Makna Lagu “Bunga Maaf” oleh The Lantis

MIMBARJUMAT.COM – Lagu “Bunga Maaf” milik The Lantis berhasil menyentuh perasaan banyak pendengar melalui maknanya yang kaya makna. Dirilis pada tanggal 15 November 2024, karya ini segera menjadi viral di berbagai platform jejaring sosial, yang menunjukkan kemampuan musik The Lantis dalam menyampaikan pesan emosional yang sesuai dengan kondisi masyarakat.

Respon positif terhadap lagu ini tidak hanya datang dari dalam negeri Indonesia, melainkan juga menjangkau pasar musik dunia. Peningkatan popularitasnya yang pesat membuktikan bahwa pesan tentang penyesalan dan harapan yang disampaikan oleh The Lantis dapat diterima oleh khalayak luas.

1. Lirik Lagu “Bunga Maaf”

Hai, apakah masih
Luka itu ada di sana?
Yang kuhasilkan
Ketika kita masih bersama
Kini waktu terasa berbeda
Tanpa kehadiranmu
Kata-kata keras yang dulu aku ucapkan
Berakhir dengan kesedihan
Andai angin bisa membawa kita kembali ke masa lalu yang telah berlalu
Aku akan rela menelan segala sesuatu hanya untukmu
Terimalah bunga maafku, yang layu karena dikalahkan oleh egoku
Meski aku tahu itu tidak mungkin
Oh, bisakahkah
Ada rasa rindu di balik rasa benci itu?
Yang perlahan menghilang
Ketika kehadiranku tidak lagi kamu butuhkan
Kini waktu terasa berbeda
Tanpa kehadiranmu
Kata-kata keras yang dulu aku ucapkan
Berakhir dengan kesedihan
Andai angin bisa membawa kita kembali ke masa lalu yang telah berlalu
Aku akan rela menelan segala sesuatu hanya untukmu
Terimalah bunga maafku, yang layu karena dikalahkan oleh egoku
Meski aku tahu itu tidak mungkin
Andai angin bisa mengulang semua masa yang telah hilang
Aku akan rela menelan segala sesuatu hanya untukmu
Terimalah bunga maafku, yang layu karena dikalahkan oleh egoku
Meski aku tahu (meski aku tahu)
Meski aku tahu aku tidak akan pernah bisa

2. Makna Lagu “Bunga Maaf” The Lantis

Makna di balik lagu “Bunga Maaf” sangat mendalam, yang mewakili berbagai emosi manusia terkait rasa menyesal dan permintaan maaf yang tulus. Lagu ini menceritakan tentang penyesalan yang mendalam setelah hubungan yang sangat berharga rusak akibat kesalahan yang tidak dapat diperbaiki.

Ada rasa kehilangan yang sangat berat, terutama ketika seseorang baru menyadari bahwa kesempatan untuk memperbaiki hubungan tersebut telah hilang selamanya, menyisakan harapan yang kosong. The Lantis berusaha menggambarkan bagaimana cinta bisa hancur karena ego yang terlalu besar.

Karena ego tersebut, rasa penyesalan yang mendalam dan harapan yang sia-sia muncul pada orang yang berharap akan ada kesempatan kedua, padahal kesempatan itu sudah lama hilang.

Judul “Bunga Maaf” sendiri melambangkan pemberian maaf yang tulus sebagai bentuk penghormatan serta cara untuk menyembuhkan luka, meskipun menyadari bahwa kesempatan mungkin tidak akan datang kembali.

Ravi Rinaldy, gitaris The Lantis, menjelaskan bahwa lirik “Kan ku telan isi bumi hanya untukmu” merupakan pengakuan akan besarnya ego. Menurutnya, “bumi diibaratkan sebagai ego,” yang menunjukkan bahwa ego adalah penyebab utama kehancuran hubungan dalam lagu ini.

3. Pesan Emosional Lagu “Bunga Maaf”

“Bunga Maaf” menyampaikan pesan emosional yang dalam tentang pentingnya memaafkan dan menurunkan ego dalam setiap hubungan. Lagu ini mengajarkan tentang ketulusan hati dalam memaafkan, baik dalam hubungan pertemanan, asmara, maupun keluarga, karena tidak ada manusia yang sempurna dan bebas dari kesalahan.

Memaafkan adalah proses penyembuhan yang mendalam, baik bagi diri sendiri maupun untuk hubungan antarmanusia, seperti yang digambarkan dalam makna lagu “Bunga Maaf” The Lantis. Salah satu pesan utama dari lagu ini adalah bagaimana ego dapat menghancurkan segala hal yang kita cintai.

Kadang-kadang, kita terlalu terpaku pada rasa diri untuk mengakui kesalahan, dan ego yang terlalu tinggi justru menjauhkan kita dari orang-orang tersayang. Lagu ini mengingatkan betapa pentingnya mengendalikan ego untuk menjaga hubungan yang berharga dan menghindari penyesalan di masa depan.

Selain itu, lagu ini juga mengajarkan pentingnya menghargai waktu dan kesempatan yang ada, karena waktu yang telah berlalu tidak dapat dikembalikan. “Bunga Maaf” mengingatkan bahwa kesempatan yang terlewat tidak dapat diulang, sehingga menjadi pengingat bagi kita untuk lebih bijak dalam menghadapi hubungan dan memahami bahwa terkadang, penyesalan datang ketika segala sesuatu sudah terlambat.

Penulis: Rizki Saputro

Leave a Comment