MIMBARJUMAT.COM — Bangsa Persia adalah kelompok etnis yang sebagian besar tinggal di Iran, namun juga tersebar di India. Jumlah mereka diperkirakan mencapai sembilan puluh juta jiwa.
Meskipun menjadi mayoritas di Iran, istilah “Persia” berbeda dengan “Iran”. Banyak orang Persia lebih memilih menyebut diri mereka Persia untuk menekankan akar budaya mereka, bukan sekadar identitas nasional.
Asal-usul bangsa ini dapat ditelusuri ke suku Indo-Eropa nomaden yang menetap di Dataran Tinggi Iran sekitar tahun 1000 SM, khususnya di wilayah yang kini dikenal sebagai Provinsi Fars. Dari sinilah lahir budaya Persia yang kaya dan berpengaruh hingga hari ini.
Sejarah Awal dan Kekaisaran Akhemenid
Leluhur bangsa Persia berasal dari Asia Tengah dan awalnya adalah masyarakat nomaden. Mereka menetap di antara Laut Kaspia dan Teluk Persia, kemudian membentuk budaya khas di Provinsi Fars.
Bangsa Persia pertama kali muncul dalam catatan sejarah pada abad ke-9 SM oleh bangsa Asyur dengan nama Parsua. Keruntuhan Asyur pada 600 SM membuka jalan bagi Persia untuk bersatu dengan suku Arya lain, terutama bangsa Media.
Sekitar tahun 550 SM, Cyrus II atau Cyrus Agung mengambil alih kepemimpinan dari Media dan mendirikan Kekaisaran Akhemenid. Di bawah kepemimpinannya, Persia menaklukkan sebagian besar Asia Barat. Kekaisaran ini membentang dari Mesir hingga India.
Raja-raja berikutnya, seperti Darius dan Xerxes, mempertahankan dominasi Persia hingga kekaisaran ini dikalahkan Alexander Agung pada 330 SM.
Masa Islam dan Pengaruh Persia
Pada 633 M, Persia diserang pasukan Arab dan mengalami proses pengislaman selama tiga abad. Meski begitu, pengaruh budaya Persia tetap kuat dalam ilmu pengetahuan, filsafat, kedokteran, dan sastra Islam.
Zoroastrianisme, agama asli Persia, mendapat toleransi terbatas. Banyak pengikutnya pindah ke India untuk menjalankan keyakinan mereka dengan bebas. Revolusi Kekhalifahan Abbasiyah pada 750 M memperkuat pengaruh Persia melalui proses “Persianisasi” di dunia Islam.
Wilayah Persia kemudian menjadi persimpangan penting berbagai kekaisaran, termasuk Turki dan Mongol. Pada 1935, Persia secara resmi meminta dunia menyebutnya Iran. Setelah Revolusi Islam 1979, negara ini menjadi Republik Islam Iran, nama yang masih dipakai hingga kini.
Bangsa Persia bukan hanya sekadar penduduk Iran. Mereka adalah simbol sejarah panjang, budaya yang kaya, dan kontribusi besar terhadap peradaban dunia yang masih terasa hingga saat ini.
Penulis: Rizki Saputro