MIMBARJUMAT.COM – Membaca doa niat sahur adalah momen penting bagi umat Islam sebelum menunaikan puasa. Dengan niat yang tulus, setiap suapan sahur bukan sekadar mengisi perut, tetapi juga menjadi ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah.
Sahur bukan hanya ritual makan sebelum fajar, tapi juga sarana mempersiapkan fisik dan spiritual untuk menahan lapar dan haus sepanjang hari. Membaca doa sebelum dan sesudah sahur menjadi pengingat bahwa setiap tindakan kita dimulai dan diakhiri dengan keberkahan Allah.
Niat Sahur Puasa Ramadan 2026
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضٍ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardi shahri Ramadana hadhihis-sanati lillāhi ta’ālā.
Artinya: “Saya berniat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
Doa Sebelum dan Sesudah Sahur
Dikutip dari buku *Inden Surga pada Hari Senin dan Kamis* oleh Ridhoul Wahidi, membaca doa sebelum dan sesudah makan dianjurkan dalam Islam, termasuk saat sahur.
Rasulullah SAW bersabda: “Sekiranya ia mengucapkan ‘Bismillah’ niscaya (dua suapannya) dapat mencukupi kalian. Jika salah seorang dari kalian menyantap makanan, hendaknya ia membaca ‘Bismillah’, jika lupa membacanya hendaknya ia mengucapkan, ‘Bismillahi fi awwalihi wa akhirihi (dengan nama Allah untuk permulaan dan selesainya)’.” (HR. Ibnu Majah)
Doa Sebelum Sahur
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Latin: Allaahumma baarik lanaa fii maa razaqtanaa waqi-naa ‘adzaaban naar.
Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami dalam rezeki yang telah Engkau berikan kepada kami, dan peliharalah kami dari siksa api neraka.”
Doa Sesudah Sahur
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مُسْلِمِينَ
Latin: Alhamdu lillaahil ladzii ath’amanaa wasaqaanaa waja’alanaa muslimiin.
Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan dan minuman kepada kami, serta menjadikan kami sebagai orang-orang beragama Islam.”
Doa Buka Puasa
Versi Pertama
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Latin: Allâhumma laka shumtu wa ‘alâ rizqika afthartu.
Artinya: “Ya Allah, aku berpuasa untuk-Mu, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”
Versi Kedua
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى
Latin: Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insyaa Allahu ta’ala.
Artinya: “Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah pasti ganjaran, dengan kehendak Allah Ta’ala.” (HR. Abu Dawud, Daruquthni, Hakim, dan Nasa’i. Daruquthni mengatakan bahwa hadis ini isnad-nya shahih)