Keutamaan Membaca Surat Maryam untuk Ibu Hamil

MIMBARJUMAT.COM – Masa kehamilan adalah perjalanan penuh perjuangan sekaligus kebahagiaan. Di tengah perubahan fisik dan emosional, banyak ibu hamil mencari ketenangan batin, salah satunya melalui amalan membaca Al-Qur’an.

Surat Maryam menjadi salah satu surat yang sangat dianjurkan untuk dibaca selama masa kehamilan. Surat ke-19 dalam Al-Qur’an ini terdiri dari 98 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah.

Dinamakan Surat Maryam karena mengisahkan keteguhan iman Siti Maryam, ibu Nabi Isa AS, yang menjalani kehamilan penuh ujian dengan kesabaran luar biasa. Kisah Maryam yang mengandung dan melahirkan tanpa pernah bersentuhan dengan laki-laki menjadi salah satu mukjizat besar dalam sejarah Islam.

Perjuangan Maryam menghadapi tekanan dan tudingan masyarakat memberikan pelajaran berharga tentang tawakal, keteguhan hati, dan kekuatan doa. Tak heran jika banyak ulama menganjurkan ibu hamil membaca surat ini sebagai ikhtiar batin.

Harapannya, kandungan selalu diberi perlindungan, persalinan dimudahkan, serta hati senantiasa tenang selama masa kehamilan.

Memohon Kemudahan saat Persalinan

Kisah Maryam yang menjalani kehamilan seorang diri atas izin Allah mengajarkan tentang keteguhan dan rasa percaya diri. Dari cerita tersebut, ibu hamil bisa belajar bahwa setiap ujian pasti disertai pertolongan-Nya.

Dengan memahami perjuangan Maryam, tumbuh keyakinan bahwa Allah selalu menjaga hamba-Nya. Rasa percaya diri inilah yang perlahan menghadirkan ketenangan dalam menghadapi proses kehamilan yang tidak selalu mudah.

Banyak ibu membaca surat ini sambil memanjatkan doa agar proses persalinan diberi kelancaran. Dengan izin Allah, amalan ini diharapkan menjadi wasilah terkabulnya doa untuk melahirkan dengan lebih mudah.

Memberikan Ketenangan Hati

Dalam Surat Maryam diceritakan bagaimana Maryam sempat merasakan kesakitan luar biasa hingga muncul rasa putus asa, sebelum akhirnya Allah memberikan pertolongan. Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik rasa sakit, selalu ada kemudahan yang Allah siapkan.

Membaca surat Maryam secara rutin dapat menenangkan hati ibu hamil yang mungkin dilanda cemas atau takut menghadapi persalinan. Ayat demi ayat mengalirkan pesan bahwa Allah Maha Menolong hamba-Nya yang bersabar.

Memohon agar Anak yang Dilahirkan Menjadi Pribadi yang Berbakti

Dalam Surat Maryam ayat 14 terdapat gambaran tentang anak yang berbakti kepada orang tuanya. Ayat ini sering dijadikan sebagai harapan sekaligus doa oleh para ibu agar kelak buah hati yang dilahirkan tumbuh menjadi anak yang saleh, taat, dan selalu berbuat baik kepada kedua orang tua.

Membaca ayat ini dengan penuh penghayatan menjadi bentuk ikhtiar batin agar anak yang lahir kelak memiliki akhlak mulia seperti yang digambarkan dalam Al-Qur’an.

Bacaan Surat Maryam Ayat 1-16

Berikut adalah bacaan latin beserta arti surat Maryam ayat 1-16 yang baik diamalkan bagi ibu hamil:

1. Kaf Ha Ya ‘Ain Shad

2. Zikru rahmati rabbika ‘abdahu zakariyya
Artinya: (Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya, Zakaria,

3. Iz nada rabbahu nida’an khafiyya
Artinya: yaitu ketika ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.

4. Qala rabbi inni wahanal’azmu minni wasyta’alar ra’su syaibaw wa lam akum bidu’a’ika rabbi syaqiyya
Artinya: Ia berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku.

5. Wa inni khiftul mawaliya miw warai wa kanatimraati ‘aqiran fahab li mil ladunka waliyya
Artinya: Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi-Mu seorang putera,

6. Yarisuni wa yarisu min ali ya’qub waj’alhu rabbi radiyya
Artinya: yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai”.

7. Ya zakariyya inna nubasysyiruka bigulamin ismuhu yahya lam naj’al lahu min qablu samiyya
Artinya: Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (memperoleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.

8. Qala rabbi anna yakunu li ghulamun wa kanatimraati ‘aqiran wa qad balaghtu minal kibari ‘itiyya
Artinya: Zakaria berkata: “Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal isteriku adalah seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua”.

9. Qala kazalika qala rabbuka huwa ‘alayya hayyinun wa qad khalaqtuka min qablu wa lam taku syai’a
Artinya: Tuhan berfirman: “Demikianlah”. Tuhan berfirman: “Hal itu adalah mudah bagi-Ku; sungguh Aku telah menciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali”.

10. Qala rabbij’al li ayah qala ayatuka alla tukallima an-nasa salasa layalin sawiyya
Artinya: Zakaria berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda”. Tuhan berfirman: “Tanda bagimu ialah bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat”.

11. Fa kharaja ‘ala qaumihi minal mihrabi fa awha ilaihim an sabbihu bukratan wa ‘asyiyya
Artinya: Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberi isyarat kepada mereka; hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang.

12. Ya yahya khuzil kitaba biquwwatin wa atainahul hukma sabiyya
Artinya: Hai Yahya, ambillah Al-Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih kanak-kanak,

13. Wa hananam mil ladunna wa zakatan wa kana taqiyya
Artinya: dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian (dan dosa). Dan ia adalah seorang yang bertakwa,

14. Wa barram biwalidayhi wa lam yakun jabbara ‘asiyya
Artinya: dan seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka.

15. Wa salamun ‘alaihi yauma wulida wa yauma yamutu wa yauma yub’asu hayya
Artinya: Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali.

16. Wazkur fil kitabi maryam izintabazat min ahliha makanan syarqiyya
Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al-Qur’an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur.

Leave a Comment