skinbea.com/21/ – Sudahkan Anda mengenali bakat anak sejak dini dan tahu cara untuk mengetahuinya? Bagaimana melakukannya sesuai dengan ajaran Islam? Simak artikel ini sampai tuntas ya ayah dan bunda.
Di era pendidikan modern, seringkali orang tua terjebak pada validasi mengenai anak yang pintar dengan perspektif tunggal.
Banyak orang tua bangga ketika anak mereka rajin mengikuti berbagai les atau bahkan belajar hal tertentu.
Tidak jarang orang tua juga sudah mengarahkan anak untuk jurusan tertentu yang dianggap baik oleh orang tua.
Padahal, cara tersebut bisa baik tetapi juga bila tidak sesuai dengan bakat dan minat anak justru akan menjadi bencana.
Mengetahui bakat anak sejak dini sangat penting agar anak tidak salah arah dan kehilangan motivasi belajar.
Lebih parah lagi, anak bisa merasa tertekan dan bingung untuk menentukan masa depan karena tidak pernah aspirasnya diakomodasi.
Salah satu cara yang objektif adalah dengan membawa anak untuk mengikuti tes di psikolog. Hal tersebut dapat menjadi indikator minat dan bakat anak.
Kenapa penting melakukan tes minat dan bakat anak?
1. Salah arah
Tes semacam ini penting dilakukan karena orang tua seringkali mengarahkan anak sesuai keinginannya.
Padahal, setiap anak memiliki bakat unik yang berbeda serta keistimewaan masing-masing.
Potensi inilah yang mestinya diketahui orang tua untuk bisa dikembangkan lebih lanjut.
2. Krisis percaya diri
Anak yang diarahkan sejak kecil oleh orang tua tanpa tahu potensi sesungguhnya, bisa berpotensi bahaya di kemudian hari.
Ada bahaya bila bakat anak tidak dikenali sejak dini dan harus memaksakan keinginan dari orang tua.
3. Kehilangan motivasi
Yakni, anak kehilangan motivasi belajar, sulit percaya diri dan mudah menyerah saat menghadapi tantangan.
Bila hal ini terjadi, tentu akan menjadi bahaya untuk masa depan anak.
Kajian Islam mengenai potensi dan bakat anak
Mengembangkan Potensi dan Bakat Anak merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary.
Sebagai muslim, kita juga bisa belajar pada kisah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Nabi bersabda: “Kamu lebih tahu tentang urusan dunia kamu.” (HR. Muslim)
Faedah dari hadits tersebut adalah seorang muslim harus kreatif.
Bahwa Nabi Muhammad SAW juga membuka pintu selebar-lebarnya bagi kaumnya.
Oleh karena itu, seorang muslim harus memiliki pemikiran kreatif dan bermanfaat bagi orang lain.
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi manusia.” (HR. Ahmad)
Tentunya perlu dibangun sedini mungkin keterbukaan dengan anak.
Sehingga bisa mengetahui kelebihannya masing-masing dan orang tua memberikan daya dukung terhadap perkembangannya.
Sebab, tidak mungkin semua orang unggul di banyak bidang. Ada kekurangan dan kelebihannya.