Mengenal Bangsa Viking dan Jejak Penjelajahannya

MIMBARJUMAT.COM — Viking adalah prajurit pelaut dari Skandinavia yang melakukan ekspedisi, serbuan, dan penjajahan di Eropa antara abad ke-9 hingga ke-11. Meskipun terkenal dengan kekerasan dan perampokan, mereka juga memberikan kontribusi penting bagi sejarah Eropa. Dorongan ekspedisi Viking datang dari beberapa faktor, seperti kelebihan penduduk di wilayah asal dan sasaran yang relatif lemah.

Masyarakat Viking terdiri dari kepala suku, pemimpin klan, warga merdeka, dan pemuda petualang. Di tanah kelahirannya, mereka bekerja sebagai petani mandiri. Namun di laut, mereka menjadi penjarah yang terorganisir. Kapal panjang mereka memungkinkan serangan kilat ke kota-kota pesisir, dengan pembakaran, penjarahan, dan pembunuhan yang membuat mereka dikenal sebagai viking, artinya “bajak laut” dalam bahasa Skandinavia kuno.

Penaklukan Viking di Inggris

Serbuan Viking ke Inggris dimulai pada akhir abad ke-8, dengan serangan terkenal di biara Lindisfarne pada tahun 793. Pada 865, pasukan putra-putra Ragnar Lothbrok menaklukkan Anglia Timur dan Northumbria. Mereka tidak berhasil menguasai Wessex, namun Alfred Agung kemudian berhasil menahan dan mengalahkan pasukan Viking, sehingga wilayah Inggris perlahan kembali di bawah kekuasaan kerajaan asli.

Vikings kembali muncul pada 980 dan Inggris sempat menjadi bagian dari kekaisaran Canute. Meski demikian, keluarga kerajaan asli berhasil kembali pada 1042, menandai berakhirnya ancaman Viking secara signifikan. Pengaruh mereka tetap terlihat hingga kini, melalui nama tempat, dialek, dan struktur sosial di wilayah yang pernah dikuasai (Danelaw).

Ekspansi ke Lautan Barat, Vinland, dan Irlandia

Orang Skandinavia menjelajahi lautan barat, mendirikan permukiman di Islandia sekitar tahun 900, Greenland, dan bahkan Amerika Utara. Kisah Grænlendinga saga dan Eiríks saga rauða mencatat Bjarni Herjólfsson sebagai orang Eropa pertama yang melihat Amerika Utara sekitar 985. Sekitar tahun 1000, Leif Eriksson berhasil mencapai Vinland (Kanada timur). Thorfinn Karlsefni bahkan tinggal di sana selama tiga tahun, membuktikan keberadaan Viking di benua baru.

Di Irlandia, invasi Viking dimulai 795. Mereka membangun kerajaan di Dublin, Limerick, dan Waterford. Meskipun sempat kuat, pengaruh mereka menurun setelah Pertempuran Clontarf 1014. Pada abad ke-12, keturunan Viking tetap mendominasi beberapa wilayah meski sudah memeluk Kristen.

Jejak Viking di Benua Eropa dan Timur

Di benua Eropa, Viking hanya berhasil membentuk permukiman permanen di Normandia. Di Kekaisaran Carolingian dan wilayah Prancis lain, pengaruh mereka minimal meski serbuan sporadis tetap terjadi.

Ekspansi ke timur lebih banyak bersifat perdagangan. Orang Skandinavia mendirikan kota di Rusia, termasuk Novgorod dan Kiev, dan dikenal sebagai Rus. Mereka juga bekerja sebagai tentara bayaran di Konstantinopel, membentuk Garda Varangian. Penetrasi mereka menyatu dengan penduduk lokal sebelum akhirnya identitas Viking sebagai kelompok terpisah menghilang pada abad ke-11.

Akhir Era Viking

Setelah abad ke-11, kepala suku Viking menjadi catatan sejarah. Norwegia dan Swedia kehilangan kekuatan ekspedisi, sementara Denmark berkembang menjadi kerajaan yang lebih terstruktur. Olaf II Haraldsson dari Norwegia hampir menjadi kepala suku Viking terakhir yang menjalankan tradisi lama.

Vikings meninggalkan jejak yang tak terlupakan, baik di Eropa Barat maupun Timur, di lautan Atlantik maupun Vinland, membentuk sejarah yang memengaruhi budaya, bahasa, dan politik selama berabad-abad.

Penulis: Rizki Saputro

Leave a Comment