MIMBARJUMAT.COM – Menjelang bulan Ramadhan 1447 H, sejumlah provinsi di Indonesia memberlakukan libur sekolah awal puasa.
Adapun libur sekolah awal puasa ini biasanya ditetapkan oleh beberapa provinsi di Indonesia melalui kalender pendidikan masing-masing.
Kalender pendidikan yang mengatur libur sekolah awal puasa di setiap provinsi tentunya terdapat perbedaan.
Hal ini karena sejumlah provinsi telah mengatur opsi libur sekolah awal puasa yang berbeda mengikuti kalender pendidikan.
Nah, kebijakan tersebut diterapkan supaya siswa memiliki waktu adaptasi dengan ibadah puasa sebelum kegiatan belajar kembali normal.
Para orang tua biasanya ramai mencari informasi terkait libur sekolah awal puasa supaya dapat menyesuaikan rencana kegiatan anak selama bulan Ramadhan.
Sebelum kita membahas libur sekolah awal puasa, tentunya harus memahami kapan perkiraan awal puasa Ramadhan 2026.
Berdasarkan prediksi kalender Hijriah, 1 Ramadan 1447 H diprediksi jatuh sekitar 18 atau 19 Februari 2026. Kendati demikian, penetapan resminya tetap menunggu sidang isbat dari pemerintah.
Melalui hal itu, jadwal libur sekolah awal Ramadan 2026 umumnya menyesuaikan dengan tanggal tersebut.
Biasanya diberikan satu maupun opsi beberapa hari di awal puasa. Hal ini karena setiap daerah punya kebijakan sendiri yang tak selalu sama.
Contohnya, beberapa wilayah Pulau Jawa, kalender pendidikan telah memuat jadwal sementara libur sekolah awal puasa .
Berikut rangkuman redaksi mimbarjumat.com kaitan libur sekolah awal puasa di beberapa wilayah Indonesia:
• Jawa Barat: opsi libur tercatat pada 20–23 Februari 2026.
• DKI Jakarta: rentang 16–20 Februari 2026.
• Banten: 18 Februari 2026.
• Jawa Tengah: 18-21 Februari 2026.
•DI Yogyakarta: 18–19 Februari 2026.
• Jawa Timur: 17 Februari 2026.
Perbedaan penentuan libur sekolah awal puasa ini tentunya hal yang wajar dikarenakan kalender pendidikan memang disusun oleh dinas pendidikan masing-masing provinsi.
Oleh karena itu, banyak yang perlu mengecek ulang sesuai domisili.
Untuk diketahui sebagai informasi, di beberapa daerah setelah masa libur singkat, kegiatan belajar berjalan normal kembali.(*)
Penulis: Mishbahul Anam