MIMBARJUMAT.COM – Pada hari Minggu, 22 Desember 2026, harga perak murni yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk, juga dikenal sebagai perak Antam, masih berada di level Rp 53.150 per gram.
Sebelumnya, harga perak Antam naik Rp 4.000 menjadi Rp 53.150 per gram pada Sabtu (21/2/2026), melanjutkan tren positif setelah harga naik Rp 750 ke posisi Rp 49.150 per gram pada Jumat (20/2/2026).
Harga perak melonjak sebesar Rp 8.000 hingga mencapai Rp 48.400 per gram pada hari Kamis (19/2/2026).
Harga emas di negara ini meningkat seiring dengan kenaikan harga emas di seluruh dunia. Harga perak spot menguat 7,71% ke level US$ 84,55 per ons pada perdagangan Jumat (20/2/2026), menjadi kenaikan harian terbesar di antara kelompok logam mulia.
Perlambatan ekonomi Amerika Serikat dan kebijakan tarif baru Presiden Donald Trump menyebabkan penguatan tajam ini.
Data menunjukkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) AS pada kuartal IV hanya tumbuh 1,4% secara tahunan (annualized), jauh di bawah proyeksi 3%. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan belanja konsumen dan penutupan beberapa aktivitas pemerintahan.
Sebaliknya, inflasi terus meningkat. Kekhawatiran pasar tentang potensi stagflasi ringan meningkat karena indeks personal consumption expenditure (PCE), indikator inflasi acuan bank sentral AS, naik 0,4% pada Desember, lebih tinggi dari perkiraan 0,3%.
Pasar juga memperhatikan keputusan Mahkamah Agung AS yang menyatakan bahwa kebijakan tarif global sebelumnya melanggar hukum karena dianggap melampaui kewenangan presiden berdasarkan Undang-Undang Keuangan Bencana Internasional.
Sebagai tanggapan, Trump mengumumkan rencana pengenaan tarif global sebesar sepuluh persen selama 150 hari untuk menggantikan sebagian kebijakan yang telah dibatalkan oleh pengadilan.