MIMBARJUMAT.COM – Bacaan niat sholat tarawih dan witir adalah yang paling dicari selama bulan suci Ramadan.
Muslim akan melakukan shalat tarawih dan witir di masjid setelah salat Isya berjemaah.
Setelah sholat Isya hingga sebelum Subuh, salat tarawih adalah sholat sunnah muakkad yang dilakukan pada malam Ramadhan.
Karena para sahabat dahulu beristirahat sejenak setiap dua atau empat rakaat, kata “tarawih” berasal dari kata Arab “tarwihah”, yang berarti istirahat.
Ini adalah qiyamul lail khusus Ramadhan, yang dapat dilakukan sendirian atau berjemaah baik di masjid maupun di rumah.
Jika seseorang melakukannya dengan tulus, mereka akan mendapat pahala yang luar biasa dari Allah SWT.
Namun, ada dua cara berbeda untuk melaksanakan salat tarawih ini.
Ada yang mengerjakannya 23 rakaat dengan witir, dan ada juga yang mengerjakannya 11 rakaat dengan witir.
Muslim melakukan salat tarawih sebanyak 11 rakaat.
Hal itu berdasarkan hadis sahih dari Aisyah RA yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, dua imam hadis terkemuka.
Ketika Abu Salamah Ibn Abd ar-Rahman bertanya kepada Aisyah tentang salat malam Rasulullah SAW di bulan Ramadan, Aisyah menjawab bahwa Nabi tidak pernah melakukannya lebih dari sebelas rakaat. Hadis ini dikutip dari laman Muhammadiyah.
عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُ سَأَلَ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا كَيْفَ كَانَتْ صَلَاةُ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي رَمَضَانَ قَالَتْ مَا كَانَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّي أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي ثَلَاثًا
“Dari Abu Salamah bin ‘Abdur Rahman (diriwayatkan) bahwa dia bertanya kepada ‘Aisyah r.a.: Bagaimana tata cara shalat Nabi saw pada bulan Ramadhan? ‘Aisyah r.a. menjawab: Beliau shalat (sunah qiyamul–lail) pada bulan Ramadhan dan bulan-bulan lainnya tidak lebih dari sebelas rakaat. Beliau shalat empat rakaat, maka jangan kamu tanya tentang kualitas bagus dan panjangnya, kemudian beliau shalat lagi empat rakaat, maka jangan kamu tanya tentang kualitas bagus dan panjangnya kemudian beliau shalat tiga rakaat.” (HR. al-Bukhari Nomor 3304).
Menurut informasi ini, Rasulullah SAW melakukan salat malam dengan pola empat rakaat salam, empat rakaat salam lagi, dan tiga rakaat witir di akhir salat.
Ini kemudian digunakan oleh Muhammadiyah untuk menentukan jumlah rakaat salat tarawih yang lebih sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad.
Dasar Sholat Tarawih 4 Rakaat 1 Salam
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah, Nabi Muhammad SAW pernah mengerjakan sholat malam sebelas rakaat baik di bulan Ramadan maupun di luar Ramadan dengan empat rakaat, empat rakaat lagi, dan tiga rakaat Witir.
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً ِللهِ تَعَالَى
Artinya: “Aku berniat sholat sunnah Tarawih empat rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah SWT.”
Niat cukup dibaca di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Tidak harus dilafalkan keras, yang terpenting adalah kesungguhan hati untuk menjalankan ibadah karena Allah SWT.
Tata Cara Pelaksanaan Sholat Tarawih 4 rakaat
Rakaat pertama dan kedua:
- Niat dalam hati
- Takbiratul ihram
- Membaca Al-Fatihah dan surat pendek
- Rukuk
- Iktidal
- Sujud pertama
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Berdiri ke rakaat berikutnya tanpa salam
Rakaat ketiga dan keempat:
- Membaca Al-Fatihah dan surat pendek
- Rukuk
- Iktidal
- Sujud pertama
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Duduk tasyahud akhir
- Salam
Anda dapat mengulangnya sekali lagi setelah empat rakaat selesai, menjadi total delapan rakaat, lalu menutupnya dengan sholat Witir tiga rakaat.
Batas Waktu Sholat Tarawih
Sholat Tarawih dilakukan selama waktu yang cukup lama setelah sholat Isya hingga sebelum Subuh. Anda dapat mengerjakannya segera setelah sholat Isya, setelah beristirahat sejenak, atau di sepertiga malam terakhir agar lebih tenang dan khusyuk.