Islam

Sosial | Wednesday, January 20th, 2010
agama islam

agama islam

Mengapa Tuhan menamai agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW dengan agama Islam? Islam berasal dari bahasa Arab, yaitu dari akar kata salima yang berarti selamat, damai, dan bebas.

Akar kata yang sama melahirkan beberapa kata yang amat penting dalam Islam, seperti salam (damai), Islam (kedamaian), istislam (pembawa kedamaian), dan taslim (ketundukan, kepasrahan dan ketenangan).

Allah SWT memberi nama agama yang dibawa oleh Nabi SAW itu dengan agama Islam. Bukan agama salam (kepasrahan tanpa konsep) atau agama istislam (yang lebih mengutamakan kecepatan dan ketegasan dalam memperjuangkan kedamaian dan kepasrahan).

Kata Islam itu sendiri mengisyaratkan jalan tengah atau moderat. Dari segi bahasa saja, Islam sudah mengisyaratkan jalan tengah, moderat, dan tentu menolak kekerasan.

Seorang Muslim sejatinya mengedepankan kedamaian, ketundukan, kepasrahan, dan pada akhirnya mengejawantahkan ketenangan lahir batin. Agaknya kurang pas jika panji-panji Islam dibawa-bawa untuk sesuatu yang menyebabkan lahirnya kekacauan dan ketidaknyamanan. Apalagi jika nama Islam digunakan untuk melayangkan nyawa-nyawa orang yang tak berdosa.

Sesuai dengan namanya, Islam adalah agama kedamaian dan agama kemanusiaan. Penggunaan kata Islam dalam Al-Quran dan hadis sesungguhnya lebih dominan sebagai feminine word ketimbang masculine word. Al-Quran sendiri lebih menonjol sebagai the feminine book ketimbang the masculine book.

Bahkan, Al-Quran melukiskan Allah lebih menonjol sebagai The Mother God ketimbang sebagai The Father God. Perhatikan; Al-Quran selalu mengawali surah dengan kalimat Bismillah al-Rahman al-Rahim yang berarti Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ini menggambarkan bahwa Allah lebih menonjolkan Dirinya sebagai Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Kini, yang menjadi masalah, mengapa kelompok minoritas Muslim begitu leluasa mengklaim diri dan gerakannya sebagai gerakan Islam, sementara kelompok main stream Muslim tidak berani menyuarakan kelompok mayoritas.

Kini, sudah saatnya mayoritas Muslim bicara dalam upaya menciptakan stabilitas dunia dan umat manusia. Kecenderungan yang terjadi saat ini adalah minoritas Islam liberal lebih menekankan Islam dalam konteks salam, yang lebih bersifat substansial dan universal.

Sementara itu, kelompok minoritas Islam radikal lebih menekankan Islam dalam konteks istislam yang menuntut adanya intensitas dan semangat akseleratif dalam mewujudkan nilai-nilai dasar Islam. Kelompok mayoritas Islam lebih menekankan Islam konteks Islam yang menekankan aspek kemanusiaan manusia.

Related Posts with Thumbnails



Related Articles


2 Comments »

  1. Assalaamu’alaikum

    Alhamdulillah, dengan izin Allah setelah lama mencuba beberapa hari ini, baru ini dapat menembusi laman mas Unduk. Kok susah banget ya mahu link ke mari. Ah… itukan perlu kesabaran dan satu perjuangan untuk memelihara persahabatan dan persaudaraan Islam lalu tidak putus asa mencoba berkali-kali hingga berjaya akhirnya. Terima kasih mas kerana sudi berkunjung ke laman saya. saya senang sekali.

    Membaca postingan mas Unduk di atas, saya mendapat hikmah dari sudut yang berbeza sekali dari yang biasa saya baca yang lebih berkbentuk lateral. Mas Unduk dapat mengupas tulisan tentang “ISLAM” dengan begitu menarik sekali dari pelbagai sudut yang kelihatannya membawa minda pembaca supaya berfikir dan berfikir bahawa Islam adalah agama yang sederhana dan mudah untuk dijalani kehidupan di dalamnya. tidak payah dan susah sebagaimana yang digambarkan sendiri oleh sesetengah umatnya dan non-Muslim..

    Cuma dalam surah Taubah aja tiada kalimah basmalah tidak dicatatkan kecuali perkataan Ta’awuz kerana inti surah tersebut banyak bercerita tentang peperangan. Hal ini menunjukkan bahawa betapa peperangan adalah suatu yang yang berat dalam ajaran Islam kerana di sana banyak berlaku kemusnahan jiwa sedangkan ajaran islam amat menganjurkan umatnya agar memelihara nyawa diri sendiri dan orang lain kecuali dengan hukum syarak sahaja.

    Apa boleh saya copy paste tulisan Mas Unduk ini untuk disimpan dalam fail pengajaran dan pembelajaran saya sebagai rujukan dan dipanjangkan sebagai bahan bantu mengajar saya dalam kuliah. Terima kasih didahulukan mas. Saya mahu copy terus kerana bimbang sukar untuk link lagi ke laman Mas pada masa akan datang. Mohon izin ya. Salam mesra selalu dari saya di Sarikei, Sarawak.

    Comment by Siti Fatimah Ahmad — 21 January 2010 @ 2:36 pm

  2. Kurindu Bulan Sabitku
    Alhamdulillah, sekarang arah kiblat sudah diperbaiki dan mengarah kepada yang benar. Dan yang kami inginkan agar para ulama juga memfatwakan bendera yang digunakan sebagai tanda ada yang meninggal dunia dengan gambar bulan sabit hijau menggantikan salib (cross) hijau yang biasa digunakan sekarang ini.
    (Muchsin Faisal)

    Comment by Muchsin Faisal — 21 August 2010 @ 1:46 am

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment