Nasionalisme Indonesia: Dari Luka Penjajahan Menuju Persatuan Sejati

MIMBARJUMAT.COM — Ada masa ketika bangsa ini dipersatukan bukan oleh kemewahan, melainkan oleh luka yang sama. Dari penderitaan panjang di bidang ekonomi, sosial, pendidikan, hukum, hingga politik, lahirlah kesadaran kolektif bahwa rakyat di berbagai pulau memiliki nasib yang serupa. Kesadaran itulah yang kemudian menjelma menjadi nasionalisme Indonesia.

Nasionalisme di Indonesia tidak lahir di ruang hampa. Semangat perjuangan bangsa lain seperti Filipina dan India ikut menginspirasi kebangkitan rakyat. Rasa senasib sebagai bangsa terjajah menjadi fondasi utama. Secara subjektif, rakyat merasakan ketidakadilan. Secara objektif, kondisi geografis kepulauan yang luas justru memperkuat kebutuhan akan persatuan.

Nasionalisme Indonesia dan Eropa yang Berbeda Akar

Nasionalisme Indonesia memiliki latar belakang yang berbeda dengan nasionalisme di Eropa. Di Indonesia, nasionalisme tumbuh sebagai bentuk perlawanan terhadap kolonialisme. Sementara itu, di Eropa, nasionalisme berkembang seiring perubahan besar akibat revolusi industri dan peralihan dari masyarakat agraris ke masyarakat industri.

Pada abad ke-19, konsep bangsa mengalami pergeseran makna. Awalnya, istilah nation merujuk pada kumpulan penduduk dalam satu wilayah tertentu. Seiring waktu, maknanya berkembang menjadi kesatuan politik dengan pemerintahan, wilayah, dan penduduk yang diakui secara hukum. Dari sinilah lahir negara modern sebagai entitas berdaulat yang dapat menjalin hubungan bilateral maupun multilateral dengan negara lain.

Bukan Fasisme, Bukan Ekspansi

Jika dibandingkan dengan nasionalisme di Jerman yang pernah dikaitkan dengan fasisme dan keyakinan superioritas ras, atau nasionalisme Jepang yang bersifat ekspansif dengan propaganda kepemimpinan Asia, nasionalisme Indonesia memiliki corak yang berbeda.

Indonesia membangun nasionalisme atas dasar gotong royong dan prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Perbedaan suku, agama, ras, dan golongan tidak dihapuskan, melainkan dirangkul sebagai kekuatan. Indonesia juga memilih jalan non blok, tidak berpihak secara ideologis pada kekuatan besar dunia, serta berperan aktif dalam menjaga perdamaian internasional.

Nasionalisme sebagai Tanggung Jawab Warga

Nasionalisme Indonesia tidak berhenti pada simbol dan slogan. Ia hidup dalam partisipasi warga negara yang aktif menjaga kedaulatan dan menjalankan demokrasi secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

Pada akhirnya, nasionalisme Indonesia adalah kisah tentang bagaimana keberagaman tidak menjadi alasan perpecahan, melainkan sumber kekuatan. Dari derita lahir persatuan. Dari perbedaan tumbuh kebersamaan. Dan selama nilai itu dijaga, nasionalisme akan tetap menjadi napas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Penulis: Rizki Saputro

Leave a Comment