Milky Way: Menyelami Galaksi Tempat Kita Tinggal

MIMBARJUMAT.COM – Saat malam gelap tanpa polusi cahaya, kadang kita bisa melihat pita cahaya tipis membentang di langit. Itulah Milky Way, galaksi tempat Tata Surya dan Bumi berada. Di Indonesia, galaksi ini dikenal sebagai Bima Sakti, nama yang terdengar puitis untuk sebuah rumah kosmik yang luas dan penuh misteri.

Struktur dan Ukuran Milky Way

Milky Way adalah galaksi spiral dengan diameter sekitar 100.000–120.000 tahun cahaya. Di dalamnya terdapat lebih dari 100 miliar bintang, termasuk Matahari.

Jika Tata Surya diibaratkan sebutir pasir, Milky Way adalah kota raksasa yang dipenuhi miliaran butiran serupa. Kita berada di salah satu lengan spiralnya, Lengan Orion, cukup jauh dari pusat galaksi.

Di pusat galaksi terdapat lubang hitam supermasif bernama Sagittarius A* dengan massa sekitar empat juta kali Matahari. Jarak kita darinya sekitar 26.000 tahun cahaya, sehingga gravitasinya hanya menjaga struktur galaksi tetap stabil dan tidak membahayakan kita secara langsung.

Melihat Masa Lalu di Langit Malam

Cahaya bintang yang kita lihat sebenarnya adalah pesan dari masa lalu. Beberapa cahaya membutuhkan ribuan hingga jutaan tahun untuk sampai ke Bumi. Dengan demikian, mengamati langit malam berarti menatap sejarah kosmik, bukan hanya ruang kosong.

Gerak dan Putaran Galaksi

Milky Way terus bergerak dan berotasi. Tata Surya ikut mengorbit pusat galaksi, dan satu putaran penuh membutuhkan sekitar 225–250 juta tahun, yang disebut satu “tahun galaksi”. Artinya, sejak zaman dinosaurus hingga sekarang, Tata Surya belum menyelesaikan satu putaran penuh.

Milky Way dalam Skala Alam Semesta

Milky Way bukanlah satu-satunya galaksi. Ia termasuk dalam Gugus Lokal, bersama galaksi Andromeda dan galaksi lainnya. Dalam miliaran tahun ke depan, Milky Way dan Andromeda diperkirakan akan bertabrakan dan membentuk galaksi baru.

Perspektif dari Planet Kecil

Memahami Milky Way memberi kita perspektif yang luas. Kita hidup di planet kecil, mengorbit bintang biasa, di tepi galaksi raksasa. Meski kecil secara fisik, manusia memiliki rasa ingin tahu yang mampu menjangkau dan memahami kosmos yang luas ini.

Milky Way mengingatkan kita bahwa meski berada di tempat yang kecil, kita tetap bisa melihat jauh ke dalam misteri alam semesta dan merasakan keterhubungan dengan jagat raya.

Penulis: Afifah Dzaharah

Leave a Comment