Jangan Asal Beli! Ini 3 Kesalahan Pemula Saat Membeli Emas Batangan

MIMBARJUMAT.COM – Investasi emas seringkali dianggap aman serta terhindar dari resiko besar bagi para pemula.

Ternyata tak begitu, banyak salah paham mengenai investasi emas yang berujung kerugian.

Oleh karenanya, sebelum membeli emas harus memahami pemahaman yang memadai sebelum melakukan investasi.

Sebagian besar pemula mungkin tergoda untuk membeli emas hanya karena tren atau keinginan ego belaka.

Hal itu yang mengakibatkan kesalahan fatal tanpa mempertimbangkan strategi jangka panjang dalam membeli emas.

Inilah kesalahan fatal para pemula, berikut informasinya yang kami rangkum:

1. Membeli tanpa memahami tujuan investasi

Membeli emas tanpa menentukan dahulu tujuan investasi yang dimiliki. Tanpa memiliki tujuan yang terarah, maka pembelian emas tidak terintegrasi dengan perencanaan keuangan.

Emas batangan idealnya dapat diposisikan sebagai instrumen penyimpanan nilai untuk jangka menengah hingga panjang, bukan sebagai sarana untuk mencari keuntungan dengan cepat.

Jika tidak dipahami sejak awal, maka pemula bisa saja berpotensi menjual emas ketika harga tinggi, sehingga mengalami kerugian yang diakibatkan selisih harga beli dan harga jual.

2. Tidak memperhatikan selisih harga jual beli

Sebagian besar pemula mungkin terfokus pada harga beli emas yang sedang stabil atau sedang turun, namun tidak memperhitungkan soal selisih harga beli dan jual kembali.

Padahal, selisih tersebut dapat mempengaruhi potensi keuntungan yang diperoleh, terutama jika emas tersebut dijual dalam waktu yang relatif singkat.

Selisih harga emas sendiri cukup signifikan pada emas batangan ukuran kecil, sehingga keuntungannya baru bisa terasa dalam jangka waktu yang lebih lama.

3. Membeli di tempat yang tidak terpercaya

Kesalahan paling fatal ketiga adalah dengan membeli emas di tempat yang tidak memiliki reputasi jelas dan tidak bersertifikat resmi.
Resiko membeli emas palsu atau emas tanpa dokumen pendukung jelas bisa menimbulkan kerugian besar.

Oleh karena itu, pastikan memilih penjual resmi atau lembaga yang telah memiliki izin dan rekam jejak positif tentu merupakan langkah penting dalam menjamin keaslian dan juga kualitas emas.

Selain itu, penyimpanan bukti transaksi dan sertifikat dapat dilakukan dengan penuh kehati-hatian supaya nilai emas tetap terjaga pada saat ingin dicairkan sewaktu-waktu.(*)

Penulis: Mishbahul Anam

Leave a Comment