Katai Putih, Jejak Terakhir Kehidupan Sebuah Bintang

MIMBARJUMAT.COM — Langit malam selalu menyimpan cerita tentang kelahiran, kehidupan, dan kematian bintang. Salah satu kisah paling menarik datang dari tahap akhir kehidupan bintang seperti Matahari. Di ujung perjalanannya, bintang tidak langsung lenyap, melainkan berubah menjadi objek kecil yang sangat padat dan panas yang disebut katai putih.

Katai putih atau white dwarf adalah tahap akhir evolusi bintang bermassa rendah hingga menengah, termasuk Matahari. Setelah bahan bakar hidrogen di inti bintang habis, proses fusi nuklir berhenti secara bertahap.

Tanpa tekanan energi dari fusi, bintang kehilangan keseimbangannya. Intinya menyusut dan menjadi sangat padat, sementara lapisan luarnya terlepas ke angkasa. Sisa inti yang tertinggal itulah yang kita kenal sebagai katai putih.

Bagaimana Katai Putih Terbentuk?

Prosesnya dimulai ketika bintang menghabiskan hidrogen sebagai bahan bakar utama. Setelah itu, bintang mengembang menjadi raksasa merah.

Pada fase ini, lapisan luar bintang terdorong keluar dan membentuk nebula. Sementara itu, inti bintang yang tersisa terus menyusut hingga menjadi objek kecil yang sangat padat.

Katai putih tidak lagi melakukan fusi nuklir. Cahaya yang dipancarkannya berasal dari sisa panas yang tersimpan di dalamnya. Panas ini bisa bertahan miliaran tahun sebelum akhirnya perlahan meredup.

Ciri-Ciri Katai Putih

Ukuran dan Kepadatan

Menariknya, ukuran katai putih kira-kira sebesar Bumi, tetapi massanya hampir setara dengan Matahari. Artinya, kepadatannya luar biasa tinggi. Sejumput materi dari katai putih akan memiliki berat yang sangat besar jika dibawa ke Bumi.

Batas Massa

Katai putih memiliki batas massa maksimum sekitar 1,4 kali massa Matahari, yang dikenal sebagai Chandrasekhar limit. Jika massanya melebihi batas ini, ia tidak lagi stabil dan bisa berubah menjadi bintang neutron atau memicu ledakan supernova.

Suhu dan Cahaya

Saat baru terbentuk, katai putih sangat panas dan tampak berwarna putih kebiruan. Seiring waktu, ia akan mendingin perlahan dan cahayanya semakin redup.

Apa yang Terjadi di Masa Depan?

Dalam waktu yang sangat panjang, katai putih diperkirakan akan mendingin sepenuhnya dan menjadi black dwarf, yaitu objek yang tidak lagi memancarkan cahaya. Namun, karena usia alam semesta belum cukup tua, belum ada black dwarf yang berhasil diamati.

Katai putih membantu ilmuwan memahami usia galaksi, perilaku materi di bawah tekanan ekstrem, hingga peristiwa seperti supernova tipe Ia yang terjadi ketika katai putih mengambil materi dari bintang pendampingnya.

Pada akhirnya, kisah katai putih mengingatkan kita bahwa bahkan Matahari pun suatu hari akan mengalami nasib serupa. Dari cahaya yang kini menghangatkan Bumi, ia akan berubah menjadi inti kecil yang perlahan mendingin, menjadi saksi bisu perjalanan panjang alam semesta.

Penulis: Hafiz Reyfansyah

Leave a Comment