skinbea.com/21/ – Pengesahan Hans Patuwo sebagai direktur utama PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menggantikan Patrick Walujo mendapat respons positif dari analis pasar modal.
Keputusan tersebut ditetapkan melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) Goto yang digelar pada Rabu (17/12/2025).
Para pengamat menilai, rekam jejak Hans yang telah lama berada di dalam ekosistem Goto menjadi modal penting untuk membawa perseroan ke fase pertumbuhan berikutnya.
Analis Panin Sekuritas, Sarkia Adelia, menilai penunjukan Hans sebagai langkah yang tepat. Menurutnya, Hans bukan sosok baru di lingkungan Goto karena telah delapan tahun berkiprah di berbagai entitas utama seperti Gojek, GoPay, hingga holding Goto.
Selain pernah memimpin dua unit bisnis strategis, Hans juga berperan penting dalam pengambilan keputusan di tingkat grup. Pengalaman tersebut dinilai membuatnya siap memimpin Goto ke fase selanjutnya.
“Kalau dilihat dari profilnya, Hans bukan orang baru. Ia memiliki pengalaman memimpin unit bisnis utama dan berperan instrumental di holding. Ini membuatnya tepat untuk memimpin Goto menuju fase selanjutnya,” ujar Sarkia.
Hans pertama kali bergabung dengan Gojek pada 2018 sebagai chief operating officer. Pada posisi tersebut, ia berfokus pada penguatan operasional serta pengelolaan mitra pengemudi.
Pada 2021, Hans dipercaya memimpin unit fintech Goto melalui GoPay. Dalam periode ini, ia menjadi pionir dalam pengembangan layanan pinjaman sekaligus peluncuran aplikasi GoPay sebagai entitas terpisah.
Setelah spin off aplikasi GoPay pada 2023, kinerja unit fintech menunjukkan pertumbuhan signifikan. Jumlah pengguna bertransaksi bulanan tercatat mencapai 24,2 juta hingga September 2025, sementara bisnis pembiayaan telah berjalan secara menguntungkan.
Pada 2024, Hans kembali dipercaya menjabat sebagai chief operating officer perseroan. Dalam peran ini, ia memimpin proyek migrasi cloud berskala besar yang dinilai strategis bagi efisiensi dan penguatan sistem Goto.
“Segmen on demand services sudah mencetak laba operasional, sementara fintech menunjukkan profitabilitas. Ini membuktikan kapabilitas Hans untuk memimpin Goto sebagai CEO,” tambah Sarkia.
Menurut Sarkia, pengalaman Hans memimpin berbagai unit bisnis dan proyek strategis menjadi fondasi kuat bagi Goto untuk semakin mendekati laba bersih positif. Kondisi tersebut juga dinilai mampu meningkatkan kepercayaan pasar terhadap prospek perseroan ke depan.
Sebagai catatan, kinerja keuangan Goto sepanjang 2025 terus menunjukkan tren positif. Pada kuartal III-2025, metrik operasional dan keuangan perseroan mencetak rekor tertinggi baru.
Dalam paparan kinerja periode Juli–September 2025, Goto melaporkan EBITDA grup yang disesuaikan mencapai Rp516 miliar. Sementara itu, EBITDA grup tercatat sebesar Rp369 miliar.
Tak kalah penting, untuk pertama kalinya dalam sejarah, Goto mampu membukukan laba sebelum pajak disesuaikan sebesar Rp62 miliar pada kuartal III-2025. Selain itu, arus kas operasional yang disesuaikan hampir Rp1,4 triliun selama Januari hingga September 2025.