Sejarah dan Makna Hari Valentine: Lebih dari Sekadar Cokelat dan Bunga

MIMBARJUMAT.COM – Setiap 14 Februari, jutaan orang di seluruh dunia merayakan Hari Valentine dengan saling bertukar bunga, cokelat, dan kartu ucapan. Tahun ini, perayaan romantis tersebut jatuh pada hari Sabtu. Di balik nuansa manisnya, tradisi ini menyimpan sejarah panjang yang berpadu antara legenda, agama, dan budaya populer.

Asal-usul Nama Valentine

Nama Valentine merujuk pada sosok santo yang kisahnya tidak tunggal. Gereja Katolik mencatat setidaknya tiga martir abad ke-3 bernama Valentine atau Valentinus. Salah satu legenda terkenal menyebutkan seorang imam di Roma yang menentang larangan menikah bagi pria muda, yang dikeluarkan Kaisar Claudius II. Ia menikahkan pasangan secara diam-diam hingga akhirnya dihukum mati sekitar tahun 270 Masehi.

Versi lain menyebut Valentine sebagai uskup dari Interamna (sekarang Terni, Italia) yang juga dieksekusi karena mempertahankan iman Kristen. Ada pula kisah tentang Valentine yang dipenjara karena membantu orang Kristen melarikan diri. Di penjara, ia jatuh cinta kepada putri sipir dan menulis surat terakhir bertanda tangan “Dari Valentine-mu”, frasa yang kemudian identik dengan kartu ucapan cinta.

Dari Festival Romawi ke Hari Romantis

Sejumlah sejarawan mengaitkan penetapan 14 Februari dengan upaya Gereja Katolik untuk mengalihkan perhatian dari Lupercalia, festival Romawi kuno yang dirayakan setiap 15 Februari. Festival ini berkaitan dengan kesuburan dan didedikasikan kepada dewa Faunus serta Romulus dan Remus. Ritualnya melibatkan pengorbanan hewan dan prosesi simbolis yang dipercaya membawa keberuntungan dan kesuburan.

Tradisi ini bertahan lebih dari seribu tahun hingga akhirnya dilarang pada akhir abad ke-5 oleh Paus Gelasius, yang menetapkan 14 Februari sebagai Hari Santo Valentine. Makna romantis baru mulai menguat pada Abad Pertengahan, terutama di Inggris dan Prancis. Kala itu berkembang keyakinan bahwa pertengahan Februari adalah musim kawin burung, sehingga tanggal tersebut dianggap tepat untuk merayakan cinta.

Evolusi Tradisi Valentine

Penyair Geoffrey Chaucer pada abad ke-14 menjadi salah satu tokoh awal yang menulis tentang Hari Valentine sebagai momen percintaan. Sejak itu, tradisi bertukar pesan cinta terus berkembang, dari surat tulisan tangan hingga kartu cetak massal pada abad ke-19.

Saat ini, lebih dari 145 juta kartu Valentine dikirim setiap tahun di seluruh dunia, menjadikannya salah satu momen pengiriman kartu terbesar setelah Natal. Hari Valentine menunjukkan bagaimana tradisi dapat berubah makna seiring waktu, namun tetap bertahan sebagai simbol perhatian dan kasih sayang.

Penulis: Ikhsan Tiaz Setiawan

Leave a Comment