MIMBARJUMAT.COM – Pemerintah memastikan bahwa tunjangan hari raya (THR) bagi aparatur sipil negara (ASN), prajurit TNI, dan anggota Polri akan cair pada tahun 2026, dan THR ASN akan lebih besar daripada THR ASN pada tahun 2025.
Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, anggaran THR ASN 2026 ditetapkan sebesar Rp55 triliun, naik signifikan sebesar 10,22% dibandingkan dengan anggaran THR ASN 2025 yang sebesar Rp49 triliun.
“Ada pasti (pencairan THR ASN) nanti.” Di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat, Purbaya belum lama ini menyatakan, “Tapi saya tidak tahu tanggal pastinya, yang jelas di awal puasa kita harapkan udah bisa kita salurkan.”
Purbaya, yang bertanggung jawab atas pemberian THR ASN Dorong Konsumsi, mengatakan bahwa jumlah THR yang akan diberikan kepada ASN akan ditetapkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, tetapi dia belum menyebutkan jumlah spesifik yang akan diterima ASN pada Lebaran tahun 2026.
Purbaya mengatakan bahwa tujuan pemberian THR pada awal puasa ini adalah untuk meningkatkan konsumsi masyarakat di kuartal I 2026. Dia juga mengatakan bahwa pemberian THR pada awal lebaran juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mudik lebih awal dan dapat mengurangi konsentrasi kepadatan arus mudik.
Total Belanja Negara:
Proyeksi belanja pemerintah pada kuartal I-2026 adalah Rp809 triliun, dengan THR untuk ASN, TNI, dan Polri. Serapan belanja yang tinggi pada awal tahun diharapkan dapat mendorong ekonomi nasional.
Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan Rp62 triliun untuk mempercepat program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rp6 triliun untuk anggaran rekonstruksi dan rehabilitasi Sumatera setelah bencana, dan paket stimulus sebesar Rp13 triliun.
Menurut Jaga Pertumbuhan Ekonomi, Purbaya menegaskan bahwa belanja pemerintah pada kuartal I hingga 2026 dilakukan secara tepat waktu untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat pada tahun 2025 diperkirakan akan berlanjut hingga 2026.
“Kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi antara 5,5 persen dan 6% di triwulan pertama,” katanya.
Menurutnya, angka target pertumbuhan ini sangat besar. Menurut Purbaya, jika hal ini dapat dicapai, Indonesia akan dapat keluar dari kendala pertumbuhan 5%.
Selain itu, pemerintah terus mendorong konsumsi rumah tangga, yang diproyeksikan meningkat pada triwulan pertama tahun 2026, terutama berkat liburan dan cuti bersama Imlek dan Idul Fitri, serta kebijakan Work From Anywhere (WFA).
Dalam hal penawaran dan investasi, terjadi peningkatan melalui pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebanyak 30 ribu unit senilai Rp90 triliun dan 190 ribu unit rumah komersial, rumah subsidi, dan bantuan renovasi (BSPS/Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) senilai Rp20 triliun.
Selain itu, terdapat dorongan investasi langsung sebesar sekitar Rp220 triliun yang diidentifikasi karena terdapat proyek hilirisasi Danantara yang dimulai senilai 7 miliar dolar AS, atau sekitar Rp110 triliun.