Israel – Palestina Gencatan Senjata di Gaza, Pertanda Kemenangan Sudah Dekat?

skinbea.com/21/ – Gencatan senjata antara Israel dengan Palestina dalam hal ini Hamas, dianggap menjadi sebuah kemenangan.

Upaya gencatan senjata ini, membuka jalan untuk meredanya situasi di Gaza. Terutama berhentinya kekerangan dan penyerangan terhadap masyarakat.

Progres ini, apakah sudah layak disebut menajdi kemenangan?

Proses gencatan senjata telah disetujui oleh kabinet Israel pada Jumat, 10, Oktober 2025. Terutama setelah negosiator dan mediator dari masing-masing pihak mengumumkan telah tercapainya perjanjian untuk kedua belah pihak.

Perjanjian tersebut adalah terkait dengan pembabasan sandera dan kesepakatan terhadap pengakuan wilayah Palestina.

Sekretaris Jenderal Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Suhartono, keteguhan dari Palestina telah membuat Israel tidak mampu lagi secara terus menerus menggunakan kekuatan militer.

Menurut dia, disepakatinya gencatan senjata merupakan kemenangan bagi pejuang Palestina.

“Israel sebagai penjajah tidak mampu mengalahkan tekad dan semangat juang masyarakat Palestina. Ini bisa dianggap sebagai kemenangan bagi pejuang Palestina,” kata Suhartono.

Dikatakan dia, Israel telah melakukan kejahatan perang dengan melakukan penyerangan terhadap rumah sakit dan objek yang seharusnya tidak menjadi sasaran militer.

Penyerangan secara membabi buta juga telah menyebabkan banyak anak, wanita hingga lansia menjadi korban serangan darat maupun udara.

Oleh karena itu, dunia harus bersepakat bahwa serangan dari Israel adalah sebuah kejahatan perang yang telah berlangsung puluhan tahun.

Apalagi, Israel juga melakukan blokade bantuan. Hal tersebut membuat masyarakat sipil Palestina menjadi korban.

Bahkan, aksi militer Israel bukan hanya serangan terhadap wilayah, tetapi berusaha untuk melakukan genosida dan membuat rakyat di Gaza hidup menderita dan di bawah bayang-bayang ketakutan.

Sebelumnya, Presiden RI, Prabowo Subianto di sidang umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyuarakan mengenai two state solutions atau solusi dua negara.

Namun apa yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto justru bukan menyelesaikan persoalan. Justru akan memberikan keuntungan bagi Israel. Solusi dua negara justru akan meningkatkan legitimasi Israel terhadap tanah Palestina. Padahal nyata-nyata mereka telah melakukan invasi dan tidak pernah mengakui kedaulatan Palestina atas wilayahnya sendiri.

“Israel tidak akan pernah mengakui tanah Palestina dan akan terus berusaha melakukan penjajahan,” tandasnya.

Dengan tercapainya gencatan senjata, Suhartono menilai bahwa perjuangan belum selesai. Sebab, apa yang diperjuangkan selama ini yakni kedaulatan Palestina atas wilayahnya belum benar-benar mendapatkan pengakuan Israel.

“Gencatan senjata ini hanya sementara, perjuangan belum berakhir sampai Palestina benar-benar bebas,” tegasnya.

Dia menyebut bahwa dunia internasional saat ini sudah berbeda. Pengakuan terhadap kedaulatan Palestina semakin terbuka lebar.

Dunia internasional banyak yang bersimpati terhadap rakyat Palestina. Hal itu ditunjukkan dengan sikap negara di Eropa termasuk masyarakat di Amerika Serikat yang menaruh simpati pada Palestina.

Bahkan menurut survei di Amerika Serikat, sebanyak 60 persen responden mendukung rakyat Palestina daripada Israel. Hal ini menunjukkan bahwa dunia mulai mengakui kebenaran.

Sekaligus menujukkan bahwa era propaganda yang selama ini dibangun sudah tidak berlaku lagi.

“Kami ingin saudara-saudara kami yang terpaksa mengungsi bisa kembali ke tanah air mereka. Ini bukan hanya tentang Gaza, tetapi seluruh Palestina,” tambahnya. Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) merupakan lembaga kemanusiaan Indonesia yang fokus pada masalah Palestina baru-baru ini menyalurkan bantuan 4200 paket sembako kepada warga yang ada di utara Jalur Gaza. Bantuan ini diperuntukkan bagi mereka yang kondisinya memprihatinkan dalam kamp-kamp pengungsingan. Sebelumnya, KNRP juga membuka dapur umum di Khan Yunis, Gaza Selatan dengan lebih dari 2000 masyarakat penerima manfaat di kamp pengungsian al Mawasi.

“KNRP fokus pada apa yang benar-benar dibutuhkan masyarakat Gaza. Susu, bahan pangan dan bantuan lain yang bisa mengurangi penderitaan rakyat, terutama mereka yang terjebak di dalam blokade militer Israel.”

Leave a Comment