Heboh! Arab Saudi Diselimuti Salju Tebal, Cuaca Ekstrem Guncang Gurun Pasir

skinbea.com/21/ – Gurun pasir yang identik dengan panas terik dan angin kencang kini berubah wajah. Pada Desember 2025, Arab Saudi dikejutkan oleh fenomena salju tebal yang menyelimuti berbagai wilayah, termasuk Tabuk di utara. Cuaca ekstrem ini bukan hanya hujan salju biasa, melainkan badai salju hebat yang mengubah lanskap gurun pasir menjadi hamparan putih es menakjubkan, seolah-olah negeri minyak itu menyentuh musim dingin Eropa.

Fenomena tak biasa ini viral di berbagai platform sosial media dan memicu berbagai tafsir, salah satunya adalah anggapan bahwa ini merupakan salah satu isyarat akhir zaman. Beragam unggahan video dan gambar menunjukkan kendaraan yang terpendam salju, pepohonan yang tertiup angin kencang, serta antusiasme warga setempat yang jarang menyaksikan salju langsung berbondong-bondong mengambil foto.

Namun, sejumlah pakar meteorologi dan ahli agama memberikan penjelasan lebih objektif dan berdasarkan data ilmiah. Menurut pemberitaan Arab News, anomali cuaca ini berawal pada pertengahan Desember 2025, saat suhu di kawasan utara anjlok hingga minus empat derajat Celsius.

Dari sisi geografis, Arab Saudi memang terkenal dengan iklim gurun yang sangat panas. Akan tetapi, wilayah utara seperti Tabuk dan Al-Jawf memiliki topografi bergunung-gunung yang menyebabkan suhu bisa melorot tajam ketika musim dingin tiba. Pada kondisi tertentu, aliran udara dingin dari kawasan Eropa Timur mampu bergerak ke arah Jazirah Arab dan memicu presipitasi dalam bentuk hujan es atau salju.

Berdasarkan sejumlah pemberitaan global, kejadian cuaca ekstrem ini erat kaitannya dengan dampak perubahan iklim dunia. Pergeseran pola angin dan tekanan udara menyebabkan daerah-daerah yang dulu minim suhu dingin mulai berpeluang mengalami ketidakstabilan cuaca. Dengan demikian, salju di Arab Saudi bukanlah hal yang mustahil secara sains, meski frekuensinya termasuk jarang.

Para ahli agama menegaskan bahwa tanda-tanda utama kiamat kubra telah dijelaskan secara gamblang dalam Al-Qur’an dan Hadis Nabi, seperti terbitnya matahari dari barat atau kemunculan Dajjal. Tidak ditemukan landasan dalil sahih yang secara tegas menyatakan bahwa salju di Arab Saudi merupakan pertanda langsung hari kiamat.

Namun, terdapat sebuah riwayat yang menyebutkan bahwa Jazirah Arab pada suatu masa akan kembali hijau dan subur. Dalam konteks ini, salju dapat menjadi salah satu faktor pendukung kesuburan suatu wilayah apabila diikuti oleh curah hujan yang tinggi dan berkelanjutan.

Kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan akan berlangsung sampai akhir pekan, dengan Pusat Meteorologi Nasional setempat mengeluarkan status siaga oranye untuk wilayah Tabuk dan Hail.

Prediksi suhu diperkirakan mulai naik secara bertahap pada hari Senin berikutnya, namun masyarakat diimbau mewaspadai potensi tanah longsor dan banjir bandang pasca-mencairnya salju. Sebelumnya, lembaga tersebut telah mengeluarkan peringatan dini terkait penurunan suhu ekstrem, termasuk kemungkinan turunnya salju di dataran tinggi Tabuk dan hujan es di beberapa wilayah lain akibat aktivitas sistem cuaca tidak stabil di kawasan Timur Tengah.

Masyarakat juga diimbau untuk tetap berhati-hati terhadap potensi angin kencang, badai pasir, serta hujan es dan petir di beberapa daerah lain di Saudi.

Leave a Comment