Hanya 10 Menit dari Terminal Maja, Tapi Wajib Turun 150 Tangga Curam di Curug Ibun!

skinbea.com/21/ – Curug Ibun Pelangi ini sering dijuluki surga tersembunyi di Majalengka, dan memang benar. Air terjun yang keren banget, diapit dua tebing batu lava yang tinggi menjulang pokoknya view yang didapat sebanding sama perjuangan menuju ke sana.

Kalau mau ketemu pelangi alami yang konon sering muncul, tempatnya ya di Desa Sukasari Kaler, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka.

Perjalanan ke sana itu sebenarnya nggak terlalu jauh dari kota, tapi butuh patokan yang pas biar nggak nyasar.

Buat traveler dari luar Majalengka, pastikan target awal kita adalah Kecamatan Argapura. Entah datang dari Tol Cipali (keluar Kertajati) atau jalur Sumedang-Bandung, begitu masuk Majalengka Kota, kita akan langsung disajikan jalur yang terus menanjak dan meliuk.

Jadi, sebelum berangkat, wajib banget cek mesin dan rem kendaraan. Jalanan di Argapura itu sudah cukup mulus, tapi karena terus menanjak, performa mobil atau motor harus benar-benar prima.

Nah, kunci emas buat navigasi itu ada di Terminal Maja. Dari Terminal Maja, Curug Ibun Pelangi sudah tinggal sebentar lagi, cuma sekitar 5 sampai 10 menit berkendara.

Begitu melewati terminal, harus jeli mencari belokan masuk ke jalan desa, karena ini yang sering bikin miss. Setelah belok, suasananya langsung berubah. Kita akan melewati jalanan kampung yang sempit dan view persawahan yang hijau banget.

Kalau bawa mobil gede, harus siap-siap ekstra hati-hati dan sering-sering ngalah kalau papasan. Intinya, begitu masuk kawasan desa, fokuskan saja pandangan pada petunjuk arah, dan siap-siap nanjak sedikit lagi sampai tiba di area parkir.

Perjuangan belum selesai setelah memarkir kendaraan. Justru di sini keseruannya dimulai. Dari loket tiket, kita harus melakukan mini-trekking yang menguras tenaga.

Wajib menuruni sekitar 150 anak tangga batu yang lumayan curam ke dasar lembah ini butuh sekitar 5 sampai 10 menit. Jangan lupa pakai sepatu yang nggak licin, karena batunya sering basah.

Setelah menuruni tangga yang bikin betis kencang, masih harus menyeberang sungai. Tenang, sudah disiapkan dua jembatan yang bisa dilewati, salah satunya jembatan gantung yang agak seru.

Setelah berhasil lolos dari tangga dan jembatan, barulah kita akan melihat masterpiece tebing batu yang memeluk Curug Ibun.

Untuk memaksimalkan pengalaman ini, ada baiknya kita datang saat pagi hari (sekitar jam 9 sampai jam 11), karena pada waktu inilah sinar matahari cenderung berada di posisi paling pas untuk menciptakan bias pelangi yang indah.

Curug ini sendiri buka setiap hari dan untuk masuknya, biaya yang dikeluarkan juga sangat terjangkau, biasanya di bawah Rp 20.000 per orang, belum termasuk biaya parkir.

Karena lokasinya berada di tengah lembah, pastikan kita membawa bekal air minum yang cukup, dan yang paling penting, selalu jaga kebersihan area curug dari sampah.

Dengan perencanaan waktu dan kesiapan fisik yang matang, dijamin petualangan ke Curug Ibun Pelangi ini akan menjadi cerita perjalanan yang sulit terlupakan di Majalengka.

Gimana, siap packing sepatu trekking dan berburu bias pelangi di Majalengka akhir pekan ini?

Leave a Comment