MIMBARJUMAT.COM – Dengan menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal, umat Islam dapat mengetahui kapan puasa dan hari raya Idulfitri dan Iduladha di mana pun mereka berada.
Menurut Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang dibuat oleh Muhammadiyah, Rabu, 18 Februari 2026 adalah tanggal 1 Ramadan.
Namun, sebagian umat Islam lainnya bergantung pada keputusan sidang isbat yang dilakukan oleh Kementerian Agama pada Selasa, 17 Februari 2026, yang menyatakan bahwa 1 Ramadan 1447 H akan jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026. Hasil rukyatul hilal di berbagai tempat menunjukkan bahwa bulan baru tidak muncul meskipun posisinya masih di bawah langit.
Muhammadiyah mengeluarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yang akan sangat membantu umat Islam merencanakan aktivitas untuk tahun ini dan bahkan untuk puluhan tahun.
Selain itu, untuk memastikan tanggal satu Ramadan, umat Islam tidak lagi berkumpul bersama-sama. Mereka harus menunggu berita di TV atau radio tentang keputusan yang dibuat oleh sidang isbat pemerintah sampai hari H minus satu.
Akibatnya, umat Islam tetap tidak tahu kapan harus memulai puasa Ramadan dan merayakan Idulfitri atau Iduladha setiap tahun.
Dalam surah Yunus ayat 10 ayat 5, Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاۤءً وَّالْقَمَرَ نُوْرًا وَّقَدَّرَهٗ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوْا عَدَدَ السِّنِيْنَ وَالْحِسَابَۗ مَا خَلَقَ اللّٰهُ ذٰلِ
Dialah yang menghidupkan bulan dan matahari. Selain itu, dialah yang menentukan lokasi orbitnya, yang memungkinkan Anda mengetahui jumlah tahun dan perhitungan waktu atau kalender. Demikian itu tidak mungkin dibuat oleh Allah kecuali dengan cara yang benar. Dia memberi tahu orang yang tahu tanda-tanda kebesaranNya.
Al-Qur’an menggambarkan peredaran matahari dan bulan sebagai tanda kebesaran Allah Swt. Hanya orang yang berpengetahuan yang dapat memahami tanda ini.
Ilmu pengetahuan manusia saat ini telah berkembang dengan sangat cepat. Begitu pula pengetahuan tentang peredaran matahari dan bulan, yang juga sangat akurat, memungkinkan manusia untuk menentukan visibilitas hilal bukan lagi dengan melihatnya dengan mata telanjang atau dengan teropong, tetapi menggunakan visibilitas hilal yang didasarkan pada ilmu pengetahuan, khususnya ilmu astronomi.
Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1447.