Jangan Asal Klik Beli! Ini Risiko Emas Digital yang Harus Dipahami Investor Pemula

MIMBARJUMAT.COM – Investasi emas digital menjadi salah satu pilihan yang tengah tren di era sekarang.

Hal ini dikarena emas digital merupakan investasi yang dijadikan rujukan pada saat ini.

Emas digital disebut sebagai instrumen investasi yang mewah serta mempunyai daya tarik di masa depan yang tidak rumit bagi masyarakat untuk disimpan.

Meski begitu, emas digital memiliki kekurangan dimana investasi ini tidak ada wujud fisik.

Oleh karenanya masyarakat harus aktif memantau pergerakan harga emas digital secara berkala.

Kendati demikian, emas digital dijadikan investasi jangka panjang serta pilihan alternatif yang lebih aman dari pencurian.

Mengutip Pakar investasi Dinda NM mengatakan bahwa emas digital bisa jadi pilihan mudah bagi kaum muda yang baru mulai belajar investasi.

Emas digital juga jadi investasi perdana yang cocok dipilih karena nilai cicilan lebih murah. Alasan lainnya karena investasi ini cocok untuk jangka pendek.

“Jadi kalau memang durasinya 0-5 tahun itu emas digital cukup signifikan. Tapi untuk jangka panjang biasanya menurutku ya. Mungkin kalau mau di emas digital bisa direview atau dievaluasi terus nih. Terkait dengan apakah perusahaan masih aman, apakah perusahaan masih untung. Tapi kalau emas fisik kan lebih gampang ya,” ungkapnya dikutip mimbarjumat.com dari kanal perbincangan Broadcast Youtube Bisniscom, Jumat, 6 Februari 2026.

Tak hanya itu, emas digital sangat mudah untuk dijual dibandingkan emas fisik di mana investor harus melakukan survei perbandingan harga emas dari satu pedagang ke pedagang yang lain.

Meski memiliki kemudahan, emas digital juga mengundang sejumlah risiko bagi para investornya

Salah satu resiko emas digital ini adalah kinerja perusahaan penjual emas.

Dinda mengatakan, tantangan emas digital bergantung pada kinerja perusahaan yang menyediakan platform tersebut.

Misalnya, sebuah perusahaan emas digital gagal bayar sehingga merugikan konsumen.

“Jadi memang harus dipastikan lagi ketika memilih emas digital itu harus perusahaannya yang memang terdaftar dalam otoritas pengawasan berjangka. Apakah perusahaannya kuat dan sebagainya. Karena ketika memang untuk jangka panjang takutnya perusahaannya bangkrut, kolaps, dan sebagainya,” paparnya.

Terlebih jika ingin melakukan investasi dalam jangka panjang, sekitar lebih dari 5 tahun.

“Jadi kalau memang durasinya 0-5 tahun itu emas digital cukup signifikan. Tapi untuk jangka panjang biasanya menurutku ya, mungkin kalau mau di emas digital bisa direview atau dievaluasi terus nih. Terkait dengan apakah perusahaan masih aman, apakah perusahaan masih untung. Tapi kalau emas fisik kan lebih gampang ya,” bebernya.

Melansir situs resmi Pegadaian, memilih emas digital juga harus didasarkan pada perusahaan penyedia layanan investasi.

Masyarakat harus melakukan pengecekan perusahaan atau platform yang telah terdaftar di BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) atau OJK.

Tak hanya itu, masyarakat juga diharapkan dapat memastikan penyedia layanan menggunakan aplikasi dengan sistem keamanan berlapis, seperti verifikasi OTP, enkripsi, dan lain sebagainya.

Perlu diwaspadai untuk menghindari berinvestasi di platform yang tidak transparan mengenai biaya dan harga.

Risiko lain yang bisa timbul saat melakukan investasi emas digital yakni rentan terhadap volatilitas harga.

Hal ini dikarenakan harga emas digital dapat dipengaruhi oleh beberapa hal seperti kondisi politik global, fluktuasi pasar, hingga perubahan kebijakan ekonomi.(*)

Penulis: Mishbahul Anam

Leave a Comment