Tradisi Munggahan Jelang Bulan Ramadhan, Berikut Makna dan Penjelasannya!

MIMBARJUMAT.COM – Kita hampir memasuki bulan Ramadan lagi! Selama masa puasa, biasanya suasana di sekitar kita mulai berubah menjadi lebih hangat dan jumlah orang yang terlibat dalam urusan makan-makan meningkat.

Munggahan adalah salah satu tradisi yang paling umum di masyarakat kita (terutama di Jawa Barat, tetapi tersebar di mana-mana). Yuk, kita bicara dengan santai tentang alasan tradisi ini selalu membuat kangen!

Apa Itu Munggahan?

“Munggahan” berasal dari kata Sunda “unggah”, yang berarti “naik”. Filosofinya luar biasa: kita dianggap sedang naik ke bulan Ramadan, yang dianggap lebih suci.

Namun, jika ditanyakan kepada anak-anak masa kini, Munggahan itu sama dengan satu kata: kumpul!

Bagaimana Biasanya Orang Munggahan?

Setiap keluarga atau tongkrongan memiliki pendekatan unik, tetapi ada tiga hal utama yang harus diperhatikan:

1. Makan Besar (Botram)

Menu ini sangat penting! Teman kantor atau keluarga besar biasanya berkumpul untuk makan bersama. Nasi liwet, sambal dadak, lalapan, dan ikan asin adalah bagian dari menu khas restoran, lesehan di teras rumah, atau gelar tikar di tempat wisata.

Sementara jam makan siang sebelum puasa besok persis sama, itu seperti “pesta perpisahan”.

2. Saling Meminta Maaf

Namanya ingin beribadah selama sebulan penuh, itu tidak menyenangkan jika Anda masih merasa ragu. Jadikan waktu luang untuk membersihkan hati dengan mengambil cuti.

Dalam banyak kasus, chat grup WhatsApp dipenuhi dengan pesan minta maaf. Jika seseorang bertemu secara langsung, mereka juga dapat bersalaman untuk membuat hubungan mereka lebih baik dan lebih tenang.

Karena apa tradisi ini masih ada?

Sejujurnya, alasan terbaik untuk berkumpul di tengah kesibukan yang luar biasa adalah munggahan.

Orang-orang yang merantau akhirnya pulang, orang-orang yang jarang berbicara dengan tetangga mereka akhirnya bertemu di acara syukuran masjid, dan orang-orang yang dulunya bermusuhan berubah menjadi baik saat mereka bersalaman.

Intinya, munggahan adalah tentang persiapan mental, bukan hanya porsi makan yang banyak. Kita menyambut bulan suci dengan senang hati, perut yang kenyang, dan hubungan yang baik dengan orang lain.

Leave a Comment