Sound Horeg: Kreativitas Anak Muda atau Gangguan Warga?

MIMBARJUMAT.COM — Fenomena sound horeg kini tengah ramai di berbagai daerah Jawa Timur. Iring-iringan sound system besar dengan dentuman bass yang menggelegar sering terlihat dalam karnaval desa, hajatan, atau perayaan lokal. Kehadiran mereka selalu menarik perhatian, namun juga memicu perdebatan: apakah ini bentuk ekspresi kreatif anak muda, atau justru gangguan bagi ketertiban umum?

Sound Horeg sebagai Kreativitas Anak Muda

Bagi para pendukungnya, sound horeg bukan sekadar kebisingan. Fenomena ini dianggap sebagai:

1. Wadah Ekspresi Kreatif
Anak muda berlomba-lomba membuat desain box speaker unik, memasang sistem audio bertenaga besar, hingga menyusun aransemen musik remix yang menarik. Kreativitas mereka terlihat dari inovasi teknis sekaligus estetika.

2. Ajang Komunitas
Komunitas sound system tumbuh sebagai ruang solidaritas. Anggotanya belajar teknis audio, manajemen acara, hingga kerja tim. Pertemuan rutin menjadi sarana berbagi ilmu dan pengalaman.

3. Penggerak Ekonomi Lokal
Acara yang menggunakan sound horeg turut melibatkan banyak pihak, mulai dari penyedia sound system, operator audio, pedagang kaki lima, hingga jasa dekorasi dan dokumentasi. Dengan demikian, fenomena ini turut memberikan kontribusi ekonomi bagi masyarakat setempat.

Dalam konteks ini, sound horeg menjadi bagian dari hiburan rakyat modern yang khas di Jawa Timur.

Sound Horeg sebagai Gangguan Ketertiban

Di sisi lain, kritik terhadap sound horeg juga cukup keras.

1. Kebisingan Berlebihan
Volume tinggi dapat mengganggu warga sekitar, terutama lansia, anak kecil, dan orang sakit.

2. Potensi Gangguan Keamanan
Kerumunan besar dan euforia musik keras kadang memicu konflik atau ketidaktertiban.

3. Aturan Kebisingan
Kebisingan di ruang publik diatur oleh regulasi pemerintah. Jika melebihi batas ambang yang ditetapkan, aparat berwenang berhak menertibkan kegiatan tersebut.

Kreativitas atau Gangguan?

Apakah sound horeg layak dipertahankan sebagai budaya hiburan lokal, atau harus dibatasi? Semua tergantung cara penyelenggaraan.

Jika ada izin resmi, waktu acara dibatasi, volume dikendalikan, dan tidak mengganggu fasilitas umum, maka sound horeg bisa menjadi bagian positif dari budaya lokal.

Sebaliknya, tanpa izin, mengganggu warga, atau melebihi batas kebisingan, fenomena ini berpotensi menjadi masalah sosial yang meresahkan.

Dengan pengelolaan yang tepat, sound horeg bisa menjadi simbol kreativitas anak muda sekaligus hiburan yang membawa manfaat, bukan hanya keributan bagi masyarakat.

Penulis: Hafiz Reyfansyah

Leave a Comment