Mengenal Uranus, Planet Ketujuh dari Matahari

MIMBARJUMAT.COM – Uranus mungkin tidak sepopuler Jupiter atau Saturnus, tetapi planet ini menyimpan banyak fakta menarik yang membuatnya berbeda dari yang lain. Sebagai planet ketujuh dari Matahari, Uranus termasuk dalam kategori raksasa es dengan karakteristik yang unik dan ekstrem.

Komposisi dan Warna Khas

Berdasarkan data dari NASA, bagian dalam Uranus didominasi campuran air, amonia, dan metana dalam bentuk es. Sementara itu, atmosfer luarnya tersusun atas hidrogen dan helium.

Warna biru kehijauan Uranus berasal dari gas metana di atmosfernya. Gas ini menyerap cahaya merah dari Matahari dan memantulkan cahaya biru. Itulah sebabnya Uranus tampak berwarna lembut dan berbeda saat diamati dari kejauhan.

Planet dengan Kemiringan Ekstrem

Salah satu ciri paling mencolok dari Uranus adalah kemiringan sumbu rotasinya yang mencapai sekitar 98 derajat. Posisi ini membuat Uranus tampak seperti menggelinding ketika mengelilingi Matahari.

Akibatnya, pola musim di planet ini sangat ekstrem. Satu kutub bisa mengalami siang terus-menerus selama sekitar 21 tahun Bumi, sementara kutub lainnya berada dalam kegelapan dalam durasi yang sama. Pergantian musimnya pun jauh lebih dramatis dibandingkan planet lain di Tata Surya.

Suhu Atmosfer Terendah

Uranus tercatat sebagai planet dengan suhu atmosfer terendah di Tata Surya, mencapai sekitar minus 224 derajat Celsius. Fakta ini cukup mengejutkan karena Neptunus yang lebih jauh dari Matahari justru sedikit lebih hangat.

Para ilmuwan menduga Uranus tidak memancarkan panas internal sebesar planet raksasa lainnya. Hal inilah yang menyebabkan suhunya sangat rendah.

Sistem Cincin dan Satelit

Seperti Jupiter dan Saturnus, Uranus juga memiliki sistem cincin. Namun cincin-cincinnya relatif tipis dan gelap.

Uranus juga memiliki puluhan satelit alami. Beberapa yang terbesar seperti Titania dan Oberon memiliki permukaan es serta jejak aktivitas geologis di masa lalu.

Uranus adalah planet yang unik dan masih menyimpan banyak misteri. Dengan kemiringan ekstrem dan suhu yang membeku, ia menjadi salah satu objek penting dalam penelitian astronomi modern.

Penulis: Hafiz Reyfansyah

Leave a Comment