MIMBARJUMAT.COM – Buat kamu yang selama ini kurang merhatiin perak sebagai instrumen investasi, mungkin sekarang saatnya melirik. Pasalnya, harga perak hari ini yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami lonjakan signifikan.
Pada Sabtu 21 Februari 2026, harga perak Antam melesat Rp4.000 dalam sehari, kini berada di level Rp53.150 per gram. Padahal sebelumnya, harga perak masih bertengger di Rp49.150 per gram.
Kenaikan ini melanjutkan tren positif beberapa hari terakhir. Jumat kemarin naik Rp750, Kamis naik Rp800 jadi dalam tiga hari terakhir, perak sudah menguat total lebih dari Rp5.000. Lumayan banget buat para kolektor dan investor.
Rincian Harga Perak Antam
Antam menawarkan perak batangan dalam beberapa pilihan berat. Berikut daftar lengkapnya:
- Perak batangan 250 gram: Rp13.812.500
- Perak batangan 500 gram: Rp26.700.000
Selain itu, Antam juga menyediakan perak butiran murni 99,95 persen untuk kebutuhan industri atau investasi dalam bentuk lain.
Buat yang suka koleksi edisi khusus, ada juga Perak Heritage dengan desain artistik:
- 31,1 gram: Rp2.076.370 (harga dasar), Rp2.304.771 (termasuk PPN)
- 186,6 gram: Rp11.336.686 (harga dasar), Rp12.583.721 (termasuk PPN)
Perak Dunia Ikut Melambung Tinggi
Kenaikan harga perak domestik ini sejalan dengan pergerakan harga perak global. Pada perdagangan Jumat (20/2/2026), harga perak dunia melesat 7,71 persen ke level *US$ 84,55 per ons*.
Sumber lain mencatat kenaikan 5,8 persen ke US$ 82,92 per ounce. Kenaikan ini jadi yang terbesar dalam sehari dibanding logam mulia lainnya.
Mengutip Kitco, pelaku pasar optimistis terhadap harga perak berjangka Maret 2026. Target harga berikutnya diprediksi bakal menembus level resistance *US$ 90,00*. Level support berada di titik terendah Februari yaitu US$ 63,90.
Apa yang Memicu Kenaikan?
Lonjakan harga perak dipicu sejumlah faktor eksternal, terutama kondisi ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan perlambatan. Data terbaru mencatat PDB AS pada kuartal IV hanya tumbuh 1,4 persen secara tahunan, jauh di bawah proyeksi pasar yang sekitar 3 persen.
Perlambatan ini dipengaruhi penutupan sebagian aktivitas pemerintahan (government shutdown) serta melemahnya konsumsi masyarakat. Di sisi lain, inflasi masih tetap tinggi dengan indeks PCE naik 0,4 persen pada Desember di atas ekspektasi.
Kombinasi pertumbuhan melambat dan inflasi tinggi memicu kekhawatiran stagflasi. Ditambah lagi, rencana Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif global baru 10 persen selama 150 hari menambah ketidakpastian pasar. Akibatnya, investor berbondong-bondong mencari aset safe haven seperti perak dan emas.
Apakah Perak Layak Dilirik?
Selama ini perak sering jadi “adik” emas yang kurang diperhatikan. Padahal, sebagai logam mulia, perak punya fungsi lindung nilai yang mirip, plus kegunaan industri yang luas, dari elektronik hingga panel surya.
Dengan harga yang masih jauh di bawah emas, perak bisa jadi alternatif investasi buat modal terbatas. Apalagi dengan tren kenaikan saat ini, momentumnya sedang bagus. Tapi ingat, seperti investasi lainnya, tetap lakukan riset dan jangan FOMO. Selamat memantau dan happy investing!