Panduan Niat Tarawih Berjamaah yang Benar Sesuai Sunnah

MIMBARJUMAT.COM – Sepertinya bulan suci Ramadhan telah tiba. Semua orang yang beragama Islam dianjurkan untuk meningkatkan amalan baik sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ini termasuk melakukan shalat tarawih, yang memiliki keutamaan yang luar biasa.

Karena nilai ibadah yang lebih besar, dianjurkan untuk melaksanakan shalat tarawih secara berjemaah. Namun, bagi umat Islam yang memiliki udzur yang menghalangi mereka untuk berjemaah, mereka tetap dapat melakukannya secara mandiri, baik di masjid maupun di rumah.

Untuk menjadikan shalat tarawih lebih khusyuk dan sesuai tuntunan, sangat penting untuk memahami bacaan niat, jumlah rakaat, dan cara melakukannya. Tata cara shalat tarawih sendiri dan berjamaah, bersama dengan ketentuannya, disajikan di bawah ini:

Berapa Jumlah Rakaat yang harus dilakukan dalam Shalat Tarawih?

Sejak lama, ada perbedaan pendapat ulama tentang jumlah rakaat shalat tarawih. Oleh karena itu, umat Islam harus memperlakukannya dengan bijak agar tidak menimbulkan konflik.

Buku “Shalat Sunnah: Hikmah dan Tuntunan Praktis” oleh Nasrul Umam Syafi’i dan Lukman Hakim menjelaskan bahwa salat tarawih dilakukan sebanyak delapan rakaat, dapat dilakukan dalam dua atau empat rakaat dan satu salam, dan kemudian diakhiri dengan shalat witir tiga rakaat sebagai penutup., menurut laman Badan Amil Zakat Nasional.

Sementara itu, dalam buku Fuad Thohari, “Mengetuk Pintu Langit di Bulan Ramadhan,” ada tiga pendapat tentang jumlah rakaat shalat Tarawih. Ahli hadis mengatakan 11 rakaat, jumhur ulama fiqih mengatakan 23 rakaat, dan ulama Madinah dan Imam Malik mengatakan bahwa Tarawih harus dilakukan dalam 36 rakaat untuk memperbanyak ibadah selama bulan Ramadhan.

Apa Niat Shalat Tarawih Sendiri dan Berjemaah?

Secara umum tidak ada perbedaan yang signifikan antara tata cara shalat tarawih yang dilakukan secara berjemaah maupun mandiri. Perbedaannya hanya terletak pada niatnya.

Berikut niat shalat tarawih sebagaimana dikutip dari laman resmi Nahdlatul Ulama Online:

  1. Niat Shalat Tarawih Sendiri

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak’ataini mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta’ālā.

Artinya: “Aku berniat shalat sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

  1. Niat Shalat Tarawih Berjamaa

Jika mengikuti imam dalam shalat berjamaah, bacaan niatnya sedikit berbeda karena menambahkan kata ma’muman, yang berarti sebagai makmum.

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat tarawihi rak’ataini mustaqbilal qiblati adaan makmuman lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku berniat shalat sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Leave a Comment