MIMBARJUMAT.COM – Setiap tahun, ribuan calon mahasiswa berbondong-bondong mendaftar ke Universitas Indonesia (UI) dengan harapan bisa menjadi bagian dari kampus bergengsi ini.
Tak bisa dipungkiri, persaingan di jurusan-jurusan favorit seperti Kedokteran, Ilmu Hukum, atau Manajemen benar-benar panas. Satu kursi bisa diperebutkan oleh puluhan orang, membuat banyak calon mahasiswa harus gigit jari.
Namun, tahukah kamu bahwa di balik hiruk-pikuk persaingan itu, ada sederetan jurusan S1 UI yang justru sepi peminat? Bukan berarti jurusan ini tidak berkualitas, justru sebaliknya.
Mereka adalah program studi yang menawarkan keilmuan mendalam dengan prospek karir yang tak kalah menjanjikan, namun mungkin belum banyak dilirik karena kurang terekspos.
Bagi kamu yang sedang menyusun strategi untuk SNBT 2025, mengenal jurusan-jurusan ini bisa jadi kunci membuka pintu Kampus Kuning. Mari kita bedah satu per satu.
Rumpun Sains Murni: Fondasi Inovasi yang Tak Pernah Pudar
Fisika menjadi salah satu jurusan dengan persaingan paling longgar. Dengan daya tampung 42 kursi di tahun 2025 dan catatan peminat hanya 225 orang di tahun sebelumnya, peluang untuk lolos cukup terbuka.
Padahal, lulusan Fisika UI sangat dibutuhkan di berbagai sektor, mulai dari industri energi, teknologi material, hingga lembaga riset nasional.
Kimia juga tak kalah menarik. Meski termasuk ilmu dasar, jurusan ini punya peran krusial dalam pengembangan industri farmasi, kosmetik, dan pangan. Data menunjukkan peminatnya hanya 309 orang dengan daya tampung 42 kursi. Angka yang relatif kecil untuk sebuah program studi di PTN favorit.
Biologi dengan daya tampung 36 kursi di tahun 2025, hanya dipinang oleh 398 orang di tahun sebelumnya. Padahal, di era bioteknologi dan krisis lingkungan seperti sekarang, ahli biologi sangat dicari, baik di sektor riset, konservasi, maupun industri pangan.
Matematika sering dianggap menakutkan, padahal prospeknya luar biasa. Lulusan matematika banyak berkarier sebagai data scientist, analis keuangan, hingga aktuaris di perusahaan asuransi bergengsi. Dengan peminat hanya 315 orang dan daya tampung 30 kursi, ini bisa jadi tiket emas masuk UI.
Geografi dan Geofisika juga masuk dalam daftar ini. Geografi mempelajari interaksi manusia dengan alam, cocok bagi kamu yang tertarik pada isu lingkungan dan tata ruang.
Sementara Geofisika, yang merupakan ilmu kebumian, banyak dibutuhkan di industri pertambangan dan migas. Keduanya punya tingkat persaingan di bawah 14 persen.
Rumpun Ilmu Budaya: Menjaga Warisan dan Membuka Cakrawala Dunia
Jurusan-jurusan di rumpun ilmu budaya justru menyimpan banyak permata tersembunyi. Sastra Daerah untuk Sastra Jawa, misalnya, hanya dipinang 156 orang dengan daya tampung 24 kursi.
Jurusan ini bukan sekadar belajar bahasa, tetapi juga mendalami filosofi, wayang, dan naskah kuno. Lulusannya bisa berkarier sebagai peneliti, kurator museum, atau pengembang konten kebudayaan digital.
Sastra Rusia dan Sastra Belanda termasuk jurusan langka yang hanya ada di beberapa PTN. Bayangkan, Sastra Rusia hanya dipinang 164 orang, sementara Sastra Belanda 248 orang.
Di era globalisasi, kemampuan berbahasa asing yang tidak mainstream ini justru sangat dicari, terutama di dunia diplomasi, penerjemahan, dan perusahaan multinasional yang bekerja sama dengan negara-negara Eropa Timur atau Eropa Barat.
Ilmu Filsafat sering menjadi jurusan yang paling diremehkan. Padahal, filsafat mengajarkan cara berpikir kritis, logis, dan sistematis. Banyak lulusan filsafat yang sukses menjadi analis kebijakan, konsultan etika di perusahaan besar, bahkan penulis dan jurnalis investigasi.
Dengan tingkat keketatan hanya 8,33 persen, jurusan ini layak masuk dalam radar pertimbangan.
Tapi Ingat, Jangan Asal Pilih!
Melihat angka-angka di atas, mungkin kamu tergoda untuk langsung mendaftar ke jurusan-jurusan tersebut. Tapi ada satu pesan penting yang perlu digarisbawahi. Memilih jurusan hanya karena sepi peminat bisa jadi bumerang di kemudian hari.
Kuliah adalah perjalanan panjang yang membutuhkan ketekunan dan semangat. Jika kamu tidak punya minat di bidang yang kamu pilih, bisa-bisa kamu merasa tersiksa selama empat tahun ke depan. Lalu, saat lulus pun kamu akan kesulitan berkarier di bidang yang tidak kamu cintai.
Gunakan data ini sebagai peta jalan, tapi biarkan hati dan minatmu yang menjadi kompasnya. Coba gali lebih dalam tentang jurusan-jurusan di atas.
Mungkin saja kamu menemukan bahwa mempelajari bahasa Rusia atau mendalami filsafat ternyata sangat menarik. Atau mungkin kamu baru sadar bahwa fisika dan matematika tidak semenyeramkan yang dibayangkan.
Yang terpenting, selalu pantau informasi resmi dari laman SNPMB dan Universitas Indonesia karena daya tampung dan kebijakan bisa saja berubah dari tahun ke tahun. Selamat mempersiapkan diri dan semoga sukses meraih kursi di Kampus Kuning.