Mengenal Mars dan Karakteristiknya

MIMBARJUMAT.COM – Mars dikenal sebagai Planet Merah karena permukaannya kaya akan besi yang teroksidasi (karat). Debu berwarna kemerahan inilah yang membuat Mars tampak merah jika dilihat dari Bumi.

Sebagai planet keempat dari Matahari, Mars termasuk dalam kategori planet berbatu, sama seperti Bumi dan Venus.

Ukuran dan Kondisi Permukaan

Mars memiliki diameter sekitar 6.779 kilometer, atau kira-kira setengah ukuran Bumi. Gravitasi di Mars juga jauh lebih lemah, hanya sekitar 38% dari gravitasi Bumi.

Suhu di Mars sangat dingin. Rata-rata suhu permukaannya sekitar -60°C dan dapat turun lebih rendah lagi pada malam hari. Atmosfer Mars sangat tipis dan sebagian besar terdiri dari karbon dioksida, sehingga tidak mampu menahan panas dengan baik.

Gunung dan Lembah Raksasa

Mars memiliki beberapa struktur geologi paling ekstrem di Tata Surya. Salah satunya adalah Olympus Mons, gunung berapi terbesar yang pernah diketahui, dengan tinggi hampir tiga kali Gunung Everest.

Selain itu, terdapat Valles Marineris, sistem lembah raksasa yang membentang ribuan kilometer. Keberadaan struktur ini menunjukkan bahwa Mars pernah aktif secara geologis di masa lalu.

Jejak Air di Masa Lalu

Berbagai misi eksplorasi, termasuk rover Perseverance dan misi-misi sebelumnya, menemukan bukti bahwa miliaran tahun lalu Mars kemungkinan memiliki sungai, danau, bahkan mungkin lautan.

Jika air cair pernah ada di sana, maka kemungkinan kehidupan mikroba purba menjadi pertanyaan besar yang masih diteliti hingga saat ini.

Kandidat Koloni Manusia?

Durasi satu hari di Mars hampir sama dengan Bumi, yakni sekitar 24,6 jam. Selain itu, terdapat es air di wilayah kutubnya. Karena alasan inilah Mars sering disebut sebagai kandidat terbaik untuk koloni manusia di masa depan.

Namun, tantangannya tidak kecil. Tingkat radiasi yang tinggi, suhu ekstrem, serta atmosfer yang sangat tipis membuat manusia tidak dapat hidup di sana tanpa perlindungan dan teknologi khusus.

Mars adalah simbol harapan sekaligus misteri. Ia mungkin pernah menjadi dunia yang lebih hangat dan basah, tetapi kini berubah menjadi planet dingin dan berdebu.

Meski demikian, justru di sanalah para ilmuwan terus mencari jawaban tentang kemungkinan kehidupan di luar Bumi dan masa depan eksplorasi manusia.

Penulis: Hafiz Reyfansyah

Leave a Comment