Merokok Pasif: Bahaya Asap Rokok bagi Orang yang Tidak Merokok

MIMBARJUMAT.COM – Merokok pasif adalah kondisi ketika seseorang yang tidak merokok tetap menghirup asap rokok dari orang lain di sekitarnya. Orang ini disebut perokok pasif.

Asap yang terhirup berasal dari dua sumber. Pertama, asap dari ujung rokok yang menyala atau sidestream smoke. Kedua, asap yang dihembuskan oleh perokok atau mainstream smoke. Keduanya sama-sama mengandung zat berbahaya.

Menurut World Health Organization (WHO), asap rokok mengandung lebih dari 7.000 zat kimia. Ratusan di antaranya berbahaya, dan puluhan lainnya bersifat karsinogen atau dapat memicu kanker. Artinya, paparan asap rokok bukan hal sepele, bahkan bagi orang yang tidak merokok.

Dampak Kesehatan Merokok Pasif

Paparan asap rokok dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius. Berdasarkan data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), perokok pasif berisiko lebih tinggi mengalami kanker paru-paru, penyakit jantung koroner, dan stroke.

Pada anak-anak, dampaknya bisa lebih berat. Asap rokok dapat memicu infeksi saluran pernapasan, memperburuk asma, menyebabkan infeksi telinga, hingga meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak atau SIDS.

WHO juga menegaskan bahwa tidak ada tingkat paparan asap rokok yang aman. Bahkan paparan singkat tetap membawa risiko bagi kesehatan.

Mengapa Asap Rokok Sangat Berbahaya?

Asap dari ujung rokok yang menyala mengandung konsentrasi zat beracun yang tinggi. Saat terhirup, zat tersebut masuk ke paru-paru lalu menyebar melalui aliran darah ke seluruh tubuh.

Jika paparan terjadi berulang kali dalam jangka panjang, risiko kerusakan organ dan gangguan kesehatan serius akan semakin meningkat. Inilah alasan banyak negara menerapkan kawasan tanpa rokok di ruang publik untuk melindungi masyarakat.

Penutup

Merokok pasif tetap berbahaya meski seseorang tidak merokok secara langsung. Paparan asap rokok dapat memicu berbagai penyakit serius pada orang dewasa maupun anak-anak.

Menghindari asap rokok sepenuhnya adalah langkah paling efektif untuk melindungi diri dan keluarga dari risiko tersebut.

Penulis: Hafiz Reyfansyah

Leave a Comment