5 Amalan yang Dianjurkan Rasulullah di Bulan Ramadhan

MIMBARJUMAT.COM – Bulan Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan yang dimuliakan dalam Islam. Rasulullah SAW tidak hanya berpuasa, tetapi juga memperbanyak berbagai amalan lainnya sebagai bentuk kesungguhan dalam beribadah.

Berikut lima amalan yang secara jelas dianjurkan dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW selama bulan Ramadhan.

1. Memperbanyak Membaca Al-Qur’an
Ramadhan dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an. Rasulullah SAW memperbanyak tilawah pada bulan ini. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Malaikat Jibril datang setiap malam Ramadhan untuk menyimak bacaan Al-Qur’an beliau. Hal ini menunjukkan bahwa membaca, mengkaji, dan mentadabburi Al-Qur’an adalah amalan utama di bulan suci ini.

2. Melaksanakan Salat Tarawih (Qiyam Ramadhan)
Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk menghidupkan malam Ramadhan dengan salat. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan: “Barang siapa yang melaksanakan qiyam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” Salat tarawih menjadi bentuk nyata dari qiyam Ramadhan yang dilakukan setelah salat Isya.

3. Bersedekah Lebih Banyak
Rasulullah SAW dikenal sebagai pribadi yang dermawan, dan kedermawanannya semakin meningkat saat Ramadhan. Dalam hadis riwayat Bukhari disebutkan bahwa beliau lebih dermawan daripada angin yang berhembus. Sedekah di bulan Ramadhan memiliki nilai yang sangat besar karena pahalanya dilipatgandakan dan menjadi bentuk kepedulian sosial yang nyata.

4. Memberi Makan Orang yang Berbuka
Memberi makan orang yang berpuasa juga sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang memberi makan orang berpuasa untuk berbuka, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang itu sedikit pun (HR. Tirmidzi). Tradisi berbagi takjil dan buka bersama memiliki dasar yang kuat dalam sunnah.

5. I’tikaf di Sepuluh Malam Terakhir
Pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah SAW memperbanyak ibadah dan melakukan i’tikaf di masjid. Hal ini dilakukan untuk mencari malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dalam riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa beliau tidak pernah meninggalkan i’tikaf di sepuluh malam terakhir hingga wafatnya.

Kelima amalan ini menunjukkan bahwa Ramadhan adalah bulan peningkatan kualitas ibadah secara menyeluruh. Rasulullah SAW memberi teladan bukan hanya dalam bentuk ucapan, tetapi melalui praktik nyata. Dengan mengikuti sunnah beliau, Ramadhan menjadi kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperbaiki kualitas spiritual secara lebih mendalam.

Penulis: Afifah Dzaharah

Leave a Comment