‎Jarang Disadari, Ternyata Ini Respon Tubuh saat Berpuasa

MIMBARJUMAT.COM – Ternyata kita jarang menyadari respon tubuh saat menjalankan ibadah puasa.

‎Karenya sebagian besar orang mengira bahwa berpuasa hanya menahan rasa haus dan lapar.

‎Padahal saat kita berpuasa terapat sistem proses metabolisme yang bekerja diam-diam untuk mengatur ulang cara tubuh memproduksi dan menggunakan energi.

‎Sementara itu, saat asupan makanan berhenti sejak sahur, tubuh tidak langsung melemah, tetapi justru mulai menata ulang sumber energi agar tetap bisa beraktivitas sepanjang hari.

‎Dalam kurun waktu 8 hingga 12 jam pertama, cadangan glukosa yang tersimpan di hati serta otot digunakan sebagai bahan bakar utama untuk menjaga fungsi organ tetap optimal.

‎Setelah itu cadangan gula mulai menipis, kemudian tubuh beralih menggunakan lemak sebagai sumber energi alternatif yang lebih stabil dan bertahan lama.

‎Peralihan ini nantinya membuat tubuh memasuki fase adaptasi alami yang sering kali kita tidak menyadari, tetapi berdampak besar pada komposisi tubuh.

‎Pada titik inilah pembakaran lemak selama puasa berlangsung lebih efektif dibandingkan hari-hari biasa ketika pola makan tidak terkontrol.

‎Menariknya, tubuh tak hanya fokus pada energi, tetapi juga mulai menjalankan mekanisme perbaikan sel tubuh yang sebelumnya jarang terjadi saat pola makan berlebihan.

‎Sel-sel yang sudah rusak maupun tidak berfungsi dengan baik nantinya diproses ulang melalui sistem alami yang membantu menjaga kualitas jaringan tubuh.

‎Proses inilah yang mendukung regenerasi sehingga tubuh terasa lebih ringan serta terasa bugar setelah menjalani puasa secara konsisten selama beberapa pekan.

‎Tak hanya itu, kadar insulin dalam darah cenderung menurun sehingga membantu menciptakan stabilisasi gula darah alami yang lebih seimbang.

‎Kondisi gula darah yang stabil berperan penting dalam menjaga suasana hati, fokus, dan energi tetap terjaga sepanjang hari.

‎Inilah salah satu dari sekian banyaknya manfaat puasa bagi kesehatan tubuh yang sering kali baru terasa setelah dijalani secara disiplin dan teratur. (*)

‎Penulis: Mishbahul Anam

Leave a Comment