MIMBARJUMAT.COM – Saturnus adalah planet keenam dari Matahari dan termasuk dalam kategori raksasa gas bersama Jupiter, Uranus, dan Neptunus. Planet ini dikenal sebagai salah satu objek paling menakjubkan di tata surya karena sistem cincinnya yang spektakuler. Bahkan, cincin Saturnus dapat diamati menggunakan teleskop kecil dari Bumi. Nama Saturnus berasal dari dewa pertanian dalam mitologi Romawi, sementara dalam mitologi Yunani dikenal sebagai Cronus.
Secara ukuran, Saturnus adalah planet terbesar kedua setelah Jupiter dengan diameter sekitar 120.536 kilometer, hampir sembilan kali diameter Bumi. Meski besar, planet ini memiliki kerapatan rendah. Secara teoritis, jika ada lautan raksasa, Saturnus bisa mengapung karena massa jenisnya lebih rendah dibanding air. Komposisi utamanya terdiri dari hidrogen dan helium, mirip Matahari, sehingga planet ini tidak memiliki permukaan padat seperti Bumi.
Ciri khas Saturnus yang paling terkenal adalah sistem cincinnya. Cincin-cincin ini tersusun dari miliaran partikel es dan batuan dengan ukuran bervariasi, mulai dari butiran debu hingga sebesar gunung kecil. Para ilmuwan membagi cincin Saturnus menjadi beberapa bagian utama, seperti cincin A, B, dan C, yang dipisahkan oleh celah gelap. Salah satu celah paling terkenal adalah Divisi Cassini. Walaupun terlihat kokoh dari jauh, cincin ini sebenarnya sangat tipis dibandingkan diameternya yang luas.
Selain cincinnya, Saturnus juga memiliki lebih dari 140 satelit alami. Salah satu yang paling terkenal adalah Titan, lebih besar dari planet Merkurius, dengan atmosfer tebal dan danau metana cair di permukaannya. Ada juga Enceladus yang menyemburkan geyser es dari permukaannya, menandakan kemungkinan adanya lautan di bawah lapisan es.
Eksplorasi Saturnus telah dilakukan oleh beberapa wahana antariksa, salah satunya misi Cassini–Huygens, hasil kerja sama NASA, ESA, dan ASI. Wahana ini mengorbit Saturnus selama lebih dari 13 tahun dan memberikan data serta gambar detail tentang cincin, atmosfer, dan bulan-bulannya. Pada 2017, misi Cassini diakhiri dengan memasuki atmosfer Saturnus untuk mencegah kemungkinan kontaminasi pada bulan-bulan yang berpotensi mendukung kehidupan.
Dengan keindahan cincinnya dan kompleksitas sistem bulannya, Saturnus tetap menjadi salah satu objek paling memikat dalam tata surya. Planet ini tidak hanya menampilkan keindahan visual, tetapi juga menyimpan banyak misteri ilmiah yang terus diteliti hingga kini.
Penulis: Afifah Dzaharah