MIMBARJUMAT.COM – Eris adalah salah satu planet katai terbesar di Tata Surya. Ia berada jauh di luar orbit Neptunus, di kawasan Sabuk Kuiper, wilayah yang dipenuhi benda-benda es kecil yang mengelilingi Matahari.
Keberadaan Eris di daerah terluar ini membuatnya menjadi salah satu objek paling dingin dan terpencil yang pernah dipelajari astronom.
Penemuan dan Dampaknya
Eris ditemukan dari citra observasi pada tahun 2003 oleh tim ilmuwan yang dipimpin Mike Brown, dan diumumkan secara resmi pada 2005.
Awalnya, ukuran Eris diperkirakan lebih besar dari Pluto. Hal ini memicu perdebatan besar di komunitas astronomi tentang definisi planet.
Pada 2006, International Astronomical Union (IAU) menetapkan definisi baru. Sebuah planet harus mampu membersihkan orbitnya dari objek lain.
Karena Eris dan Pluto tidak memenuhi kriteria ini, keduanya diklasifikasikan sebagai planet katai.
Ukuran, Orbit, dan Suhu
Diameter Eris sekitar 2.326 km, hampir setara dengan Pluto.
Eris membutuhkan waktu sekitar 557 tahun Bumi untuk mengelilingi Matahari karena orbitnya sangat jauh dan berbentuk elips.
Jaraknya dapat mencapai lebih dari 68 kali jarak Bumi ke Matahari. Kondisi ini membuat suhu permukaannya sangat rendah, jauh di bawah −200°C.
Satelit Eris: Dysnomia
Eris memiliki satu satelit alami bernama Dysnomia. Satelit ini mengorbit setiap sekitar 16 hari.
Keberadaan Dysnomia membantu ilmuwan menghitung massa Eris secara lebih akurat.
Nama Dysnomia berasal dari mitologi Yunani, terkait dengan Eris, dewi perselisihan dan kekacauan.
Mengapa Eris Penting?
Eris bukan sekadar objek kecil di pinggiran Tata Surya. Penemuannya berperan besar dalam mendorong pembaruan definisi planet dan memperjelas klasifikasi benda langit.
Dampaknya terasa luas dalam dunia astronomi modern karena membantu menyusun pemahaman yang lebih sistematis tentang struktur Tata Surya.
Eris adalah planet katai besar yang berbeda dari delapan planet utama. Orbitnya sangat jauh dan panjang, dan kondisi permukaannya ekstrem.
Yang terpenting, keberadaan Eris membantu mendefinisikan ulang makna kata “planet” dalam ilmu astronomi.
Penulis: Hafiz Reyfansyah