.a.w.) pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah kami (Allah Taala) berkahi sekeliling nya agar kami (Allah Taala) memperlihatkan kepada nya(nabi s.a.w.) sebahgian dari tanda tanda kami (Allah Taala) Yang bermaksud tanda tanda kebesaran Allah Taala.
    Ulasan bagi ayat di atas adalah bahawa Allah Taala telah memperjalankan nabi s.a.w. dari Masjidil Haram (Mekah) ke Masjidil Aqsa.Masjidil Aqsa dalam ayat di atas yang di maksudkan oleh Allah Taala adalah di Sidratul Muntaha iaitu tempat di mana kesemua Malaikat bersujud mengesakan Allah Taala.Masjidil Aqsa dalam ayat di atas tidak tertuju ke arah Masjid Al Aqsa yang sekarang berada di Palastin.Memang sebenar nya Masjid Al Aqsa pada ketika peristiwa israk/mikraj Nabi s.a.w. belum lagi wujud atau ada.pada masa itu,ia nya berupa tanah lapang yang usang.Masakan kawasan ini Allah Taala berkahi? sedangkan di sini terdapat berbagai perbalahan Israel dan Palastin.Yang sebenar nya, Masjidil Aqsa di Sidratul Muntaha lah yang Allah Taala berkahi kerana di sini adalah alam Malaikat yang ghaib tiada sesiapa pon yang boleh sampai ke sana yang juga terdapat nya Syurga.Cuma Rasulullah s.a.w. yang telah sampai ke sana dalam peristiwa mikraj baginda.Masjid Al Aqsa yang berada di Palastin sekarang baru di bangunkan sasudah kewafatan badinda Rasulullah s.a.w. dan di namakan Masjid Al Aqsa semata mata menjiplak nama Al Aqsa di Sidratul Muntaha.Untuk penjelasan seterus nya, Masjidil Aqsa ada lah tempat bersujud yang terjauh daripada jauh yang tidak terdapat di bumi.Inilah yang sering membingongkan kaum muslimin apalagi orang orang kafir yang sememang nya berkesempatan untuk mentahyulkan perjalanan malam baginda Rasulullah s.a.w.Ini sekadar pendapat saya berdasarkan logik nya fikiran kita jika ada yang berfahaman lebih baik lagi boleh lah kita berkongsi bersama. Jangan terpedaya dengan hujah hujah Pak Ulamak dan Pak Lebai yang sepandai sendiri menterjemahkan hadis akan tetapi seringkali mereka jauh tersesat.Rasylullah s.a.w. faham benar perkara hadis yang di selewengkan benar benar akan terjadi sasudah ketiadaan baginda.

    Comment by Ism. — 29 January 2011 @ 12:32 pm

  13. faman syaa fal yu’min faman syaa falyakfur,,,,,ALLAH tidak pernah memaksa kalian untuk mempercayainya siapayang mau percaya silahkan siapa yang mengingkari silahkan tapi inget yang percaya terhadap hal yang ghoib syurga menunggu dan yang mengkufurinya neraka jahannam pun menunggu,lo anda bener2 beriman maka anda akan percaya karna rukun iman yang 6 tu telah meliputi hal2 yang ghoib,,,,dan lo anda mau analisis yang ghoib maka saya minta untuk anda analisis yang paling dekat dengan anda yang membuat anda bisa berkoar2 semau gue yaitu ruh anda,,,,,,saya cuman bilang subhaanaka inni kuntu minazzalimin,,,,,,,maha suci ALLAH sesungguhnya kami telah berbuat zolim,,,,,sementara zolim tu perbuatan yang di haram ,,,barang siapa yang menghalal yang haram kafirlah mereka barang siapa yang kafir ,,,,jahannamlah yang paling pantas menyantapnya,,,,,,wassalam.

    Comment by oganks — 17 April 2011 @ 2:10 pm

  14. semua nya aja

    Comment by lipong — 17 June 2011 @ 2:49 pm

  15. Saya percaya 100%, lebih dari itupun kalau dasarnya dari alQuran dan hadits shoheh saya tetap percaya. Sesuai dengan perkembangan ilpengtek, keniscayaan peristiwa isra’ mi’raj akan terungkap dan orang kafir tidak bisa lagi mengingkarinya…..wasalam

    Comment by yoyock — 21 June 2011 @ 5:32 am

  16. Orang yang percaya isra miraj tanpa akal itulah yang benar, karena mata itu ada dua yaitu mata kepala dan mata hati, lihatlah dengan mata hati. kalau hanya dengan mata kepala banyak orang salah, termasuk orang kafir hanya melihat dengan mata kepala.

    Comment by Fajar — 28 June 2011 @ 7:37 am

  17. saudara yang mulya manusia ,malaikat,jin ,setan ,iblis,tumbuhan,binatang,adalah ciptaan allah,mahluk termulia adalah manusia,(berakal,beranak,berjasad)malaikat melaksanakan tugas saja,iblis setan tugasnya menyesatkan,dan menggoda,agar banyak teman di neraka.sehingga ada batas dan wilayahnya sendiri jangan sampai ada yang menerobos di antara wilayah jika tidak siap dengan memperhatikan sebab dan akibat nya ,hanya allah maha segalanya lainnya ada kekurangan.kita masih banyak tuntutan mempebanyak ilmu

    Comment by saiful — 28 June 2011 @ 12:04 pm

  18. syukron kastir blog nya sangat bermanfaat.
    saya baca2 koment dan ada yg minta logika ya?!
    Masya Allah kasihan sekali anda.
    semoga Allah membukakan pintu hidayah utk anda.

    Comment by sitifatima — 29 June 2011 @ 3:57 am

  19. Hikmah Isra Mi’raj

    Subhaanalladzii asraa bi ‘abdihii lailam minal masjidil haraami ilal masjidil aqshalladzii baaraknaa haulahuu li nuriyahuu min aayaatinaa innahuu huwas samii’ul bashiir

    “Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (Al Israa’, 17 : 1)

    Momen peringatan hari-hari besar Islam seringkali diperingati, namun terkadang karena kurang pada tempatnya dalam menempatkan posisi akal untuk memahami hal yang bersifat ghaib, maka seringkali kita akhirnya tidak bisa memetik hikmahnya. Padahal, masalah keimanan itu selalu berkaitan dengan hal yang ghaib. Allah SWT berfirman: “Alladziina yu’minuuna bil ghaib” (Al Baqarah, 2 : 3)

    Dinamakan sesuatu itu ghaib manakala tidak bisa direkam oleh indra kita, yang karenanya tidak bisa diolah oleh akal. Sebab fungsi akal adalah mengolah data-data yang sempat direkam oleh indra kita. Sesuatu yang tidak bisa dilihat, didengar dan tidak bisa dirasa, tentu tidak akan bisa dimengerti oleh akal.

    Maka dari itu, peristiwa Isra Mi’raj ini termasuk dalam perkara yang ghaib yang harus diterima oleh keimanan terlebih dahulu sebelum akal. Ketika peristiwa Isra Mi’raj terjadi, maka pada saat itu sempat menghebohkan, bahkan sempat pula melahirkan tuduhan orang-orang musyrikin yang semakin gencar yang menuduh Nabi Muhammad Saw itu adalah orang gila.

    Hal ini juga sempat mempengaruhi orang-orang Islam pada saat itu. Ketika berita ini sampai kepada Abu Bakar Ash Shidiq Ra dan ummat meminta bagaimana pandangan Beliau, maka hanya satu pertanyaan yang Beliau ajukan kepada para sahabat, “dari mana kalian mendengar terjadinya peristiwa ini ? Kata para sahabat, kami mendengar dari Rasulullah Saw. Lalu Abu Bakar Ra mengatakan, kalau dalam hal ini yang mengatakan Rasulullah Saw, maka kalian tinggal meyakininya saja.

    Kendati sudah jelas masalah Isra Mi’raj ini berkaitan dengan masalah keimanan, namun kita tetap masih saja bisa menyaksikan tidak sedikit di antara saudara-saudara kita yang tertarik untuk tetap mempersoalkan peristiwa Isra Mi’raj ini dengan pendekatan akal. Sebenarnya tidaklah salah sepenuhnya, tetapi karena kurang tepatnya kita dalam menempatkan posisi akal. Maka seringkali diskusi-diskusi atau seminar-seminar yang diselenggarakan ini tidak mencapai yang diharapkan.

    Sebagai contoh, masih sering dipersoalkan oleh sebagian orang, apakah peristiwa Isra Mi’raj Rasulullah Saw itu hanya sekadar ruh Beliau, ataukah ruh sekaligus jasadnya ? Kalau dikatakan kepada mereka bahwa peristiwa ini hanya ruh Nabi Muhammad Saw, maka biasanya mereka akan mengatakan di mana letak kebesaran peristiwa itu karena terkesan hampir tidak jauh berbeda dengan mimpi. Tapi kalau dikatakan kepada mereka, bahwa peristiwa itu terjadi bukan hanya ruh Nabi Muhammad Saw saja, tapi ruh sekaligus dengan jasadnya, maka mereka akan mengatakan, bagaimana hal itu bisa terjadi ?

    Pertanyaan ini terjadi semata-mata karena merupakan pendekatan akal belaka yang diutamakan. Menurut mereka, bagaimana mungkin Nabi Muhammad Saw itu bisa pergi-pulang Isra dari Masjidil Haram (Mekah) ke Masjidil Aqsha (Yerusalem) yang kemudian mi’raj melewati sekian lapis langit untuk sampai ke Sidratul Muntaha hanya ditempuh dalam waktu satu malam ? Padahal menurut penelitian, bila saja manusia keluar dari perut bumi ini tidak mungkin bisa hidup jika tidak dibekali oksigen. Sementara tidak ada keterangan yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad Saw itu dalam Isra Mi’raj-nya dibekali tabung yang berisi oksigen.

    Kalau kemudian dikatakan kepada mereka bahwa hendaknya ini tidak diukur dengan kemampuan manusia bernama Muhammad, tetapi hendaknya diukur dengan pendampingnya adalah Malaikat Jibril yang notabene malaikat yang diciptakan dari cahaya, maka mereka masih akan berdalih lagi dengan mengatakan, kecepatan cahaya saat ini sudah bisa diukur oleh manusia. Hal ini pun menurut mereka tidak mungkin karena perjalanan sejauh itu hanya ditempuh dalam satu malam. Maka tambah hangatlah diskusi mereka. Inilah merupakan penyakit kronis dari sebagian kehidupan masyarakat kita manakala ada suatu perintah dan larangan dari Allah SWT yang sudah jelas perintah dan larangan-Nya, mereka tidaklah segera melaksanakan perintah dan meninggalkan larangannya, malah disibukkan hanya mendiskusikannya.

    Sementara pendapat sebagian besar ulama menyatakan, bahwa peristiwa ini terjadi sekaligus ruh dan jasad Nabi Muhammad Saw. Alasan yang mendasarinya karena memang sangat jelas ayatnya menyatakan, Subhaanalladzii asraa bi ‘abdihii. Pengertian Abdun pada ayat ini adalah hamba. Adapun yang dinamakan seorang hamba Allah berarti termasuk ruh dan jasadnya. Demikian pula, diri kita ini termasuk hamba Allah yang tentunya termasuk juga di dalamnya ruh dan jasad kita. Andaikata yang di-Isra Mi’raj-kan itu hanya ruh Nabi Muhammad Saw saja, maka ayatnya akan berbunyi, subhanaalladzii asraa bi ruuhi ‘abdihii, Mahasuci Allah yang telah meng-Isra-kan ruh hambanya yang berarti tidak dengan jasadnya.

    Dan, seandainya memang yang di-Isra Mi’raj-kan oleh Allah itu hanya sekadar ruh Nabi Muhammad Saw saja, maka tidak akan terasa pernyataan Allah SWT dalam lanjutan ayat-Nya yang menyatakan, “li nuriyahuu min aayaatinaa” (Untuk Kami tunjukkan kepada manusia tanda-tanda kekuasaan Kami).

    Kini, yang terpenting bagi kita, adakah yang bisa kita petik hikmahnya di balik peristiwa Isra Mi’raj ini ? Sebenarnya ada sesuatu yang bisa kita petik hikmahnya dari peristiwa ini. Bagi kita sebagai seorang mu’min adalah, kita yakin bahwa segala sesuatu yang mustahil menurut akal kita, itu tidak mustahil menurut Allah Yang Mahakuasa. Hikmahnya bagi kita adalah, rasa optimis mesti selalu ada pada diri kita. Sehingga kalau kita dihadapkan pada suatu masalah yang sudah buntu atau tidak mungkin menurut akal kita, tetap saja kita “tidak akan” pesimis, “tidak akan” sampai putus asa.

    Allah SWT telah mengingatkan kita melalui firman-Nya: “Jangan sekali-kali kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir” (QS. Yusuf, 12:87). Dalam ayat ini rasa putus asa itu identik dengan kekafiran. Sebab orang yang putus asa itu berarti dia sudah tidak beriman atau tidak meyakini lagi bahwa Allah Yang Mahakuasa dapat mengubah segala sesuatunya. Padahal, tidak ada yang mustahil jika Allah SWT menghendakinya. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanya berkata kepadanya “kun”(jadilah) maka jadilah ia”(QS. Yaasiin, 36:82).

    Paling tidak, ada ”tiga” hal yang bisa kita petik hikmahnya dari peristiwa ini. Hikmah pertama adalah masalah keimanan, yakni menambah keyakinan kita kepada Allah SWT bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Hikmah kedua, kita mesti memahami “hasil” yang dibawa dari perjalanan peristiwa ini adalah diperintahkannya kita menegakkan shalat fardlu lima waktu. Manakala Allah memerintahkan ibadah lain selain shalat, maka Allah cukup berfirman kepada Rasulullah Saw baik itu langsung wahyu atau pun melalui perantara Malaikat Jibril. Tapi, ketika Allah SWT akan memerintahkan shalat, Rasululah Saw terlebih dahulu harus di-mi’raj-kan untuk langsung bertemu dengan-Nya dan menerima perintah-Nya. Ini bermakna betapa pentingnya perintah shalat lima waktu bagi kehidupan kita.

    Maka Rasulullah Saw dalam sebuah haditsnya pernah menyatakan, shalat itu adalah mi’rajnya orang-orang mu’min. Artinya shalat yang kemudian diperintahkan oleh Allah SWT kepada kita ummat Islam melalui Rasulullah SAW dengan peristiwa Isra Mi’raj itu dijadikan sarana untuk kita bisa mi’raj sehari lima kali untuk menghadap Allah SWT.

    Adapun hikmah ketiga, adalah hendaknya kita semua mesti mau memperbaiki diri dan berkaca kepada setiap musibah dan bencana yang sering terjadi. Bukan hanya bencana alam saja yang bisa kita resapi dan kita maknai, melainkan bencana moral yang telah banyak melenceng baik dari tata kehidupan para pejabat eksekutif, yudikatif maupun legislatif hingga masyarakat biasa telah banyak terefleksi dan sungguh telah jauh berpijak dari rel-rel kehidupan yang baik dan hakiki sesuai syariat Islam.

    Semoga ketiga hikmah di atas menjadi pijakan kita untuk melangkah ke depan yang penuh makna dalam menjalani sisa-sisa hidup kita yang semakin hari tanpa disadari jatah usia kita semakin berkurang.

    Wallahu a’lam bish-shawab.

    Comment by mr jo — 29 June 2011 @ 6:42 am

  20. Assalamu’alaikum.,wr.wb.,…
    Jika ada dan bahkan Banyak Orang2 kafir, tidak mempercayai akan Peristiwa Akbar Isra’ wal Mi’raj Nabi Muhammad SAW., maka menurut hemat saya yg Dho’if ini, Biarkan saja Mereka dengan Kesesatannya itu.
    toh, kita di alam qubur nanti sendiri-sendiri. dan di akhirat nanti, kita Pertanggung jawabkan segala amaliyah kita pun sendiri-sendiri pula,.
    silakan saja Mereka tak percaya,, yg penting, bagi kita yg Beriman dan bertaqwa , tetap istiqomah akan Keimanan kita kepada Allah SWT. dan Rosulullah SAW.
    Wassalam.

    Comment by Hidayat Abdul Syukur — 30 June 2011 @ 6:54 am

  21. Seyogyanya memahami Israa dan Mi’raj dengan kacamata imani.
    Karena kendati dapat di ilmiahkan, ilmu manusia tidak akan mampu mencapai dimensi ilmu Tuhan.
    Oleh karena itu sekali lagi dahulukan pemahaman secara Imani.

    Comment by Faried Soefyandi — 30 June 2011 @ 12:37 pm

  22. saya ragu dengan isra’ mi’raj ini nabi muhammad menerima mandat shalat lima waktu,…. berarti selama 22 tahun sebelum nabi muhamad menjalankan isra’ mi’raj, beliau belum pernah shalat sama sekali,…..????

    Comment by jauhar — 30 June 2011 @ 5:48 pm

  23. Itulah perbedaan antara MUSLIM dan Kafir.

    Mu’min, beriman terlebih dahulu, kemudian berfikir.

    sedangkan

    KAFIR, berfikir terlebih dahulu sebelum mereka beriman.

    Apakah anda seorang Mu’min atau Kafir, silahkan simpulkan sendiri.

    Comment by Farid — 16 July 2011 @ 6:31 am

  24. Seyogyanya memahami Israa dan Mi’raj dengan kacamata imani.
    Karena kendati dapat di ilmiahkan, ilmu manusia tidak akan mampu mencapai dimensi ilmu Tuhan.
    Oleh karena itu sekali lagi dahulukan pemahaman secara Imani.

    Comment by SUAD DINEJAD — 18 July 2011 @ 1:18 am

  25. Ass. wr. wb.
    Alhamdulillah saya merasa bermanfaat dengan adanya thread ini karena dengan ini wawasan saya menjadi terbuka tentang Isra Mi’raj meskipun saya masih mempelajarinya dan saya telah melihat comment2 dari saudara saudari semua. Menurut saya alangkah baiknya kita melihat Surat Al-Kafirun dalam ayat terakhiir, “Untukmu agamamu dan untukku agamaku.”

    Jadi biarlah yang non-muslim berpendapat dengan keyakinannya tentang Isra Mi’raj tanpa menggoyahkan atau menentang kaum Muslimin akan keyakinannya, sebaliknya kita yang Muslim juga demikian, dan saya sangat setuju dengan pendapat saudara “Hidayat Abdul Syukur”.

    Thanks,
    Wassalam

    Comment by MuslimBlues — 21 July 2011 @ 3:57 pm

  26. terimakasih atas pengetahuannya……..
    tak lupa saya ucapkan MARHABAN YA RAMADHAN…

    Comment by devi — 24 July 2011 @ 11:50 am

  27. Diceritakan bahwa perintah sholat baru diberikan tuhan pada saat Mi’raj artinya sebelum Mi’raj belum ada kegiatan sholat. Tapi mengapa nabi muhammad melakukan sholat saat berkeliling dari satu tempat ke tempat lain dalam peristiwa Isra’?

    Comment by GakMudeng — 24 August 2011 @ 2:14 pm

  28. Imam AL Ghazali: “Tak ada Iman tanpa keraguan”. Iman tanpa keraguan adalah keimanan buta.

    Jadi Jgn batasi kemampuan berpikir manusia dgn menggunakan dalil2 yg tdk disikapi dgn melihat hakekat dibaliknya. anda diciptakan utk berpikir seluas2nya, menggunakan dalil2 bila ragu mendapat neraka jahanam demikian sebaliknya akan mendapat surga adalah sintesa yg tdk tepat dipedomi oleh umat islam. berlakulah, berucaplah,berpikirlah sekedar utk dan krn Allah semata tanpa pengharapan akan surga maupun takut akan neraka. so berdiskusilah tanpa menggunakan dalil2 yg utk sebagian org yg sesungguhnya tdk mengerti hakekatnya. saya pribadi isra miraj sbg peristiwa lintas waktu dan dimensi yg kelak dpt dipahami melalui ilmu pengetahuan. wasallam

    Comment by ahmad — 8 October 2011 @ 2:50 am

  29. saya setuju sama diatas, kita disuruh allah selalu memikirkan ciptaanya, supaya kuat iman kita. Karena manusia memiliki nafsu yg menyebabkan iman kita kadang terombang ambing. Maha suci engkau ya allah…

    Comment by abc — 22 October 2011 @ 7:04 am

  30. setuju…….setuju…….setuju…….setuju………ALLAH ADALAH maha pengasih maha mendengar dan maha ESA ……………………………………………………………………ALLAH ITU MAHA ADIL SELAMANYA………………………………………………………………….??????????????????????????????????????????????!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!???????????????

    Comment by umu najwa anoez — 2 January 2012 @ 3:59 pm

  31. aku berterima kasih bersama ALLAH SUBHANA WATAALA udah menciptakan aku dan aku kecil sampai besar tetap saja sehat……………………………………………….ya allah tambahkan lah aku kesehatan yaallah …………………………………………………………………..AMIN YA RABBIL ALAMIN ALLHAMDULILLAH.

    Comment by umu najwa anoez — 2 January 2012 @ 4:05 pm

  32. Sesungguhnya kemutlakan hanya pada Allah semata, tidak ada makhluk di dunia ini yang bisa mengukur secara logika Zat Allah. Jangankan manusia, malaikatpun tidak akan bisa. Dunia ini sangat luas, coba bayangkan berapa besar ukuran galaksi bimasakti kita ini, dan itu masih ada ribuan lagi galaksi yang lain di dunia ini. Ukuran malaikatpun tidak seberapa besar ukuran dunia ini sekalipun dikatakan ukuran malaikat jibril sangat besar sekali. Apalagi bila dibandingkan besarnya sampai ke langit ke tujuh. Ukuran nabi Adam waktu di langit dan di bumi pastilah beda, jadi bila ada yg menanyakan ukuran nabi Adam sebesar 60 hasta itu bohong. coba bayangkan 60 hasta cuma sebesar pasir di langit sana. Jadi jangan meragukan lagi dan mempertentangkan lagi antara al quran dan hadist. Coba bayangkan secara logika jarak antara galaksi bimasakti dengan galaksi terdekatnya andromeda, jaraknya lebih dari 1 milyar tahun cahaya, coba bayangkan apabila malaikat tidak mempunyai kecepatan melebihi kecapatan cahaya, berapa milyar tahun yang harus ia lalui untuk pulang pergi dari bumi ke langit ketujuh. Hanya kaum freemason/yahudi yang menyansikan kebesaran Allah, karena tuhannya lucifer/iblis. Dari dulu sampai sekarang mereka akan selalu menyesatkan manusia, maka hati-hatilah umat islam, jangan sampai mempertanyakan lagi ke esaan Allah.

    Comment by ihsan — 17 January 2012 @ 9:21 am

  33. kenapa perintah solat butuh waktu 10 tahun baru dilakukan, coba kita ilustrasikan, bila kita mendirikan suatu perusahaan. pertama kita lakukan adalah membuat perijinan dahulu atau pengakuan legal, lalu menarik tenaga kerja, menyediakan tempatnya barulah beroperasi. Situasi pada saat nabi Muhammad menerima wahyu, banyak pertentangan dari kaum qurais, sehingga beliau harus sembunyi-sembunyi dahulu dengan segelintir saja pengikut, beliau juga harus hijrah ke madinah untuk melanjutkan dakwah, barulah setelah di madinah beliau mendapatkan banyak pengikutnya dan itupun butuh waktu yang lama beliau mendapatkan banyak pengakuan di madinah. Dan di madinah beliau baru bisa menyusun kekuatan untuk menghadapi kaum kafir qurais di mekkah. Hanya pedang yang bisa bicara untuk menghadapi suku qurais ini. Harus butuh berapa kali belia berperang dengan kaum qurais.
    Kalifah umayah bukan melakukan pembangunan melainkan melakukan renovasi sehingga masjidil aqso bisa menjadi masjid kebanggaan umat islam.

    Comment by ihsan — 17 January 2012 @ 9:49 am

  34. Memang pada surat Najm dalam tulisan arab qurannya menyebutkan nama JIBRIL? Tolong perlihatkan 1 saja dari ayat Makkiyah yg turun di Mekah slama 14 thn, yang menuliskan nama Jibril dalam arab qurannya (bukan terjemahan yang pake kurung). Kalo ada, silakan posting di sini, tapi jangan kirim komentar sampah …..

    Comment by rajawaras — 2 March 2012 @ 5:03 pm

  35. Aq percaya dengan kejadian isra miraj…. gak usah pake acr ragu akan hal itu. bukankah Allah bisa membuat segalanya jadi mungkin….. subhanallah…..

    Comment by seny — 8 March 2012 @ 1:43 am

  36. dri kmentr2 di ats intiny tdk bsa d bwt logka tpi aq mw tnyk kjdian isra miraj itw ad SAKSIny gk sih . . . . klw gk ad itw artiny msih blum psti . . . . trus buraq tw bntukny sprti ap sih?, ktab al qur’an knpa mesti bhsa arab?(emank Allah bsnya bhsa arab, trus skarng knpa hrus d pcah blahkan bhsa?, trus sblum ad isra miraj orank islam 1hri solatny brpa kli?, orank islam blank agma islam adlah upgrate trakhir trus klw allah brbah pkran (krna kjadian di TV yg sring ad kta “Allah maha besar!!!” mang yg nyruh demo, unjuk rsa, dll itw yg nyruh allah?) lalu upgrate lgi gmna?, al qur’an smpurnany mna? klw smpurna pasti kjadian isra miraj itw d jlasin smpe se dlam2 ma muhammad?, trakih knpa prsoaln2 sperti in di jwab “itw smwa hany Allah swt yg tw . . . itw jwban orank2 yg tdk bsa mnjwab lalu mntupi dngan kta2 sperti itw . . . . . aq yg br umur 17thn aj ngrti kyk gni pasti yg lbih twa Lebih tw . .
    jujur aj aq orank kristen(“bukan non-islam” gk ad agma yg nmany non-muslim) . . . DI JAWAB ya OM2 ingt jwbanny gk pkek “hanya Allah yg tw . . . .

    Comment by yeps777 — 28 March 2012 @ 11:18 am

  37. oh iya 1 lgi langit ke 7 itw d mna sih? kn slit untk dbyangkn . . .

    Comment by yeps777 — 28 March 2012 @ 11:21 am

  38. Km itu bukan islam…klo km islam pasti km percaya…urusin aja agamamu sdri…sy sebagai islam percaya adanya isro miroj,,,

    Comment by garda — 12 May 2012 @ 1:08 pm

  39. Jwbn’y cm satu, ngaji aja dl..dg mengkaji Al Qur’an n Al Hadist kamu pasti mdpt jawaban ats pertnyn trsbt.nda mslh stlh mdpt jwbn kamu te2p ga yakin ga percy sbb keyakinan hny milik org beriman ,dan iman tdk dpt dipaksakan.iman merupakn karunia Allah SWT utk org” pilihan yg mau mencari’Nya..

    Comment by Jirim — 7 June 2012 @ 6:02 am

  40. @ yeps777
    orang kristen orang kristen, pingin semuanya dilihat dan dibuktiin dengan nyata ya,pingin lihat Tuhan yg nyata mangkanya Yesus di jadiin Tuhan sama orang kristen sama kaya orang yahudi dulu baru ditinggal bentaran sama Musa udah buat berhala patung anak sapi dan dituhankan, gini aj sebelumny coba lu buktiin dengan ilmu apa aj secara manusiawi dan nyata tentang terbelahnya laut merah oleh Nabi Musa AS? lu boleh pikirin sampe sejauh mana otak lu bs mikir gmana cara laut merah itu bener2 terbelah? jawabanny cuma satu bro! Kuasa Allah SWT, dalam Islam kuasa Allah tidak dapat diterka2, ditebak2, dipaksa2, di jamah melalui pikiran dan alat tubuh seperti mata, tangan dll, mangkanya sebagai manusia biasa yg lemah kita hanya bisa berkata itu kuasa Allah SWT (hanya Allah yg maha tahu), getooooohhhh

    gw tanya sama lu knp yesus bs membangkitkan orang mati? pati lu jawab karena dia tuhan bukan? tapi beda dengan jawaban yesus sendiri yg ad di alkitab lu lihat dan buka :
    yohanes 5:30 Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.*
    ayat itu membuktikan kalau yesus berkehendak atas kehendak Allah bukan kehendakny yesus sendiri, bahkan yesus tidak dapat berbuat apa2 tuh tanpa Allah, disitu juga menjelaskan bahwa yesus hanyalah utusan bukan Allah itu sendiri.

    agama kristen juga bukan ciptaan Allah tapi ciptaan manusia yaitu barnabas dan saulus ni ayat ny lu buka sendiri Kisah Para Rasul 11:25-26

    knp Al-Qur’an berbahasa arab? agar terjaga keaslianny, untuk memahaminy bisa baca terjemahanny, jadi ente mw baca Al-Qur’an dari negara mana aj juga bacaan arabny sama hanya terjemahanny saja disesuaikan dengan negara dimana Al-Qur’an itu disalurkan, contoh di Indonesia terjemahanny ya Indoneisa, di Amerika terjemahanny ya bahasa inggris amerika, dll, ngomongin up grade! Al-Qur’an itu untuk ahir zaman bro jadi ga perlu upgrade kaya alkitab lu, mw upgrade malah menimbulkan pertentangan, lu baca sendiri dah:
    http://www.islambisa.web.id/2009/03/18/seribu-pertentangan-ayat-ayat-alkitab-2/

    perintah Sholat itu sebenarnya jaman yesus pun sudah melakukan sujud dalam sholat tapi blm disyariatkan oleh Allah karena tauhid Allah saja sampai sepeninggalan yesus masih di coreng oleh orang2 yg tdk bertanggung jawab

    ni yesus beribadah dengan sujud
    Matius 26:39)
    26:39Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”
    (Markus 14:35)
    14:35Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya.

    ni ayat tauhid yesus dalam Alkitab
    Markus 12:29 Jawab Yesus: /”Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.*
    Yohanes 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.*

    ayat tauhid itu adalah kesaksian yesus langsung dengan meng-Esakan Allah (satu2ny Allah) bukan 2 atau 3

    gantian gw yg nanya, tiga pertanyaan aj:
    1. minta perintah beribadah dihari minggu sama perintah memakaikan jas dan peti pada jenasah dong dalam alkitab? soalny yesus aj wafat dikafani (Matius 27:59)
    2. roh kudus kan roh suci, itu sudah ad sejak zamanny nabi2 terdahulu, knp nabi2 terdahulu tidak ad yg menuhankan roh kudus kok malah orang kristen menuhankanny? minta ayatny kalau dari zaman nabi2 terdahulu menuhankan roh kudus?
    3. minta kesakisan yesus secara langsung dong dalam alkitab yg bunyinya “akulah yesus, tuhan mu maka sembahlah aku” walaupun bunyiny ga kaya gitu tapi yg membuktikan bahwasa yesus minta disembah? soalny dalam (matius 7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”*) yesus sendiri ga mw dipangil tuhan tuh,,,!!!

    kalo ga bs jawab hati2 tuh jangan2 kristen emang agama buatan manusia kaya ayat ini
    Matius 15:9 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.”*

    Comment by manusia biasa — 9 June 2012 @ 4:15 pm

  41. hmm.. tman” sekalian.. aq pengen tau nii selak beluknya islam .. gue kn masih kecil gc tw islam sebenernya? tolong ya.. ?

    Comment by fathur rizki — 15 June 2012 @ 4:07 am

  42. “Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami pertihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (Q.S.Al-Israa’:1)

    Orang islam kitab nya Al Qur’an dan harus meyakini semua isi Al Qur’an adalah perkataan Allah SWT yg Maha Benar.. Jelas2 Isra Mi’raj Rasulullah SAW ada dlm Al Qur’an.. trus masih gak percaya.. hmm..masih ngaku orang islam?? ckckckkk.. Akhir Zamaann..

    Gak semua bisa dinalar pakai akal, akal manusia itu lemah karena manusia itu makhluk yg lemah..

    Comment by mei — 15 June 2012 @ 5:56 am

  43. ass…
    salam sejahtera untuk kita semua….,,,
    ” Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israel dalam kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.” Qs al israa ayat 4

    ” Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat (Nya) kepadamu; dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan), niscaya Kami kembali (mengazabmu) dan Kami jadikan neraka Jahanam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman.” QS al-israa ayat 8

    patutkah kia menguji…
    padahal kita yg sedang di uji..,
    hehh…

    Comment by m amir muuttakin — 15 June 2012 @ 12:50 pm

  44. khusus untuk yeps 777, pertanyaan anda tanggal 28 Maret 2012. insya Allah inilah jawabannya:
    Di manakah Tujuh Langit

    Konsep tujuh lapis langit sering disalahartikan. Tidak jarang orang membayangkan langit berlapis-lapis dan berjumlah tujuh. Kisah Isra’ mi’raj dan sebutan “sab’ah samawat” (tujuh langit) di dalam Al-Qur’an sering dijadikan alasan untuk mendukung pendapat adanya tujuh lapis langit itu.

    Ada tiga hal yang perlu dikaji dalam masalah ini. Dari segi sejarah, segi makna “tujuh langit”, dan hakikat langit dalam kisah Isra’ mi’raj.

    Sejarah Tujuh Langit

    Dari segi sejarah, orang-orang dahulu –jauh sebelum Al-Qur’an diturunkan — memang berpendapat adanya tujuh lapis langit. Ini berkaitan dengan pengetahuan mereka bahwa ada tujuh benda langit utama yang jaraknya berbeda-beda. Kesimpulan ini berdasarkan pengamatan mereka atas gerakan benda-benda langit. Benda-benda langit yang lebih cepat geraknya di langit dianggap lebih dekat jaraknya. Lalu ada gambaran seolah-olah benda-benda langit itu berada pada lapisan langit yang berbeda-beda.

    Di langit pertama ada bulan, benda langit yang bergerak tercepat sehingga disimpulkan sebagai yang paling dekat. Langit ke dua ditempati Merkurius (bintang Utarid). Venus (bintang kejora) berada di langit ke tiga. Sedangkan matahari ada di langit ke empat. Di langit ke lima ada Mars (bintang Marikh). Di langit ke enam ada Jupiter (bintang Musytari). Langit ke tujuh ditempati Saturnus (bintang Siarah/Zuhal). Itu keyakinan lama yang menganggap bumi sebagai pusat alam semesta.

    Orang-orang dahulu juga percaya bahwa ke tujuh benda-benda langit itu mempengaruhi kehidupan di bumi. Pengaruhnya bergantian dari jam ke jam dengan urutan mulai dari yang terjauh, Saturnus, sampai yang terdekat, bulan. Karena itu hari pertama itu disebut Saturday (hari Saturnus) dalam bahasa Inggris atau Doyoubi (hari Saturnus/Dosei) dalam bahasa Jepang. Dalam bahasa Indonesia Saturday adalah Sabtu. Ternyata, kalau kita menghitung hari mundur sampai tahun 1 Masehi, tanggal 1 Januari tahun 1 memang jatuh pada hari Sabtu.

    Hari-hari yang lain dipengaruhi oleh benda-benda langit yang lain. Secara berurutan hari-hari itu menjadi Hari Matahari (Sunday, Ahad), Hari Bulan (Monday, Senin), Hari Mars (Selasa), Hari Merkurius (Rabu), Hari Jupiter (Kamis), dan Hari Venus (Jum’at). Itulah asal mula satu pekan menjadi tujuh hari.

    Jumlah tujuh hari itu diambil juga oleh orang-orang Arab. Dalam bahasa Arab nama-nama hari disebut berdasarkan urutan: satu, dua, tiga, …, sampai tujuh, yakni ahad, itsnaan, tsalatsah, arba’ah, khamsah, sittah, dan sab’ah. Bahasa Indonesia mengikuti penamaan Arab ini sehingga menjadi Ahad, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at, dan Sabtu. Hari ke enam disebut secara khusus, Jum’at, karena itulah penamaan yang diberikan Allah di dalam Al-Qur’an yang menunjukkan adanya kewajiban shalat Jum’at berjamaah.

    Penamaan Minggu berasal dari bahasa Portugis Dominggo yang berarti hari Tuhan. Ini berdasarkan kepercayaan Kristen bahwa pada hari itu Yesus bangkit. Tetapi orang Islam tidak mempercayai hal itu, karenanya lebih menyukai pemakaian “Ahad” daripada “Minggu”.

    Makna Tujuh Langit

    Langit (samaa’ atau samawat) di dalam Al-Qur’an berarti segala yang ada di atas kita, yang berarti pula angkasa luar, yang berisi galaksi, bintang, planet, batuan, debu dan gas yang bertebaran. Dan lapisan‑lapisan yang melukiskan tempat kedudukan benda‑benda langit sama sekali tidak ada. Sedangkan warna biru bukanlah warna langit sesungguhnya. Warna biru dihasilkan dari hamburan cahaya biru dari matahari oleh atmosfer bumi.

    Di dalam Al-Qur’an ungkapan ‘tujuh’ atau ‘tujuh puluh’ sering mengacu pada jumlah yang tak terhitung. Misalnya, di dalam Q.S. Al‑Baqarah:261 Allah menjanjikan:

    Siapa yang menafkahkan hartanya di jalan Allah ibarat menanam sebiji benih yang menumbuhkan TUJUH tangkai yang masing‑masingnya berbuah seratus butir. Allah MELIPATGANDAKAN pahala orang‑orang yang dikehendakinya….

    Juga di dalam Q.S. Luqman:27:

    Jika seandainya semua pohon di bumi dijadikan sebagai pena dan lautan menjadi tintanya dan ditambahkan TUJUH lautan lagi, maka tak akan habis Kalimat Allah….

    Jadi ‘tujuh langit’ semestinya dipahami pula sebagai tatanan benda‑benda langit yang tak terhitung banyaknya, bukan sebagai lapisan‑lapisan langit.

    Tujuh langit pada Mi’raj

    Kisah Isra’ Mi’raj sejak lama telah menimbulkan perdebatan soal tanggal pastinya dan apakah Nabi melakukannya dengan jasad dan ruhnya atau ruhnya saja. Demikian juga dengan hakikat langit. Muhammad Al Banna dari Mesir menyatakan bahwa beberapa ahli tafsir berpendapat Sidratul Muntaha itu adalah Bintang Syi’ra. Tetapi sebagian lainnya, seperti Muhammad Rasyid Ridha dari Mesir, berpendapat bahwa tujuh langit dalam kisah Isra’ mi’raj adalah langit ghaib.

    Dalam kisah mi’raj itu peristiwa lahiriah bercampur dengan peristiwa ghaib. Misalnya pertemuan dengan ruh para Nabi, melihat dua sungai di surga dan dua sungai di bumi, serta melihat Baitul Makmur, tempat ibadah para malaikat. Jadi, nampaknya pengertian langit dalam kisah mi’raj itu memang bukan langit lahiriah yang berisi bintang-bintang, tetapi langit ghaib.

    Sumber: http://www.dakwatuna.com/2011/06/12689/di-manakah-tujuh-langit-itu/#ixzz1y0scLBON

    penulis : Prof. Dr. Thomas Djamaluddin

    silahkan link di http://tdjamaluddin.wordpress.com

    Comment by Herman Suryanto — 17 June 2012 @ 12:24 pm

  45. kisah peristiwa isra mikraj itu ada dalam Al-Quran, dan Al-Quran itu, Allah sendiri yang akan menjaganya hingga akhir zaman akan tetap terpelihara keasliannya. Dan Al-Quran adalah Kalam Ilahi. Jadi kalau mereka tidak percaya dengan isra mikraj sama artinya dengan tidak percaya kepada Allah. Ilmu manusia sangat sedikit sekali dibandingkan luasnya ilmu Allah, ibarat setetes air laut dibandingkan jumlah air laut yang ada di bumi ini. contohnya aja manusia tidak bisa melihat alam jin, jin bisa melihat manusia. karena manusia sudah dihijab. Begitu juga Jin tidak bisa melihat malaikat, sedangkan malaikat bisa melihat jin dan manusia.

    Comment by iwan_setiawan — 17 August 2012 @ 8:40 am

  46. semoga Allah segera memberikan hidayah kepada orang-orang yang masih meragukan kebenaran isro mi’raj nabi muhamad Saw

    Comment by koko — 1 June 2013 @ 4:35 am

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment